Mengenal Fenomena Sinkhole, Kenapa Tanah Bisa Tiba-Tiba Amblas?

Mengenal Fenomena Sinkhole, Kenapa Tanah Bisa Tiba-Tiba Amblas?

Fenomena sinkhole terjadi akibat amblasnya tanah di area berongga, sering di daerah batu kapur. Penyebabnya bisa alami atau aktivitas manusia, seperti eksplorasi air tanah berlebihan. Mitigasi penting

(Bisnis.Com) 05/01/26 15:40 93807

Bisnis.com, JAKARTA – Fenomena runtuhan tanah menjadi lubang besar (sinkhole) kembali terjadi di Indonesia. Pekan lalu, sinkhole terjadi di sebuah kawasan pertanian Pombatan, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

Sinkhole atau lubang runtuhan tanah merupakan fenomena alam yang terjadi akibat amblasnya permukaan tanah ke bawah tanah yang berongga. Rongga di bawah permukaan tanah bisa diakibatkan secara alami maupun aktivitas eksplorasi manusia.

Ade Edward, Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi menjelaskan fenomena ini secara alami kerap terjadi di daerah batu kapur, salah satunya adalah daerah terjadinya sinkhole di Sumatra Barat.

Batu kapur memiliki sifat yang mudah larut jika terkena air hujan. Larutnya kapur dapat membuat retakan yang membuatnya menjadi tidak solid dan mudah roboh kapanpun.

Dia menjelaskan bahwa Daerah Nagari Situjuah Batua adalah kawasan batu kapur yang sudah tertutup oleh hasil erupsi Gunung Sago. Hasil erupsi tersebut membuat daerah tersebut menjadi subur dan dimanfaatkan masyarakat lokal sebagai wilayah pertanian.

Ade Edward menambahkan bahwa biasanya terdapat sungai bawah tanah di tempat sinkhole. Kondisi alami tersebut dapat membahayakan masyarakat jika terletak di daerah pemukiman masyarakat.

Penyebab Terjadinya Sinkhole

Melansir Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sinkhole tidak semata diakibatkan oleh alam saja. Berbagai aktivitas manusia turut menyebabkan sinkhole, di antaranya eksplorasi air tanah yang berlebihan, rencana tata kota yang kurang menghitung kondisi geologi, dan perubahan iklim yang mengubah hidrologi tanah.

Eksploitasi air tanah yang berlebihan oleh manusia turut mempercepat terjadinya sinkhole karena dapat melemahkan struktur bawah tanah. Hal ini pernah terjadi di Saitama, Jepang pada Januari 2025, ketika sinkhole terjadi akibat penggunaan air tanah yang berlebihan oleh warga setempat. Sinkhole yang awalnya hanya satu lubang kecil, terus melebar hingga mencapai diameter lebih dari 20 meter.

Sinkhole tersebut berdampak pada terganggunya kehidupan 1,2 juta penduduk di sekitar Saitama, dan Pemerintah membuat imbauan pengurangan air tanah untuk mandi dan mencuci, seperti yang dikutip dari Kementerian ESDM.

Terdapat dua istilah untuk menjelaskan bagaimana sinkhole bisa terjadi, yakni solution sinkhole dan collapse sinkhole. Solution sinkhole berkembang secara perlahan akibat proses pelarutan batu kapur oleh air yang bersifat asam, yang dalam jangka waktu panjang menciptakan rongga bawah tanah yang semakin besar.

Sementara itu, collapse sinkhole terjadi secara tiba-tiba ketika rongga bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya, sehingga runtuh dan membentuk lubang besar di permukaan tanah.

Kementerian ESDM menambahkan daerah-daerah yang rawan terjadi sinkhole banyak ditemukan di daerah dengan kondisi tanah berupa batuan karbonat (karst atau batu gamping) seperti di Pacitan (Jawa Timur), Maros (Sulawesi Selatan), serta Gunung Kidul (Yogyakarta) sebagai wilayah paling tinggi intensitas kejadiannya.

Mitigasi menjadi langkah kunci dalam menekan risiko sinkhole. Pemanfaatan air tanah yang bijak, pemantauan struktur bawah tanah dengan teknologi seperti georadar, serta perencanaan pembangunan yang menyesuaikan karakteristik tanah karst dinilai penting untuk mencegah sinkhole.

Pembangunan di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) sebaiknya dihindari. Namun, jika tidak bisa dihindari, proyek wajib didahului kajian geologi dan hidrogeologi yang menyeluruh yang disertai evaluasi risiko bencana.

Selain itu, pengawasan lingkungan secara berkelanjutan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda awal sinkhole menjadi faktor pendukung dalam upaya pencegahan jangka panjang. (Stefanus Bintang Agni)

#sinkhole #fenomena-sinkhole #tanah-amblas #lubang-runtuhan-tanah #geologi-sinkhole #batu-kapur #eksplorasi-air-tanah #mitigasi-sinkhole #collapse-sinkhole #solution-sinkhole #daerah-rawan-sinkhole #pe

https://www.bisnis.com/read/20260105/638/1941696/mengenal-fenomena-sinkhole-kenapa-tanah-bisa-tiba-tiba-amblas