Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (AMDF) atau Adira Finance menyampaikan salah satu inisiatif strategis untuk meningkatkan piutang pembiayaan adalah memperluas ekspansi ke luar Pulau Jawa.
Chief of Financial Officer (CFO) Adira Sylvanus Gani mengemukakan bahwa ekspansi ini khususnya dilakukan ke wilayah yang penetrasi pembiayaannya masih rendah, sehingga memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
“Upaya ini semakin kuat setelah merger dengan Mandala [Finance], yang memiliki jaringan dan pengalaman yang solid di kawasan Indonesia Timur,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Senin (24/11/2025).
Meskipun begitu, Gani membeberkan pertumbuhan piutang perusahaan, baik di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur polanya relatif seimbang, sehingga tidak ada wilayah tertentu yang mendominasi.
Untuk diketahui, OJK mencatat Provinsi Papua Selatan menjadi wilayah yang piutang pembiayaannya bertumbuh paling besar pada September 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya penyaluran pembiayaan alat-alat berat.
Menanggapi hal itu, Gani menyebut per September 2025 pembiayaan alat berat di Adira Finance juga mengalami sedikit pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Di Adira Finance, piutang pembiayaan alat berat tercatat Rp562 miliar hingga September 2025, sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat ini, penyebaran piutang pembiayaan alat berat perusahaan paling banyak berada di Kalimantan,” jelasnya.
Senada, Direktur Utama Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) Suwandi Wiratno berujar Kalimantan juga termasuk dalam wilayah yang banyak mendapatkan pembiayaan alat berat dari perusahaannya.
“Kita fokusnya banyak di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera karena alat berat banyaknya di sana ya,” katanya kepada Bisnis, Kamis (20/11/2025).
Adapun, sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi berpendapat data OJK yang menyebut Papua Selatan menjadi wilayah terbesar piutang pembiayaannya karena alat berat, tidak lepas dari pengaruhnya sebagai Program Strategis Nasional (PSN).
“Semua orang investasi, jadi food estate dan segalanya. Jadi, memang banyak keperluan alat berat di sana. Kalau ditanya apakah nanti ke depannya [tetap Papua Selatan yang jadi wilayah piutang pembiayaannya terbesar] ya saya enggak tahu,” sebut Suwandi.
Sebab demikian, dia menegaskan pemetaan piutang pembiayaan terbesar ke depannya itu tergantung dengan pertumbuhan ekonomi di masing-masing provinsi.
“Misalnya Kalimantan, Sulawesi, karena orang terus menambang dan segalanya, ya pasti di situ kan terus akan ada pembiayaan. Jadi tergantung pada saat adanya kebutuhan investasi ya di situ akan tumbuh,” tegasnya.
Sebagai informasi, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK lainnya OJK Agusman menyebut piutang pembiayaan di wilayah Provinsi Papua Selatan tumbuh 126,49% (year on year/YoY).
“Per September 2025, Provinsi Papua Selatan mengalami pertumbuhan piutang pembiayaan terbesar, yaitu sebesar 126,49% [YoY] menjadi Rp696,54 miliar,” katanya dalam lembar jawaban RDK Oktober 2025, dikutip pada Senin (17/11/2025).
Adapun, pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya peningkatan penyaluran pembiayaan alat-alat berat yang mencapai Rp351,58 miliar.