Bisnis.com, GARUT- SMAN 1 Garutmenegaskan kesiapan penuh untuk menjadi bagian dari program Sistem Pendidikan Berbasis Manusia (SPBM) atau “Sekolah Maung” yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala SMAN 1 Garut Sri Mulyani menyebut penunjukan sekolahnya sebagai kandidat Sekolah Maung bukan sekadar memenuhi kriteria administratif, melainkan bentuk pengakuan atas konsistensi prestasi yang telah diukir selama bertahun-tahun.
Ia menyatakan rekam jejak prestasi itu menjadi dasar kuat bagi sekolah untuk siap menjalankan mandat baru yang menuntut kualitas unggul dalam seluruh aspek pengelolaan pendidikan.
“Kalau menurut pendapat saya, SMAN 1 itu layak dijadikan atau ditunjuk sebagai SMA Negeri Maung Jawa Barat. Kalau kita flashback dari dulu, SMA 1 adalah salah satu sekolah yang difavoritkan masyarakat Garut karena prestasinya. Prestasi itu bukan hanya prestasi lembaga, tetapi prestasi siswanya yang luar biasa dari dulu sampai sekarang,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Prestasi yang dimaksud mencakup rentang luas, mulai dari penghargaan Sekolah Sehat Nasional, gelar Adiwiyata Mandiri, status sekolah berbasis ISO, hingga predikat sekolah dengan pelayanan prima tingkat nasional.
Di bidang akademik, SMAN 1 Garut juga menorehkan capaian signifikan terkait kelulusan ke perguruan tinggi negeri bergengsi, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Politeknik Negeri Bandung.
Menurut Sri Mulyani, deretan prestasi itu bukan sekadar pencapaian masa lalu, tetapi fondasi untuk memperkuat marwah SMAN 1 Garut sebagai sekolah unggulan.
Ia menegaskan seluruh warga sekolah memiliki harapan yang sama untuk mengembalikan reputasi tersebut, sekaligus memastikan keberlanjutannya.
“Harapan kami, SMAN 1 Garut kembali kepada marwahnya sebagai sekolah terbaik, sekolah yang difavoritkan, sekolah yang diunggulkan. Itu tidak hanya dilihat dari apa yang sudah dicapai, tetapi ke depan kami berharap siswa-siswa lebih unggul lagi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ucapnya.
Dalam rangka menuju predikat Sekolah Maung, pihak sekolah mengaku telah menyiapkan seluruh ekosistem internal secara menyeluruh.
Langkah-langkah strategis telah dilakukan, seperti pembentukan tim khusus, peningkatan kapasitas guru, penyelenggaraan workshop dan bimbingan teknis (bimtek), serta sosialisasi intensif kepada seluruh pemangku kepentingan sekolah.
Sri Mulyani menekankan, kesiapan tersebut bukan reaksi spontan terhadap program baru, melainkan kesinambungan dari upaya penguatan mutu yang selama ini dilakukan sekolah.
Ia menilai Sekolah Maung dapat menjadi kerangka yang mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat, sekaligus memberi dorongan pada sekolah untuk terus berbenah.
Dengan berbagai modal itu, kata Sri, SMAN 1 Garut menyatakan optimistis mampu menjadi pilar penting dalam penerapan SPBM dan berkontribusi pada pembentukan generasi unggul di provinsi tersebut.
"Implementasi Sekolah Maung diharapkan tidak hanya mengangkat kualitas sekolah secara internal, tetapi juga menjadi standar baru dalam tata kelola pendidikan menengah di Jawa Barat," tutupnya.