JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini ditutup di zona merah pada sesi terakhir perdagangan, Senin (29/6/2026). IHSG anjlok 75,34 poin atau 1,28 persen ke level 5.820.
Terdapat 228 saham menguat, 467 saham melemah dan 264 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp8,7 triliun dari 13,4 miliar saham yang diperdagangkan.
Indeks LQ45 turun 1,83 persen ke 573, indeks JII turun 1,14 persen ke 338, indeks IDX30 turun 1,84 persen ke 325 dan indeks MNC36 turun 1,60 persen ke 252.
Indeks sektoral mayoritas berada di zona merah yaitu energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, teknologi dan kesehatan. Sedangkan hanya sektor properti yang menguat.
Tiga saham yang memimpin top gainers, di antaranya saham PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) naik 31,33 persen ke Rp218, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 25 persen ke Rp360, dan saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) naik 19,43 persen ke Rp418.
Semenara, saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Bhakti Mulia Artha Tbk (BHAT) turun 14,90 persen ke Rp1.770, PT Pelayaran Nasinal Bina Buana Raya Tbk (BBRM) turun 14,84 persen ke Rp109 dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) turun 14,71 persen di Rp348.
BEI telah merampungkan RUPST tahun buku 2025 yang diselenggarakan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026). Ini susunan direksi terbarunya. - Bagian all [374] url asal
JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang diselenggarakan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026).
Setidaknya ada 4 mata acara dalam RUPST tersebut, antara lain persetujuan atas laporan tahunan, termasuk laporan tugas pengawasan dewan komisaris perseroan, dan pengesahan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2025.
Kedua, penunjukan akuntan publik perseroan untuk tahun buku 2026. Ketiga, pengangkatan dan penetapan remunerasi bagi anggota Direksi Perseroan Masa Bakti 2026-2030, serta pemberian uang jasa pengabdian bagi anggota Direksi Perseroan yang berakhir masa baktinya. Keempat, lain-lain.
RUPST tersebut menyetujui pengangkatan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Perseroan, yang sebelumnya menjabat sebagai pejabat sementara Dirut BEI pasca pengunduran diri Iman Rachman pada 30 Januari 2026 lalu.
Di bawah kepemimpinannya, Jeffrey Hendrik menargetkan Bursa Indonesia bisa masuk dalam 10 bursa terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dan nilai transaksi, hingga tahun 2030 mendatang. Adapun saat ini, posisi bursa Indonesia masih berada pada posisi ke 19 untuk kapitalisasi pasar dan posisi 17 untuk nilai transaksi.
"Kita ingin capai pasar modal Indonesia atau Bursa Efek Indonesia ke depan, bagaimana kita bisa membawa Bursa Efek Indonesia menjadi 10 di antara 10 bursa besar di dunia. Baik berdasarkan kapitalisasi pasar dan atau nilai transaksi," kata Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers RUPST virtual, Senin (29/6/2026).
Jeffrey menambahkan, ada 4 pilar utama yang akan dikerjakan untuk menjadikan Bursa Efek Indonesia menjadi yang terbesar di dunia.
Antara lain, menumbuhkan transaksi, mengembangkan bisnis non transaksi, meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan tercatat, dan meningkatkan inklusivitas untuk seluruh segmen investor yang ada di pasar modal Indonesia.
"Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut tentu harus didukung oleh infrastruktur perdagangan infrastruktur pengawasan dan juga infrastruktur lainnya yang mendukung operasional di Bursa Efek Indonesia dapat berjalan dengan baik tentunya kolaborasi, konektivitas dan juga partnership dengan seluruh stakeholders itu harus dilakukan untuk memastikan tercapainya tujuan-tujuan tersebut," tambahnya.
1. Direktur Utama: Jeffrey Hendrik 2. Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin 3. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy 4. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono 5. Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim 6. Direktur Pengembangan: Iding Pardi 7. Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum: Umi Kulsum.
BEI membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang 2025. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp1,073 triliun. - Bagian all [481] url asal
JAKARTA, iNews.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang 2025. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp1,073 triliun atau melonjak 59,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp673 miliar.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan pertumbuhan kinerja keuangan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan jumlah investor pasar modal. Mayoritas pendapatan berasal dari aktivitas transaksi investor.
"Perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 59,4 persen menjadi Rp1,07 triliun di tahun 2025 yang merupakan pencapaian laba bersih tertinggi dalam sejarah perseroan," ujarnya dalam RUPST PT BEI, Senin (29/6/2026).
Jeffrey menjelaskan, pendapatan perseroan meningkat 29,8 persen menjadi Rp3,662 triliun dari Rp2,822 triliun pada 2024. Sebagian besar pendapatan atau sekitar 76,8 persen berasal dari aktivitas transaksi di bursa.
Selain itu, pendapatan non-transaksi juga tumbuh 14,6 persen yang didorong peningkatan pendapatan teknologi informasi sebesar 18,8 persen. Sementara pendapatan lainnya naik 17 persen seiring kenaikan pendapatan investasi sebesar 27,2 persen dan laba entitas asosiasi sebesar 5,8 persen.
Di sisi lain, beban operasional meningkat 17,1 persen menjadi Rp2,36 triliun dari Rp2,02 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan biaya administrasi, termasuk pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas piutang entitas anak PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI), serta meningkatnya biaya perbaikan dan pemeliharaan sistem perdagangan.
