Pemerintahan Sementara Venezuela Klaim Solid, Bakal Perang Terbuka Lawan AS?

Pemerintahan Sementara Venezuela Klaim Solid, Bakal Perang Terbuka Lawan AS?

Pemerintahan interim Venezuela tetap solid mendukung Maduro meski ditangkap AS. Wakil Presiden Delcy Rodriguez memimpin sementara, menegaskan Maduro presiden sah.

(Bisnis.Com) 05/01/26 08:01 93177

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintahan interim Venezuela menegaskan bahwa negara itu tetap solid mendukung Presiden Nicolas Maduro, meski penangkapannya oleh Amerika Serikat memicu ketidakpastian besar mengenai masa depan negara kaya minyak tersebut.

Melansir Reuters pada Senin (5/1/2026), para pejabat utama pemerintahan Maduro—yang menyebut penahanan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sebagai penculikan—masih menjalankan kendali pemerintahan.

“Di sini, persatuan kekuatan revolusioner lebih dari terjamin. Dan di sini hanya ada satu presiden, namanya Nicolas Maduro Moros. Jangan ada yang terprovokasi oleh musuh,” kata Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dalam rekaman audio yang dirilis Partai Sosialis PSUV yang berkuasa.

Tanpa merinci detail, Menteri Pertahanan Venezuela Jenderal Vladimir Padrino menyatakan di televisi pemerintah bahwa serangan AS menewaskan tentara, warga sipil, serta sebagian besar pengawal Maduro “secara kejam.”

Dia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Venezuela telah diaktifkan untuk menjamin kedaulatan negara.

Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang juga menjabat sebagai Menteri Perminyakan, telah mengambil alih kepemimpinan sementara dengan restu Mahkamah Agung Venezuela, meskipun dia menegaskan Maduro tetap presiden sah negara tersebut.

Rodriguez dikenal memiliki hubungan luas dengan sektor swasta serta pemahaman mendalam mengenai industri minyak, sumber utama pendapatan Venezuela. Dia lama dipandang sebagai figur paling pragmatis di lingkaran inti Maduro.

Namun, Rodriguez secara terbuka membantah klaim Trump bahwa dirinya bersedia bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan majalah The Atlantic pada Minggu (4/1/2026), Trump menyatakan Rodriguez dapat “membayar harga yang lebih mahal daripada Maduro” jika tidak melakukan hal yang benar.

Kementerian Komunikasi Venezuela belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Maduro saat ini ditahan di sebuah pusat penahanan di New York dan dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Senin (5/1/2026) terkait dakwaan narkotika. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penangkapan Maduro dari Venezuela pada Sabtu lalu dan menyatakan Washington akan mengambil alih kendali negara tersebut untuk sementara waktu.

Gambar Maduro, 63 tahun, dengan mata tertutup dan tangan diborgol pada Sabtu lalu mengejutkan publik Venezuela. Operasi tersebut menjadi intervensi Washington paling kontroversial di Amerika Latin sejak invasi Panama 37 tahun lalu.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemimpin Venezuela berikutnya harus sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat, termasuk mencegah industri minyak Venezuela jatuh ke tangan musuh AS serta menghentikan perdagangan narkoba. Dia menyebut blokade AS terhadap kapal tanker yang terkena sanksi sebagai alat tekanan.

“Kami memberlakukan karantina terhadap minyak mereka. Itu berarti ekonomi mereka tidak akan bisa bergerak maju sampai syarat-syarat yang menjadi kepentingan nasional Amerika Serikat dan kepentingan rakyat Venezuela terpenuhi," kata Rubio dalam wawancara dengan ABC This Week.

Pemerintah Venezuela selama berbulan-bulan menuduh Trump berupaya merebut sumber daya alam negara itu, terutama minyak. Para pejabat juga menyoroti pernyataan Trump pada Sabtu bahwa perusahaan minyak besar AS akan masuk ke Venezuela.

