Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkap Yayasan Buddha Tzu Chi yang terafiliasi dengan konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan, bakal membangun sebanyak 2.500 unit hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
Ara menjelaskan, nantinya hunian tetap yang akan dibangun oleh Aguan tersebut akan tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.
"Waktu di Hambalang hari Minggu, saya melaporkan 2.000 unit rumah akan dibangun dari swasta, dari Yayasan Buddha Tzu Chi Pak Aguan. Malamnya ada tambahan 500 unit dari Pak Aguan, jadi 2.500 unit ya dari Pak Aguan," kata Ara di Kantor Kementerian PKP, Selasa (16/12/2025) malam.
Mendukung langkah tersebut, Ara juga mengaku akan mengalokasikan dana pribadinya untuk mendukung pembangunan 103 unit hunian tetap. Sehingga, total rumah yang bakal dibangun untuk masyarakat terdampak bencana Sumatra mencapai 2.603 unit.
Dalam paparannya, sebanyak 1.000 unit rumah akan dibangun di Provinsi Aceh, 1.003 unit dibangun di Provinsi Sumatra Utara, dan sisanya sebanyak 600 unit dibangun di Provinsi Sumatra Barat.
"Presiden meminta kita bekerja cepat, dan ini non-APBN. Kalau ada masalah aturan-aturan, jangan sampai menghalangi negara yang hendak membantu rakyat," imbuhnya.
Sebelumnya, Kementerian PKP mengungkap terdapat 139.485 unit rumah masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat. Di mana ratusan ribu rumah rusak tersebut tergolong ke dalam empat kategori, yakni rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, hingga hanyut.
"Jadi total yang rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, dan hanyut adalah 139.485 unit. Data per hari Minggu, 14 Desember 2025, jam 5.00 sore," kata Ara dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Dalam perinciannya, wilayah Aceh menjadi yang paling besar mengalami kerusakan. Berdasarkan catatannya, terdapat 38.553 unit rumah rusak ringan, 22.204 unit rusak sedang, 35.517 unit rusak berat, dan 4.295 unit rumah hanyut.
Dengan demikian, total rumah masyarakat wilayah Aceh yang terdampak bencana banjir hingga longsor menembus 100.569 unit rumah.
Kemudian, terdapat 29.766 unit rumah terdampak bencana di Sumatra Utara. Perinciannya: 19.936 unit rusak ringan, 4.304 unit rusak sedang, 4.351 unit rusak berat, dan 1.135 unit hanyut.
Terakhir, total rumah terdampak di wilayah Sumatra Barat mencapai 9.150 unit. Di antaranya 5.634 unit rusak ringan, 1.174 unit rusak sedang, 1.577 unit rusak berat, dan 765 unit dinyatakan hanyut.