Neraca perseroan juga menunjukkan penguatan. Total aset meningkat 32,2 persen menjadi Rp14,78 triliun, sementara ekuitas bertambah 14 persen menjadi Rp9,45 triliun. Liabilitas tercatat naik menjadi Rp5,33 triliun, sedangkan kas dan setara kas berada di level Rp1,25 triliun. Di saat yang sama, belanja modal (capital expenditure) meningkat 32,57 persen menjadi Rp370,61 miliar sepanjang tahun 2025.
Sepanjang tahun 2025, nilai transaksi harian rata-rata saham mencapai Rp18,1 triliun, sementara transaksi produk non saham membukukan nilai Rp7,6 triliun. Pasar obligasi melalui mekanisme SPPA mencatatkan total volume transaksi sebesar Rp1.375 triliun, sedangkan nilai perdagangan di Bursa Karbon mencapai Rp36,37 miliar.
"Capaian ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang semakin berkembang di berbagai instrumen investasi," kata Jeffrey.
Dalam kesempatan yang sama, Jeffrey juga memaparkan perjalanan pasar modal Indonesia sepanjang 2025 yang diwarnai gejolak global, mulai dari perang dagang, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Maret dan April 2025.
Namun, berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan regulator dan pemerintah berhasil memulihkan kepercayaan investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat kebijakan stabilisasi pasar, sementara pemerintah menggelontorkan stimulus likuiditas sekitar Rp200 triliun yang turut menopang sentimen positif.
Hasilnya, IHSG berhasil bangkit dan mencetak 24 kali rekor tertinggi (all-time high) sepanjang 2025. Indeks juga menembus level 8.000 pada September 2025 dan mencapai rekor tertinggi di level 8.711 dengan kapitalisasi pasar menyentuh Rp16.004 triliun sebelum menutup tahun di level 8.045.
MotionTrade telah merangkum 4 (empat) langkah yang dapat dilakukan investor jika menemukan indikasi penipuan. Simak dalam artikel berikut. - Bagian all [378] url asal
JAKARTA, iNews.id - Penipuan online semakin marak seiring berkembangnya era digital. Modus yang digunakan pelaku pun semakin beragam, mulai dari penawaran investasi dengan imbal hasil tidak wajar hingga penyalahgunaan identitas lembaga keuangan resmi. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk mengetahui langkah yang tepat apabila menemukan indikasi penipuan investasi.
Pelaporan yang dilakukan secara cepat tidak hanya membantu melindungi diri sendiri dari kerugian yang lebih besar, tetapi juga dapat mencegah jatuhnya korban lain di masyarakat. MotionTrade telah merangkum 4 (empat) langkah yang dapat dilakukan investor jika menemukan indikasi penipuan, yaitu:
1. Kumpulkan Bukti yang Dimiliki Simpan seluruh bukti yang berkaitan dengan dugaan penipuan, seperti tangkapan layar (screenshot) percakapan, nomor telepon atau akun media sosial yang digunakan pelaku, email atau dokumen yang diterima, hingga tautan website atau platform yang digunakan. Bukti yang lengkap akan membantu proses investigasi dan tindak lanjut oleh pihak terkait.
2. Amankan Akun dan Data Pribadi Apabila investor telah memberikan informasi pribadi kepada pihak yang mencurigakan, segera lakukan langkah pengamanan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain mengganti kata sandi akun, mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA), serta memantau aktivitas akun secara berkala untuk mendeteksi adanya aktivitas yang tidak wajar.
3. Hubungi Perusahaan Sekuritas atau Lembaga Terkait Jika dugaan penipuan mengatasnamakan perusahaan sekuritas atau lembaga jasa keuangan tertentu, segera hubungi layanan pelanggan melalui kanal resmi untuk melakukan konfirmasi dan pelaporan. Bagi pengguna MotionTrade, investor dapat menghubungi kanal resmi MNC Sekuritas seperti Call Center MNC Sekuritas melalui email [email protected] atau nomor 1 500 899 (ext. 3) atau melalui WhatsApp Business 0888- 8000-005, maupun media sosial MNC Sekuritas.
4. Laporkan kepada Otoritas yang Berwenang Investor dapat menyampaikan laporan kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan pelanggaran atau aktivitas investasi ilegal. Sertakan informasi dan bukti yang telah dikumpulkan agar laporan dapat ditindaklanjuti secara lebih efektif. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan fokuslah pada penyampaian fakta serta modus yang ditemukan.
Penipuan investasi sering kali memanfaatkan rasa takut, keinginan memperoleh keuntungan instan, atau kurangnya informasi yang dimiliki calon korban. Lindungi diri Anda dari berbagai modus penipuan! Nikmati layanan investasi pasar modal dari #MNCSekuritas dengan mengunduh aplikasi MotionTrade dan jelajahi seamless experience. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store melalui tautan onelink.to/motiontrade. MNC Sekuritas, Invest with The Best!
Telkom menggelar Executive Session bertajuk Navigating Legal Risk in Corporate Decision Making yang diikuti pimpinan dan fungsi strategis perusahaan. - Bagian all [511] url asal
JAKARTA, iNews.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meyakini bahwa keunggulan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berinovasi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan kesiapan sumber daya manusia dalam memahami regulasi yang berlaku.
Oleh karena itu, Telkom membekali insan perusahaan dengan berbagai informasi strategis pada setiap jenjang organisasi, termasuk perkembangan regulasi, serta praktik-praktik terbaik melalui berbagai forum pembelajaran dan diskusi yang relevan terhadap kebutuhan bisnis.
Sebagai bagian dari komitmen memperkuat tata kelola perseroan sekaligus meningkatkan kapabilitas para pengambil keputusan, Telkom menyelenggarakan Executive Session bertajuk "Navigating Legal Risk in Corporate Decision Making" yang diikuti jajaran pimpinan dan fungsi strategis perusahaan, Jumat (26/6/2026).
