Bisnis.com, JAKARTA - Internet disebut akan lumpuh imbas perang AS-Israel vs Iran. Namun bukan internet di seluruh dunia.
Dilansir dari Iran International, negara yang internetnya akan terganggu adalah Iran sendiri.
Laporan menyebut bahwa Iran telah memberlakukan pembatasan baru pada akses internet dengan semakin membatasi koneksi VPN dan dilaporkan menargetkan pengguna Starlink.
Hal ini akan membuat semakin sedikit orang yang dapat mengakses jaringan global.
Sebagaimana diketahui, tujuh belas hari setelah pecahnya perang, konektivitas di negara itu telah turun hingga sekitar satu persen dari tingkat normal.
Situasi tersebut menyebabkan sebagian besar orang tidak dapat mengakses internet global.
Laporan menyebut jika beberapa pengguna berhasil mengakses secara terbatas menggunakan konfigurasi VPN khusus.
Akan tetapi banyak yang mengatakan bahwa opsi tersebut sebagian besar sudah tidak berfungsi lagi sejak hari Minggu.
Ketika ditanya dalam sebuah wawancara dengan CBS mengapa ia dapat melakukan panggilan Zoom sementara warga biasa tidak dapat mengakses internet, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan bahwa ia memiliki akses karena ia adalah "suara rakyat Iran" dan harus membela hak-hak mereka.
Komentar tersebut menuai kritik dari warga Iran yang masih mampu terhubung secara singkat.
“Rakyat Iran sendiri tidaklah bisu, dan orang ini bukanlah suara mereka,” tulis seorang pengguna.
“Bukalah internet agar Anda dapat mendengar suara sebenarnya dari rakyat di dalam negeri," tulis yang lain.
Bahkan di antara sedikit orang yang masih bisa terhubung, internet hampir tidak dapat digunakan.
Pengguna mengatakan gambar dan video di media sosial sering gagal dimuat, dan dalam banyak kasus, fitur inti platform telah berhenti berfungsi.
“Pesan langsung praktis tidak terbuka, dan sebutan (mention) menghilang dengan cepat jika saya mencoba membalasnya,” kata seorang pengguna.
Laporan itu juga menyebut bahwa pada saat yang sama, peringatan telah menyebar luas secara online yang mendesak pemilik perangkat internet satelit Starlink untuk mematikannya.
Menurut unggahan yang beredar di media sosial, pasukan keamanan Iran mungkin secara aktif mencari perangkat Starlink dan menahan para penggunanya, dengan beberapa klaim penangkapan di kota-kota termasuk Teheran dan Kermanshah.
Peringatan tersebut menyebutkan bahwa kendaraan patroli yang dilengkapi dengan pemindai sinyal digunakan untuk mendeteksi emisi radio dari peralatan Starlink dan menentukan lokasinya.