Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan data sementara kebakaran di Kemayoran Gempol menunjukkan sebanyak 304 bangunan hangus terbakar dan 354 kepala keluarga (KK) dengan total 679 jiwa terdampak.
Hal itu disampaikan saat meninjau lokasi kebakaran dan posko pengungsian, Selasa (2/6/2026). Rano menambahkan para korban terdampak terdiri dari 326 laki-laki dan 353 perempuan.
"Dari jumlah tersebut terdapat 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia SD, 60 anak usia SMP, 22 remaja SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil," katanya.
Di lokasi terdapat sejumlah posko, seperti posko kesehatan, dapur umum, hingga posko dukungan psikologi untuk anak-anak.
Rano menyampaikan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan dan nonpangan, seperti makanan, minuman, hingga matras.
Terkait relokasi, Rano menyebut warga masih belum ingin pindah ke rumah susun yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta.
"Tadi sambil lalu, saya ngomong dengan beberapa warga, enggak mau coba di rumah susun? 'Aduh Bang, kita lahir di sini, Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini,'" jelas Rano.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menyadarkan masyarakat bahwa relokasi ke rumah susun bukan berarti mereka dianggap tidak layak tinggal di tempat sebelumnya. Baginya, hunian vertikal dinilai dapat memberikan kualitas tempat tinggal yang lebih baik dan lebih layak bagi masyarakat.
"Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," ucap Rano.
Rano mengimbau warga terdampak untuk melapor ke posko Dukcapil guna memulihkan kembali Kartu Keluarga (KK), KTP, maupun berkas kependudukan lainnya. Dari pantauan Bisnis di lokasi, selain posko Dukcapil, terdapat pula posko KUA untuk membantu pemulihan dokumen pernikahan.
Kebakaran terjadi pada Senin (1/6/2026) malam. Puluhan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani insiden tersebut. Api berhasil dipadamkan pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.