Forum ini menjadi wadah diskusi bagi para pemimpin Telkom untuk memahami perkembangan regulasi, serta implikasinya terhadap pengambilan keputusan bisnis, sehingga setiap kebijakan perusahaan didasarkan pada landasan kepatuhan hukum yang kuat, tata kelola risiko bisnis, serta tetap sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mampu mendukung keberlanjutan pertumbuhan bisnis perseroan.
Direktur Legal and Compliance Telkom Andy Kelana dalam sambutannya menegaskan bahwa di tengah percepatan transformasi bisnis dan digital, perusahaan perlu terus memperkuat budaya kepatuhan serta tata kelola yang adaptif agar setiap keputusan strategis mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian dan kepastian hukum, namun tetap adaptif terhadap daya saing industri.
Menurutnya, pemahaman atas KUHP dan KUHAP yang baru harus disertai dengan shared understanding yang kuat agar transformasi perusahaan berjalan beriringan dengan kepatuhan hukum dan penguatan tata kelola.
"Melalui forum ini, kami ingin membangun kesamaan perspektif di kalangan para pengambil keputusan agar setiap kebijakan strategis memiliki landasan hukum yang kuat, proses yang akuntabel, serta mitigasi risiko yang komprehensif. Dengan demikian, perusahaan dapat bergerak lebih adaptif dalam menghadapi dinamika bisnis sekaligus menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Executive Session menghadirkan akademisi yang menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Eddy O.S. Hiariej membawakan materi mengenai "Harmonisasi Regulasi Pidana Korporasi dan Implementasi Business Judgment Rule(BJR) dalam KUHP dan KUHAP Baru’’.
Dalam sesi tersebut dibahas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan regulasi pidana korporasi, batas pertanggungjawaban direksi, konsep mens rea dalam pertanggungjawaban pidana korporasi, implementasi Business Judgment Rule sebagai perlindungan dalam pengambilan keputusan bisnis, hingga pentingnya tata kelola, dokumentasi perumusan keputusan, dan pengawasan internal sebagai langkah mitigasi risiko hukum perusahaan.
Pada sesi berikutnya, Nien Rafles Siregar, Partner dari Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP) selaku Praktisi sekaligus Anggota Tim Perumus RUU Perubahan Undang-UndangKepailitan dan PKPU, menyampaikan materi mengenai "Keputusan Strategis Direksi dalam Menghadapi Restrukturisasi, PKPU, dan Kepailitan Korporasi."
Diskusi tersebut mengulas berbagai pertimbangan strategis yang perlu diperhatikan direksi dalam menghadapi restrukturisasi perusahaan, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), maupun kepailitan, termasuk penerapan Business Judgment Rule, praktik tata kelola perusahaan yang baik, serta berbagai lesson learned berdasarkan pengalaman penanganan perkara korporasi.
Executive Session ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya continous learning dalam memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG), serta memastikan setiap keputusan bisnis diambil secara berintegritas, profesional, dan adaptif.
Pada akhirnya, kesiapan tersebut menjadi fondasi penting bagi Telkom untuk menghadirkan service excellence, memperkuat kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan di tengah transformasi industri digital.
JAKARTA, iNews.id – QRIS BRI menjamur di kawasan kaki lima stasiun Gondangdia. Dari gerobak bubur ayam, batagor, hingga mie ayam yang kini melayani pembayaran tanpa uang tunai.
Di sekitar Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, barcode QRIS BRI tampak menempel di banyak gerobak pedagang kaki lima. Fenomena ini menandai pergeseran cepat pola transaksi masyarakat urban yang menuntut kecepatan, kepraktisan, dan keamanan.
Salah satu pedagang yang merasakan dampaknya adalah Jalaludin, penjual bubur ayam asal Cianjur. Setiap pagi dan sore, dia melayani pembeli dengan QRIS BRI untuk semangkuk bubur seharga Rp12.000.
“Sudah bisa pakai QRIS di sini ini, ya QRIS BRI,” kata Jalaludin saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jumat (18/5/2026).
Penggunaan QRIS membuat aktivitas jualan jauh lebih efisien. Dia tidak lagi direpotkan uang kembalian, sementara transaksi langsung tercatat otomatis melalui BRIMerchant.
“Sekarang jadi lebih gampang kalau pakai QRIS, kan tinggal scan saya, nggak ribet. Terus juga enggak perlu menyiapkan uang kembalian,” ucapnya.
Perubahan serupa terlihat di gerobak batagor milik Johan yang mangkal di bawah Stasiun Gondangdia. Antrean pembeli, terutama karyawan perkantoran saat jam makan siang, bisa dilayani lebih cepat berkat QRIS BRI.
“Jadi cepat dan praktis. Apalagi pembeli di sini kebanyakan karyawan. Jadi jarang pakai cash,” kata Johan.
QRIS BRI juga diadopsi Rusmiati, pedagang mie ayam yang sudah 10 tahun berjualan di sekitar stasiun. Dengan harga Rp15.000 per porsi, dagangannya laris hingga 50 mangkuk per hari.
“Tak pernah terpikir oleh saya awalnya ada teknologi seperti ini (QRIS). Sekarang semua mudah,” ujar Rusmiati.
Sejak beralih ke QRIS, Rusmiati mengaku pernah mengalami satu hari penuh tanpa transaksi tunai. Seluruh pembeli memilih pembayaran digital.
“Pernah satu hari laci saya ini kosong, semua pembeli pakai QRIS dari pagi sampai sore,” ucapnya.