“Kami marah karena akhirnya semuanya terungkap—mereka hanya menginginkan minyak kami,” tambah Cabello.

Venezuela, yang pernah menjadi salah satu negara paling makmur di Amerika Latin, mengalami kemerosotan ekonomi sejak era Presiden Hugo Chavez pada 2000-an dan semakin terpuruk di bawah kepemimpinan Maduro. Krisis tersebut mendorong sekitar satu dari lima warga Venezuela bermigrasi ke luar negeri dalam salah satu eksodus terbesar di dunia.

Kondisi di Venezuela

Sementara itu, sebagian pendukung Maduro berkumpul dalam aksi unjuk rasa yang disponsori pemerintah pada Minggu sore di Caracas.

“Rakyat Venezuela tidak boleh menyerah, dan kami tidak akan pernah menjadi koloni siapa pun lagi. Negeri ini bukan negara yang kalah," kata Reinaldo Mijares, salah satu peserta aksi,

Sebaliknya, para penentang Maduro cenderung menahan diri untuk merayakan penangkapannya. Kehadiran aparat keamanan pada Minggu bahkan terlihat lebih ringan dari biasanya.

Meski suasana tegang, sejumlah toko roti dan kedai kopi tetap buka, sementara warga terlihat berolahraga seperti biasa. Sebagian masyarakat mulai menimbun kebutuhan pokok.

“Kemarin saya sangat takut keluar rumah, tapi hari ini saya harus. Saya tidak punya makanan dan harus mencari cara,” ujar seorang ibu tunggal di kota minyak Maracaibo. “Orang Venezuela sudah terbiasa hidup dalam ketakutan.”

Kekecewaan juga dirasakan oposisi Venezuela setelah Trump tampak mengesampingkan kemungkinan pemimpin oposisi berusia 58 tahun dan peraih Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado, mengambil alih kekuasaan dengan alasan kurangnya dukungan.

Machado dilarang maju dalam pemilu 2024, namun ia menyatakan sekutunya, Edmundo Gonzalez (76 tahun), yang menurut oposisi dan sejumlah pengamat internasional memenangkan pemilu tersebut, memiliki mandat demokratis untuk menjadi presiden.

Pertanyaan Besar

Adapun, masih belum jelas bagaimana Trump berencana mengawasi Venezuela. Langkah ini juga berisiko mengasingkan sebagian pendukungnya yang menentang intervensi asing.

Pemimpin Mayoritas Senat AS dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, mengatakan Gedung Putih belum menjawab pertanyaan krusial, termasuk berapa lama AS akan berada di Venezuela dan berapa banyak pasukan yang dibutuhkan.

“Rakyat Amerika khawatir ini akan menciptakan perang tanpa akhir—hal yang justru berulang kali ditentang Donald Trump dalam kampanyenya,” kata Schumer.

Dia menambahkan parlemen akan mempertimbangkan langkah untuk membatasi tindakan lanjutan pemerintahan Trump di Venezuela.

Meski banyak negara Barat menentang Maduro, muncul pula seruan agar AS menghormati hukum internasional dan menyelesaikan krisis secara diplomatik. Legalitas penangkapan kepala negara asing pun dipertanyakan.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin untuk membahas serangan AS tersebut. Rusia dan China, yang merupakan pendukung utama Venezuela, telah mengkritik langkah Washington.

Maduro didakwa pada 2020 oleh AS atas sejumlah tuduhan, termasuk konspirasi narkoterorisme. Ia selama ini membantah semua tuduhan tersebut.

#venezuela-solid #dukung-maduro #pemerintahan-interim #penangkapan-maduro #nicolas-maduro #amerika-serikat #serangan-as #minyak-venezuela #delcy-rodriguez #trump-venezuela #ekonomi-venezuela #krisis-ve

https://kabar24.bisnis.com/read/20260105/19/1941476/pemerintahan-sementara-venezuela-klaim-solid-bakal-perang-terbuka-lawan-as