Trump Siapkan Investasi Jumbo untuk Ambil Alih Minyak Venezuela

Trump Siapkan Investasi Jumbo untuk Ambil Alih Minyak Venezuela

AS berencana menggelontorkan investasi miliaran dolar untuk produksi minyak di Venezuela usai Presiden Maduro digulingkan.

(Bisnis.Com) 04/01/26 13:34 92661

Bisnis.com,JAKARTA — Amerika Serikat (AS) disebut bakal menggelontorkan anggaran miliaran dolar untuk memulihkan produksi minyak mentah Venezuela.
Hal itu disampaikan Presiden AS Donald Trump beberapa jam setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dan digulingkan oleh pasukan AS, Sabtu (3/1/2025) waktu setempat.
Trump menyebut, bakal mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak AS untuk berinvestasi di Venezuela.
"Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak AS yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini," kata Trump dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, Trump menyebut bahwa embargo AS terhadap seluruh minyak Venezuela tetap berlaku sepenuhnya. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan militer AS akan tetap berada di posisinya sampai tuntutan AS dipenuhi sepenuhnya.
"Armada Amerika tetap siaga di posisinya, dan AS mempertahankan semua opsi militer hingga tuntutan Amerika Serikat sepenuhnya dipenuhi dan dipuaskan," katanya.
Adapun satu-satunya perusahaan AS yang saat ini beroperasi di ladang minyak Venezuela adalah Chevron. Perusahaan itu memproduksi minyak mentah yang digunakan oleh kilang-kilang di Pantai Teluk AS dan kilang-kilang lainnya.
Francisco Monaldi, direktur Program Energi Amerika Latin di Baker Institute Universitas Rice di Houston, mengatakan bahwa Chevron berada pada posisi yang paling diuntungkan dari potensi pembukaan sektor minyak di Venezuela.
Namun demikian, dia mengatakan bahwa perusahaan minyak AS lainnya akan memperhatikan dengan saksama stabilitas politik. Perusahaan minyak AS lain juga tengah menunggu untuk melihat bagaimana lingkungan operasional dan kerangka kontrak berkembang.
"Perusahaan yang kemungkinan besar akan sangat tertarik untuk kembali adalah Conoco, karena mereka memiliki piutang lebih dari US$10 miliar dan kecil kemungkinan mereka akan dibayar tanpa kembali ke negara itu," katanya.
Selain itu, Exxon juga bisa kembali, tetapi piutang mereka tidak sebanyak itu.
"Exxon, Conoco, dan Chevron, ketiganya tidak akan khawatir untuk berinvestasi dalam minyak mentah, mengingat minyak tersebut sangat dibutuhkan di Amerika Serikat dan mereka kurang fokus pada dekarbonisasi," imbuh Monaldi.
Sementara itu, Kepala Analis Sektor Global di Third Bridge, Peter McNally, menilai bahwa rencana Trump untuk mendatangkan perusahaan minyak besar AS ke Venezuela dan \'mengalirkan minyak\' akan terhambat oleh kurangnya infrastruktur. Apalagi, pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu bertahun-tahun dan investasi besar.
"Masih banyak pertanyaan yang perlu dijawab tentang keadaan industri minyak Venezuela, tetapi jelas bahwa dibutuhkan puluhan miliar dolar untuk membalikkan industri tersebut," kata McNally.

#trump-investasi-minyak #trump-venezuela #minyak-venezuela #produksi-minyak-venezuela #perusahaan-minyak-as #infrastruktur-minyak-rusak #embargo-minyak-venezuela #militer-as-venezuela #chevron-venezuel

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260104/44/1941365/trump-siapkan-investasi-jumbo-untuk-ambil-alih-minyak-venezuela