Dari sisi pembeli, transaksi digital dinilai lebih praktis dan higienis. “Memakai QRIS juga lebih higienis sih menurutku. Sebab kita menjadi nirkontak juga. Tinggal scan,” kata Rina, pelanggan mie ayam di Gondangdia.
Fenomena menjamurnya QRIS di Gondangdia sejalan dengan strategi transformasi digital Bank Rakyat Indonesia. Direktur Information Technology BRI Saladin D. Effendi menegaskan inovasi QRIS Tap dirancang untuk kebutuhan masyarakat urban.
“Dengan QRIS Tap, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.
Kinerja digital BRI pada Triwulan I 2026 mencerminkan lonjakan signifikan. Laba bersih tercatat Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Pengguna BRImo mencapai 47,8 juta dengan volume transaksi Rp2.042,2 triliun.
Di sektor merchant, BRI memiliki 323,7 ribu pengguna layanan digital dengan volume transaksi Rp67,9 triliun. Khusus QRIS BRI, nilai transaksi menyentuh Rp30,5 triliun dengan pertumbuhan 76 persen.
Menjamurnya QRIS BRI di Gondangdia menunjukkan pembayaran digital tidak lagi eksklusif pusat perbelanjaan modern. Gerobak kaki lima kini menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan digital nasional.
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (29/6/2026) dibuka menguat 0,61 persen ke level 5.932. Semenit berjalan, IHSG melanjutkan penguatan 0,41 persen ke 5.920.
Pada awal perdagangan tercatat ada 237 saham di zona hijau, 184 melemah, dan 538 lainnya stagnan. Transaksi awal menyentuh Rp349 miliar, dengan volume 437 juta lembar saham.
Indeks LQ45 melemah 0,46 persen ke 581, indeks JII menguat 0,22 persen ke 343, indeks MNC36 melemah 0,35 persen ke 255, dan IDX30 melemah 0,47 persen ke 329.
Untuk indeks sektoral yang berada di zona hijau seperti energi, keuangan, bahan baku, teknologi, kesehatan. Sedangkan yang melemah ada konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, transportasi, industri.
Tiga saham yang memimpin top gainers antara lain PT Sinarmas Asset Management Tbk (XSSI), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA).
Sedangkan top losersnya dihuni oleh PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), dan PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM).
BEKASI, iNews.id – Pengusaha bengkel mobil di Bekasi Jojo Sutarjo menapaki jalan terjal. Dia mengaku sempat berjualan gorengan hingga mampu membangun usaha bengkel yang stabil dan terus berkembang berkat Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia.
Jojo berasal dari Indramayu dan hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP. Dengan modal nekat, dia merantau ke Jakarta demi mengubah nasib dan mencari penghidupan yang lebih baik.
Beragam pekerjaan dilakoni Jojo demi bertahan hidup. Dia sempat berjualan gorengan di jalanan, lalu bekerja membantu temannya di bengkel. Dari pengalaman itu, ketertarikan terhadap dunia otomotif mulai tumbuh.
“Dulu jualan gorengan sering dipalak preman, jadi nyoba ikut teman belajar otomotif hingga akhirnya jatuh cinta,” kata Jojo kepada iNews.id.
Jojo akhirnya memberanikan diri membuka bengkel Tekun Auto Servic di Cimuning, Bekasi bermodal tabungannya. Tapi tantangan langsung datang. Ketersediaan stok oli dan kebutuhan servis kerap menjadi hambatan utama sehingga operasional sering tersendat.
Situasi itu berubah saat Jojo mendapat rekomendasi teman untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat dari Bank Rakyat Indonesia. Skema pembiayaan berbunga rendah dan proses cepat membuat dia yakin mengambil pinjaman pertama.
Tambahan modal langsung memberi dampak signifikan. Stok oli bertambah, layanan servis lebih siap, dan perputaran usaha menjadi jauh lebih lancar.
“Efek dari perkembangan bengkel jadi punya stok oli dengan modal yang lumayan,” ujarnya.
Pengalaman positif tersebut membuat Jojo kembali memanfaatkan KUR BRI hingga tiga kali. Dia menilai kemudahan proses dan bunga ringan membantu usaha tetap berjalan tanpa tekanan arus kas.
“Bunganya rendah dan proses sekarang udah pengambilan ketiga,” tuturnya.
“Pertama 20 juta, kedua 50 juta, ketiga 100 juta,” lanjutnya.
Seluruh dana KUR digunakan tepat sasaran, mulai dari modal kerja, promosi, hingga peningkatan kualitas layanan. Dampaknya terasa langsung pada prospek usaha dan kestabilan ekonomi keluarga.
“Lumayan bermanfaat buat bangun bengkel, modal, iklan dan bengkel jadi lumayan terbantu prospeknya juga makin naik penghasilan juga cukup buat keluarga,” ucapnya.
Di level nasional, BRI terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan lewat penyaluran KUR ke sektor produktif. Periode Januari hingga Mei 2026 mencatat realisasi Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari alokasi 2026 senilai Rp180 triliun.
“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif,” kata Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.
Secara kumulatif sejak 2015 hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR Rp1.520 triliun kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat. Konsistensi ini menegaskan peran BRI memperluas inklusi keuangan sekaligus menguatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
BRI Peduli mengembangkan Kebun Gangnam menjadi pusat edukasi urban farming, tempat warga belajar bertani, ketahanan pangan, dan lingkungan hijau. - Bagian all [784] url asal
JAKARTA, iNews.id - Riuh percakapan terdengar dari rumah edukasi di sudut Kebun Pegangsaan Dua Menanam (Gangnam), Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (4/6/2026). Puluhan anggota Kelompok Tani Gangnam dan warga duduk memperhatikan penjelasan penyuluh, sementara di hadapan mereka tersaji aneka daun, batang serai, lengkuas, hingga daun mimba yang akan diolah menjadi pestisida nabati.
