Dukung Industri Daur Ulang, China Turunkan Tarif Impor Baterai Bekas

Dukung Industri Daur Ulang, China Turunkan Tarif Impor Baterai Bekas

China menurunkan tarif impor limbah baterai untuk mendukung industri daur ulang domestik

(Bisnis.Com) 02/01/26 15:20 91478

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China menurunkan tarif impor beberapa jenis limbah baterai sebagai upaya untuk mendorong penguatan industri daur ulang domestik. Kebijakan ini ditujukan untuk menambah pasokan bahan baku bagi pelaku daur ulang di tengah persoalan kelebihan kapasitas industri.

Salah satu penurunan tarif paling mencolok diterapkan pada impor black mass baterai lithium-ion yang merupakan material serbuk gelap kaya logam hasil daur ulang baterai. Tarif bea masuk yang mulanya dipatok 6,5% kini turun menjadi 3% per 1 Januari 2026.

“Penyesuaian tarif ini dapat dipandang sebagai dorongan kebijakan bagi industri daur ulang baterai lithium,” ujar analis Sublime China Information Co. dari divisi Fubao, Edgar Gao, dikutip dari Bloomberg.

Menurutnya, penurunan tarif tersebut memberikan keuntungan bagi pelaku usaha yang mengimpor langsung dari Eropa dan Amerika Serikat, meskipun dampaknya relatif terbatas karena Korea Selatan dan negara-negara Asia Tenggara telah menikmati tarif yang lebih rendah.

Langkah ini melanjutkan kebijakan Beijing yang sejak Agustus lalu mulai melonggarkan pembatasan impor limbah baterai guna memperluas sumber bahan baku daur ulang dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya tambang.

Pemerintah China kini mengizinkan masuknya sejumlah material yang memenuhi standar nasional, termasuk dari baterai lithium iron phosphate serta baterai yang mengandung nikel atau kobalt.

China saat ini mendominasi pemrosesan black mass secara global, baik yang berasal dari baterai kendaraan listrik bekas maupun sisa produksi manufaktur. Namun, seperti banyak sektor industri lain di negara tersebut, kapasitas terpasang daur ulang dinilai berlebihan sehingga tingkat utilisasinya relatif rendah.

“Secara teori, legalisasi impor dan penurunan tarif seharusnya meningkatkan tingkat operasi daur ulang, tetapi aturan kandungan yang ketat masih menjadi tantangan bagi arus perdagangan,” kata analis senior pasar strategis Fastmarkets, Lee Allen. Ia menambahkan, sebagian besar black mass di pasar global masih kesulitan memenuhi standar ketat China, khususnya terkait kandungan fluorida yang larut dalam air.

Dalam setahun terakhir, harga black mass yang ditentukan berdasarkan persentase nilai logam di dalamnya mengalami peningkatan di pasar utama seperti Korea Selatan. Kenaikan tersebut didorong oleh pasokan yang ketat dan permintaan yang kuat.

Seiring kebijakan baru ini, industri daur ulang China kian memfokuskan perhatian pada pengembangan teknologi.

“Tujuannya agar black mass yang bersumber dari Eropa dan Amerika Serikat dapat diolah sehingga memenuhi standar impor China,” ujar Gao.

#industri-daur-ulang #tarif-impor-baterai #baterai-bekas-china #black-mass-baterai #baterai-lithium-ion #kebijakan-daur-ulang-china #impor-baterai-eropa #impor-baterai-amerika #sumber-bahan-baku-daur-u

https://hijau.bisnis.com/read/20260102/652/1941124/dukung-industri-daur-ulang-china-turunkan-tarif-impor-baterai-bekas