Bos BRI (BBRI) Beberkan Jurus Jaga Kualitas Pembiayaan KPR Subsidi

Bos BRI (BBRI) Beberkan Jurus Jaga Kualitas Pembiayaan KPR Subsidi

BRI menjaga kualitas KPR subsidi dengan asesmen ketat, menyalurkan Rp14,65 triliun kepada 107.244 penerima, didukung likuiditas kuat dan dana pemerintah.

(Bisnis.Com) 20/10/25 15:06 9718

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebagai salah satu bank penyalur utama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi di Tanah Air melakukan sejumlah upaya untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, BRI dalam menyalurkan KPR Subsidi senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian, salah satunya dengan menerapkan asesmen yang ketat terhadap setiap pengajuan kredit guna memastikan calon debitur memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan.

“Dalam bank memberikan kredit kan, tentunya ada assessment dan ketentuan yang ada harus dipenuhi. Nah, atas dasar itu kita juga melihat realitanya seperti apa, dan kita tahu bahwa mana yang memang bisa, mana yang belum atau tidak bisa,” kata Hery dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) KPR Subsidi BRI yang tetap terjaga dengan baik.

Adapun hingga akhir Agustus 2025, perseroan telah menyalurkan KPR Subsidi kepada 107.244 penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan total outstanding sebesar Rp14,65 triliun.

Dari total tersebut, sekitar 97% berasal dari skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang turut berkontribusi dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah guna menyediakan akses pembiayaan perumahan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Lebih lanjut, Hery menyebut bahwa pihaknya memastikan kesiapan penuh guna menopang pembiayaan perumahan rakyat. Dia mengungkapkan, likuiditas BRI pada kuartal II/2025 berada dalam kondisi kuat dan memadai, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 84,97%.

Selain itu, kata dia, adanya injeksi dana pemerintah pusat sebesar Rp55 triliun kepada BRI kian memperkuat kemampuan perseroan dalam menyalurkan pembiayaan hunian bersubsidi.

Namun, Hery mengakui bahwa tantangan dalam pembiayaan perumahan masih cukup besar, terutama karena backlog perumahan di segmen masyarakat menengah ke bawah yang mencapai sekitar 10 juta unit.

Salah satu hambatan yang masih sering dijumpai adalah minimnya pemahaman calon nasabah mengenai prosedur pengajuan dan akses pembiayaan.

“Kuncinya adalah sosialisasi dan kemudahan calon nasabah untuk melakukan pengajuan serta mendapatkan pembiayaan,” ujar Hery.

Dia meyakini, dengan dukungan lebih dari 7.000 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, perseroan dapat mengakselerasi perluasan akses layanan pembiayaan hingga ke pelosok.

Menurutnya, jaringan yang luas ini memudahkan masyarakat dan calon nasabah untuk memperoleh informasi, mengajukan pembiayaan, serta menikmati layanan perbankan secara optimal.

#bri-kpr-subsidi #kpr-subsidi-bri #kualitas-pembiayaan #kredit-pemilikan-rumah #bri-kredit-rumah #npl-kpr-subsidi #flpp-bri #pembiayaan-perumahan #akses-pembiayaan-rumah #likuiditas-bri #loan-to-deposi

https://finansial.bisnis.com/read/20251020/90/1921804/bos-bri-bbri-beberkan-jurus-jaga-kualitas-pembiayaan-kpr-subsidi