Tak lama, peserta beranjak menuju area kebun. Mereka mengamati tanaman cabai yang mulai terserang hama.
Mereka lantas mempraktikkan cara mengenali gejala penyakit dan mencoba meracik larutan alami untuk melindungi tanaman. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran baru bagi mereka yang bisa langsung diterapkan di Kebun Gangnam maupun rumah masing-masing.
Pemandangan seperti itu bukan hal yang asing di Kebun Gangnam. Kebun seluas sekitar 1.330 meter persegi tersebut berkembang menjadi ruang belajar bersama tentang pertanian perkotaan.
Kegiatan yang berlangsung hari itu merupakan bagian dari roadshow Laboratorium Klinik Tanaman yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta.
Penyuluh Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas KPKP DKI Jakarta, Carta, mengatakan kegiatan tersebut digelar secara bergilir di berbagai wilayah Jakarta hingga November 2026.
"Ini kegiatan roadshow Laboratorium Klinik Tanaman. Jadi di Provinsi DKI sampai November 2026. Kebetulan hari ini di Kelapa Gading dan kita praktik langsung di lapangan," ujar Carta saat ditemui iNews.id.
Menurut dia, materi yang diberikan tidak terbatas pada teori. Peserta juga diajak mempraktikkan pengendalian hama dan penyakit tanaman menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
"Kami memberikan edukasi mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan. Selain itu, peserta juga diajak praktik membuat pestisida nabati dari bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar mereka," tuturnya.
Pelatihan semacam ini menjadi bagian dari aktivitas rutin di Kebun Gangnam. Sejak memperoleh dukungan melalui program BRI Bertani di Kota (BRInita) dari BRI Peduli, kawasan tersebut semakin aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat.
Lewat programnya, BRI memberikan dukungan pengembangan kebun dengan menghadirkan fasilitas fisik. Selain itu, bantuan juga diberikan lewat ruang bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan kapasitas melalui berbagai pelatihan.
Pengetahuan yang diperoleh kemudian dibagikan kepada masyarakat sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas.
Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi mengatakan keberadaan Kebun Gangnam kini memberi kesempatan bagi warga Jakarta untuk belajar bercocok tanam meski tinggal di kawasan dengan lahan yang terbatas.
"Sangat bermanfaat tentunya, karena keberadaan Kebun Gangnam ini bisa memberikan dampak buat warga sekitar. Di DKI Jakarta lahannya sangat terbatas, jadi warga bisa belajar bagaimana memanfaatkan pekarangan sempit dengan pot atau vertical garden," kata Sarmudi.
Dia mengatakan siapa pun yang tertarik belajar urban farming dapat datang langsung ke Kebun Gangnam. Kelompok Tani bahkan menyediakan bibit tanaman agar peserta dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh di rumah.
"Kalau warga masyarakat mau belajar cara menanam sayuran dan buah-buahan bisa langsung datang ke sini. Nanti kita kasih bibitnya juga buat mereka tanam di rumah," ujarnya.
Keberadaan rumah edukasi juga memperkuat fungsi kebun sebagai pusat pembelajaran. Bangunan tersebut menjadi tempat peserta menerima materi dasar sebelum mempraktikkan langsung proses budidaya di lahan.
Tak hanya warga sekitar, berbagai sekolah hingga perguruan tinggi juga rutin memanfaatkan Kebun Gangnam sebagai lokasi pembelajaran luar kelas. Siswa PAUD, TK, SD, komunitas, hingga mahasiswa datang bergantian untuk mengenal proses menanam dari dekat.
Koordinator Lapangan Kelompok Tani Gangnam, Yunus Banul mengatakan kegiatan edukasi hampir selalu mengisi agenda pengelola.
"Iya, rutin. Ada anak SD, PAUD, TK. Kemarin juga ada mahasiswa magang dari Universitas Diponegoro," kata Yunus.
Menurut dia, setiap rombongan diawali dengan penyampaian materi di rumah edukasi sebelum diajak mempraktikkan langsung cara menyemai benih, menanam, hingga merawat tanaman.
"Dikasih pemaparan dulu di rumah edukasi, baru nanti praktik penanaman," ucap dia.
Kemampuan anggota kelompok tani untuk membimbing masyarakat tidak lepas dari berbagai pelatihan yang mereka ikuti melalui program BRInita. Berbagai materi diberikan, mulai dari budidaya sayuran, melon, perikanan lele, hingga peternakan ayam.
"Ada pelatihan budidaya lele, pelatihan ternak ayam, sampai pelatihan melon. Jadi dari pembenihan sampai panen diajarkan," kata Yunus.
Ilmu tersebut kemudian ditularkan kembali kepada masyarakat. Dengan begitu, keberadaan Kebun Gangnam juga dapat melahirkan semakin banyak warga yang memahami cara bercocok tanam di lingkungan perkotaan.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui BRInita. Menurut dia, urban farming memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kapasitas masyarakat selain menghadirkan ruang hijau di kawasan perkotaan.
"Panen bisa dipakai untuk pangan keluarga, dijual untuk tambah penghasilan, atau ditukar dalam program sosial sebagai apresiasi," ujar Dhanny.
Dia menambahkan, BRInita merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) sekaligus Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan produktif.
