Superflu Mengintai, Seberapa Efektif Melawan dengan Vaksin Influenza?
Superflu, varian baru flu H3N2, mengintai. Vaksin influenza tetap efektif mencegah keparahan, terutama bagi anak-anak dan lansia, meski efektivitasnya bervariasi.
(Bisnis.Com) 30/12/25 13:36 88512
Bisnis.com, JAKARTA -- Varian penyakit flu terbaru kini sedang mengintai. Lantas, apakah masih efektif dicegah dengan vaksin yang sudah ada?
Di luar influenza A dan B yang sudah banyak beredar, baru-baru ini tersebar kasus Superflu di sejumlah negara besar dan negara bagian di dunia. Penyakitini adalah jenis influenza A varian H3N2 Subclade K.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani, menjelaskan bahwa Superflu bisa menular lebih cepat sehingga bisa menyebabkan lebih banyak orang mengalami penyakit ini.
"Gejalanya mirip dengan influenza A seperti demam tinggi, nyeri otot, pilek, dan lainnya. Namun, walaupun tingkat keparahannya belum terbukti lebih tinggi, Superflu tetap bisa lebih berbahaya terutama bagi anak-anak dan lansia," ungkapnya dalam Media Briefing secara daring, Senin (30/12/2025).
Efektivitas Vaksinasi Influenza
Namun, salah satu kekhawatiran terbesar dengan strain flu baru adalah kemungkinan strain tersebut dapat melewati kekebalan yang ada dari infeksi atau vaksin sebelumnya, yakni vaksin influenza trivalen dan quadrivalen.
Sejauh ini, studi laboratorium dan populasi menunjukkan bahwa hal ini belum terjadi. Dalam penelitian yang belum dipublikasikan.
Nastiti juga menjelaskan bahwa vaksinasi influenza tetap dianjurkan selain untuk pencegahan juga untuk menghindari keparahan penyakit.
"Vaksin influenza yang beredar di Indonesia itu sebagian besar mirip atau sama dengan vaksin yang digunakan di Amerika, Kanada, dan negara maju lainnya. Mengenai efektivitasnya, dari penelitian-penelitian yang ada sebelumnya, vaksin itu untuk mencegah penularan itu cukup baik, ya 62%. Tapi, untuk mencegah kematian dia persentasenya lebih tinggi, karena memang vaksin itu juga bisa berperan mencegah keparahan," jelasnya.
Artinya, apabila sudah divaksinasi, ketika tertular tidak akan menimbulkan sakit dan gejala berat, seperti hanya demam, batuk, dan pilek, tidak sampai gejala sesak nafas, atau tidak sampai memerlukan perawatan di rumah sakit.
Adapun, mengutip GAVI, menurut perkiraan awal yang diterbitkan di Eurosurveillance menunjukkan bahwa vaksin flu yang ada saat ini tetap memberikan perlindungan yang berarti terhadap influenza yang cukup parah sehingga memerlukan perhatian medis, termasuk infeksi yang disebabkan oleh subklade K H3N2.
Pada anak-anak dan remaja, efektivitasnya adalah 72-75%, sedangkan pada orang dewasa sekitar 32-39%. Yang terpenting, para peneliti menekankan bahwa ini tidak berarti vaksin tersebut gagal melawan subklade K.
#superflu #vaksin-influenza #influenza-a #influenza-b #h3n2 #subclade-k #gejala-superflu #vaksinasi-influenza #efektivitas-vaksin #pencegahan-influenza #flu-baru #strain-flu #kekebalan-vaksin #penulara