Akademisi Ingatkan Pemerintah Perlu Konsisten Kendalikan Inflasi

Akademisi Ingatkan Pemerintah Perlu Konsisten Kendalikan Inflasi

Akademisi UISU ingatkan Pemprov Sumut konsisten kendalikan inflasi lewat pasar murah agar efektif meredam gejolak harga dan menekan inflasi daerah.

(Bisnis.Com) 12/10/25 20:52 947

Bisnis.com, MEDAN — Akademisi dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) Gunawan Benjamin mengingatkan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) agar konsisten menjalankan upaya pengendalian inflasi sehingga efektivitasnya dapat diukur.

Gunawan menyinggung program Gerakan Pasar Murah yang digelar Pemprov Sumut di 524 titik di seluruh kabupaten/ kota. Dia menyebut upaya tersebut seharusnya berdampak signifikan dalam meredam gejolak harga di pasar.

“Jangan sampai gelaran pasar murah itu hanya terkesan seremonial dan tidak memberi manfaat,” kata Gunawan kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (12/10/2025).

Gunawan mengatakan pengendalian inflasi membutuhkan konsistensi baik dari sisi jumlah barang, harga, maupun konsumen yang dilibatkan. Upaya ini juga seharusnya dilakukan terus-menerus sampai harga barang yang ditarget mampu dikendalikan.

Seiring tujuan utama pasar murah untuk meredam gejolak harga, barang-barang kebutuhan pangan di pasar murah tersedia dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat. Ini diharapkan dapat mengurangi belanja masyarakat di pasar non subsidi sehingga permintaan atau demand yang rendah di pasar akan menekan harga barang yang dijual.

“Jadi, gelaran pasar murah ini pada dasarnya mengintervensi pasar dengan anggaran subsidi. Adanya pasar murah akan membuat masyarakat mengurangi belanja di pasar non subsidi,” ujarnya.

Gunawan juga mengimbau agar pemerintah perlu memastikan harga kebutuhan pokok yang dijadikan objek intervensi benar-benar mengalami penurunan selama gelaran pasar murah berlangsung.

Dia menyebut salah satu indikator yang bisa mengukur keberhasilan intervensi pasar dapat dilihat dari kontribusi inflasi komoditas tersebut di suatu wilayah.

“Seperti halnya beras yang menyumbang deflasi pada September [2025], berarti Gerakan Pangan Murah yang dilakukan pemerintah bisa dikatakan berhasil meredam harga beras saai itu. Namun tantangannya bisa berubah di bulan berikutnya,” jelasnya.

Gunawan mengaku belum dapat menyimpulkan efektivitas dari Gerakan Pasar Murah yang digagas Pemprov Sumut dalam meredam inflasi lantaran keterbatasan data terkait kuantitas barang serta jumlah varian komoditas yang dijadikan objek pasar murah. Termasuk data sebaran distribusi dan jangka waktu gelaran pasar murah tersebut.

Kendati demikian dia mengapreasi upaya jangka pendek Pemprov Sumut untuk mengendalikan laju tekanan inflasi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara melaporkan bahwa Sumut mencetak inflasi tertinggi sepanjang 2025, yakni sebesar 5,32% (year on year/YoY) pada September 2025. Angka ini bahkan melebihi rentang target sasaran pemerintah sebesar 2,5%+1% serta tingkat inflasi nasional per September yang sebesar 2,65% (YoY).

Komoditas penyumbang inflasi tahunan Sumut per September antara lain cabai merah dengan andil 1,11%; emas perhiasan (0,51%); bawang merah (0,45%); beras (0,31%) dan daging ayam ras (0,29%).

#pengendalian-inflasi #pasar-murah #pemerintah-konsisten #inflasi-sumatra-utara #gerakan-pasar-murah #harga-terjangkau #intervensi-pasar #kebutuhan-pangan #deflasi-beras #inflasi-komoditas #harga-kebut

https://sumatra.bisnis.com/read/20251012/534/1919600/akademisi-ingatkan-pemerintah-perlu-konsisten-kendalikan-inflasi