"Bersama, kita wujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan, demi masa depan pangan yang lebih baik untuk seluruh generasi," ucap Dhanny.
Berawal dari resep Lebaran, Cangcomak berkembang menjadi UMKM beromzet puluhan juta berkat pendampingan Rumah BUMN BRI dan kini mulai membidik pasar ekspor. - Bagian all [1,330] url asal
JAKARTA, iNews.id – Olahan kacang berlapis cokelat menjadi titik balik kehidupan Salmi. Di tengah ketidakpastian setelah kehilangan pekerjaan, dia membangun usaha dari resep keluarga yang selama ini hanya muncul setahun sekali saat Lebaran.
Produk itu kini dikenal dengan nama Cangcomak, singkatan dari Kacang Cokelat Emak. Berawal dari dapur rumah pada 2020, usaha tersebut perlahan berkembang menjadi bisnis makanan ringan dengan omzet puluhan juta rupiah per tahun.
Perjalanan itu tidak dilewati sendirian. Berbagai pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan promosi yang diperoleh melalui Rumah BUMN BRI menjadi bekal penting bagi Salmi untuk terus mengembangkan usahanya.
Sebelum menjadi pelaku UMKM, Salmi bekerja di salah satu perusahaan swasta. Namun, perusahaan tempatnya bekerja bangkrut pada 2018 sehingga dia harus menganggur.
Saat itu, dia mulai memikirkan usaha yang bisa dijalankan sendiri.
"Dulu saya kerja kantoran yang istilah orang bilang budak corporate ya. Tahun 2018 kantornya bangkrut, 2019 nganggur. Terus ya sudah pengin punya usaha aja," kata Salmi saat ditemui iNews.id di rumahnya, Palmerah, Jakarta Barat pada Selasa (23/6/2026).
Keinginan berwirausaha pun muncul. Hanya saja, Salmi belum mengetahui produk apa yang akan dijual. Hingga akhirnya dia teringat camilan buatan sang ibu yang selalu hadir setiap Lebaran.
"Cuma kan bingung ya pengin punya usaha apaan gitu. Kebetulan emak kan punya makanan ciri khas buat Lebaran, namanya kacang cokelat. Itu dibuatnya setahun sekali pas Lebaran. Hari-hari biasa tuh enggak bakalan ada, Lebaran aja. Jadi setiap tahun cuma sekali, kacang cokelat. Kan autentik bikin sendiri, ya sudah kita bikin aja deh, kenapa enggak dijual aja," ujarnya.
Sebelum mulai memasarkan produk, Salmi lebih dulu mengikuti pelatihan keamanan pangan melalui Jakpreneur pada akhir 2019. Dari sana dia belajar mengurus berbagai perizinan usaha, termasuk sertifikasi halal.
"Kalau kita mau jual itu kan harus jelas ya ada izinnya. Nah mulai tuh awal-awal ikut Jakpreneur. Akhir 2019 tuh ikut pelatihan keamanan pangan. Akhirnya kan ngerti tuh proses buat bikin perizinan," katanya.
Tak lama setelah produknya mulai dipasarkan, pandemi Covid-19 melanda. Kondisi itu justru mendorong Salmi belajar memasarkan produknya secara digital.
"Pas lagi kita udah mulai punya produk kan Covid-19, tapi pas Covid-19 itu kan kita tetap aktif ya. Mulai belajar online. Sampai sekarang," ujarnya.
Kini Cangcomak hadir dengan tiga varian utama, yakni kacang tanah, mede, dan almond berlapis cokelat. Seluruh kacang dipanggang terlebih dahulu sebelum dilapisi cokelat, sehingga menghasilkan tekstur renyah dan tidak berminyak.
"Jadi kalau ditanya unique selling point-nya Cangcomak apa, kacangnya tuh dipanggang, full baked, enggak lengket, enggak berminyak, cokelatnya crunchy, renyah. Jadi kan kalau cokelat itu kena matahari lumer, lengket. Nah kalau Cangcomak enggak, dia crunch gitu," katanya.
Tak hanya mengutamakan kualitas, Salmi juga mengusung konsep social impact. Bahan baku kacang tanah dipasok dari petani di Tuban, Jawa Timur, sedangkan kacang mede berasal dari Sumba. Pesan tersebut bahkan dicantumkan pada kemasan produknya.
"Kita di Cangcomak ada gerakan sosial, 'Dengan membeli produk ini, Anda turut membantu para petani'. Karena ambil kacangnya dari Tuban, Jawa Timur. Dia kacangnya besar, terus bersih, enggak kotor. Kacangnya juga utuh, full," ucapnya
Perjalanan Cangcomak berkembang semakin pesat setelah Salmi bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2021. Dari sana dia mulai mendapatkan berbagai pelatihan yang membantu meningkatkan kualitas usahanya.
"Setelah ikut berbagai macam pelatihan kita mulai tahu ada Rumah BUMN BRI. Dari 2021 udah ikut di situ," katanya.
Salah satu perubahan yang paling terasa adalah tampilan produk. Melalui pendampingan Rumah BUMN BRI, dia memperoleh bantuan kemasan standing pouch yang membuat produknya tampil lebih profesional.
"Orang lain kemasannya masih pakai stiker, kalau Cangcomak itu udah cakep. Akhirnya dari BRI dikasih fasilitas kemasan gratis, standing pouch," ujarnya.
Selain itu, Salmi rutin mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan Rumah BUMN BRI, mulai dari digital marketing, penyusunan laporan keuangan, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi.
"Terus ikut-ikut pelatihan Zoom, pelatihan digital marketing, laporan keuangan, segala macam. Terus difasilitasi sertifikasi halal di BRI itu 2022," katanya.
Menurut Salmi, pelatihan yang diberikan selalu mengikuti kebutuhan UMKM sehingga peserta dapat memilih materi yang paling relevan.
"Itu sih pelatihan, tapi kan pelatihannya banyak. Kita tinggal pilih saja apa yang kita butuhin nih, nah kita ikut. Misalkan AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan), sekarang lagi rame apa nih, misalnya pelatihan laporan keuangan digital, nah kita ikut," ujarnya.
Dia mengaku aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan Rumah BUMN BRI. Keaktifan itu membuat Cangcomak beberapa kali terpilih menerima berbagai fasilitas pendampingan, salah satunya sertifikasi halal.
Tak hanya pelatihan, BRI juga membuka akses Salmi mempromosikan Cangcomak melalui berbagai pameran dan showcase, seperti Brilianpreneur hingga Pesta Rakyat Simpedes.
"Terus ikut Brilianpreneur, terus Pesta Rakyat Simpedes, banyak ikut event," ujarnya.
Dia merasa manfaat terbesar bergabung dengan Rumah BUMN BRI bukan hanya kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi juga meningkatkan eksposur produknya.
"Pasti lebih dikenal, terus pelatihannya gratis. Misal training live TikTok, affiliate juga ada. Jadi sesuai sama yang kita butuhin. Bantu banget sih," katanya.
Pendampingan yang diterima Salmi kini tidak lagi sebatas pemasaran dalam negeri. Melalui program yang difasilitasi BRI bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), dia mulai mempelajari seluk-beluk ekspor.
"Ini lagi disekolahin ekspor sama BRI. Jadi BRI kerja sama dengan Kemendag, itu kayak UMKM terpilih diajak perkenalan ekspor," ujarnya.
Dia mengatakan pelatihan tersebut dibagi menjadi beberapa tahapan. Tahun pertama peserta diperkenalkan pada dasar-dasar ekspor, sedangkan tahun ini materi yang diberikan lebih mendalam.
"Tahun lalu tuh pengenalan dasar ekspor. Kita kan buta nih, ekspor tuh ngapain aja sih, pembukuannya apa, bayarnya gimana, dibuka deh tuh mindsetnya," ucap dia
"Kalau sekarang tuh advance, lebih spesifik. Kayak cara ngitung perhitungannya, instrumen biaya kirim. Kalau dijual berapa. Harus disiapkan. Terus kalau makanan baiknya tahan berapa lama," imbuhnya.
Hasil pendampingan tersebut mulai membuka peluang baru. Produk Cangcomak telah diperkenalkan kepada calon pembeli dari sejumlah negara, meski masih dalam tahap penjajakan.
Dia memerinci, sejumlah negara yang menunjukkan ketertarikan terhadap Cangcomak antara lain Singapura, Malaysia, Rusia, Korea Selatan, hingga Australia.
Bahkan, salah satu calon pembeli dari Rusia telah meminta penawaran harga secara terperinci. Meski demikian, Salmi memilih tidak terburu-buru mengejar pasar ekspor sebelum kapasitas produksinya benar-benar siap.
Hingga saat ini, kata dia, seluruh proses produksi masih dilakukan dari rumah bersama dua orang karyawan.
"Kalau ekspor itu kalau kapasitas kita sudah mampu ya, jangan paksain," tutur dia.
Kualitas Cangcomak mendapat apresiasi dari pelanggan. Salah satunya Tania, warga Kelapa Gading, yang mengaku tertarik mencoba produk tersebut karena konsepnya berbeda dari camilan cokelat pada umumnya.
Menurut Tania, lapisan cokelat pada Cangcomak tidak terlalu tebal sehingga rasa kacangnya tetap dominan. Hal itu justru menjadi alasan dia menyukai produk tersebut.
"Aku tertarik saja, dia kan cokelatnya enggak begitu banyak, tapi masih ngacang aja. Menarik aja sih konsepnya. Cokelatnya enggak tebal ya dan enggak terlalu manis jadi saya suka banget," kata Tania.
Setelah mencoba, Tania mengakui Cangcomak menjadi salah satu camilan favoritnya. Dia bahkan kerap menjadikannya pelengkap menu sarapan karena dinilai cocok dipadukan dengan berbagai makanan dan minuman.
"Ternyata cocok dimakan buat sarapan. Saya biasanya sarapan pakai yoghurt, dicampur sama yoghurt tuh enak. Terus pernah juga coba dicampur sama susu, enak. Bahkan digado juga enak. Jadi puas sih selama ini, oke banget. Rasanya enak, cokelatnya light, dan sehat juga kayaknya ya karena kacang," ujarnya.
Kepuasan itu membuat Tania tak ragu merekomendasikan Cangcomak kepada orang-orang di sekitarnya. Bahkan, dia membawa camilan tersebut ke kantor untuk dicicipi rekan-rekan kerjanya.
"Sudah, aku sudah rekomendasiin, dibawa ke kantor mereka coba katanya enak. Ya sudah aku kasih akun TikTok-nya," katanya.
Kisah Cangcomak menjadi salah satu contoh dampak pendampingan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI bagi pelaku UMKM. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan Rumah BUMN BRI tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas, dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Dia menjelaskan, pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen BRI dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga kini, BRI telah menghadirkan 54 Rumah BUMN di berbagai daerah dan menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan untuk mendukung pengembangan kapasitas pelaku UMKM.
"Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu mengubah kualitas hidup masyarakat," kata Dhanny.
MNC Finance meraih penghargaan Infobank Multifinance Awards 2026 sebagai perusahaan pembiayaan berkinerja terbaik lima tahun berturut-turut. - Bagian all [577] url asal
JAKARTA, iNews.id – PT MNC Finance kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan bergengsi dari Infobank dalam ajang Infobank Multifinance Awards 2026. Pada kesempatan tersebut, MNC Finance berhasil meraih penghargaan “The Best Performance Multifinance Company in 5 Consecutive Years (2021–2025)” untuk kategori “The Excellent Performance Multifinance Company Asset Class Rp1 Triliun < Rp2,5 Triliun.”
Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas konsistensi MNC Finance dalam menjaga kinerja perusahaan yang sehat, memperkuat fundamental bisnis, serta menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan selama lima tahun berturut-turut. Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri pembiayaan yang terus berkembang, MNC Finance mampu mempertahankan performa yang solid melalui pengelolaan risiko yang prudent, inovasi layanan, dan fokus pada kebutuhan pelanggan.
Direktur Utama MNC Finance, Gabriel Mahjudin menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada perusahaan. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi seluruh karyawan, dukungan pemegang saham, serta kepercayaan yang terus diberikan oleh pelanggan dan mitra bisnis.
"Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Keberhasilan mempertahankan kinerja unggul selama lima tahun berturut-turut tidak terlepas dari komitmen seluruh insan MNC Finance dalam menghadirkan layanan pembiayaan yang inovatif, terpercaya, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan," ujar Gabriel Mahjudin dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).
Lebih lanjut, Gabriel menambahkan MNC Finance akan terus memperkuat transformasi bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di masa mendatang.
Penghargaan yang diberikan oleh Infobank merupakan salah satu bentuk pengakuan tertinggi di industri jasa keuangan Indonesia. Penilaian dilakukan secara independen berdasarkan berbagai indikator, termasuk kinerja keuangan, pertumbuhan bisnis, kualitas aset, profitabilitas, efisiensi operasional, hingga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Keberhasilan meraih penghargaan ini juga mencerminkan kemampuan MNC Finance dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan prinsip kehati-hatian. Dengan fondasi bisnis yang kuat, perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan serta memperkuat manajemen risiko guna menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang dinamis.
Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, MNC Finance juga secara konsisten menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Berbagai kegiatan sosial, edukasi literasi keuangan, dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga program pelestarian lingkungan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Pencapaian ini semakin mempertegas posisi MNC Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi di industri multifinance nasional. Dengan dukungan ekosistem bisnis yang kuat serta semangat untuk terus berinovasi, perusahaan optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perkembangan industri pembiayaan di Indonesia.
Sebagai bagian dari grup usaha yang memiliki jaringan luas dan terintegrasi, MNC Finance terus memperluas akses layanan pembiayaan kepada masyarakat melalui berbagai kanal distribusi, baik secara konvensional maupun digital. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi pelanggan dalam memperoleh solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Raihan penghargaan “The Best Performance Multifinance Company in 5 Consecutive Years (2021–2025)” menjadi tonggak penting dalam perjalanan MNC Finance. Penghargaan ini tidak hanya merefleksikan keberhasilan perusahaan dalam menjaga kinerja unggul secara konsisten, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, MNC Finance berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra pembiayaan terpercaya bagi masyarakat Indonesia, dengan menghadirkan layanan yang semakin relevan, mudah diakses, dan mampu mendukung kebutuhan finansial masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham atas laba tahun buku 2025 - Bagian all [327] url asal
JAKARTA, iNews.id - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham atas laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).
Direktur MSIN, Rudy Hidayat menyampaikan perseroan telah mengusulkan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sesuai hasil pembahasan dalam rapat. Menurutnya, sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendanaan perusahaan dalam memperkuat permodalan serta mempercepat pengembangan usaha.
"Tidak ada pembagian dividen perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Sisa keuntungan akan dibukakan sebagai laba ditahan untuk pendanaan yang dibutuhkan dalam rencana perseroan untuk memperkuat permodalan dan pengembangan usaha di seluruh lini bisnis," kata Rudy.
Dia menyatakan, keuntungan perseroan akan dialokasikan atau digunakan untuk meningkatkan produksi konten original. Hal ini menurutnya sangat penting untuk dilakukan guna mempercepat pertumbuhan platform digital.
Dalam usulannya, perseroan juga menetapkan Rp1 miliar dari laba bersih sebagai dana cadangan untuk memenuhi ketentuan anggaran dasar perusahaan dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Selain itu, RUPST menyetujui pembagian bonus yang telah dianggarkan. Kewenangan untuk menentukan besaran bonus serta pelaksanaan pembagiannya diserahkan kepada Direksi Perseroan.
"Menetapkan pembagian bonus yang telah dianggarkan di mana kewenangan untuk menentukan mengenai besarannya bonus tersebut serta pelaksanaan pembagiannya diberikan kepada Direksi perseroan," ucap Rudy.
RUPST juga memberikan kewenangan kepada Direksi untuk melaksanakan penggunaan laba tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan di bidang pasar modal.
"Memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan penggunaan keuntungan sebagaimana tersebut di atas satu dan lain hal tanpa ada yang dikecualikan dengan tetap memperhatikan peraturan di bidang pasar modal," katanya.
Sepanjang tahun buku 2025, MSIN membukukan kinerja keuangan yang positif dengan pendapatan mencapai Rp3,8 triliun atau tumbuh 18 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih perseroan melonjak 140 persen menjadi Rp985 miliar, didorong pertumbuhan bisnis di seluruh segmen usaha serta efisiensi biaya operasional.
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56