Bisnis.com, JAKARTA — Emiten distributor mesin pengemasan dan suku cadang industri, PT Mitra Pack Tbk. (PTMP), mengincar pertumbuhan pendapatan dan kinerja berbalik laba pada 2026 seiring dengan strategi ekspansi pasar, penambahan portofolio produk alat medis, hingga penguatan jaringan di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PTMP Ardi Kusuma mengatakan tetap optimistis menjaga stabilitas pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri melalui penguatan teknologi dan peningkatan efisiensi operasional. Oleh karena itu, pertumbuhan kinerja keuangan pada 2026 berkisar 15%.
“Perseroan tetap optimistis menjaga stabilitas kinerja melalui ekspansi pasar, penguatan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasional,” jelasnya dalam Paparan Publik, Jumat (22/5/2026).
PTMP mencatatkan pertumbuhan penjualan sepanjang 2025 di tengah penguatan bisnis consumables dan ekspansi portofolio produk industri pengemasan. Penjualan neto sebesar Rp207,66 miliar pada 2025 atau meningkat 7,99% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp192,30 miliar.
Selain pertumbuhan penjualan, PTMP mencatat laba kotor sebesar Rp62,26 miliar, meskipun membukukan rugi sebesar Rp62,07 miliar. Catatan kerugian terutama disebabkan penyusutan aset tetap.
Dalam proyeksi bisnis tiga tahun ke depan, PTMP membidik penjualan neto sebesar Rp238,81 miliar pada 2026. Nilai tersebut ditargetkan meningkat menjadi Rp274,63 miliar pada 2027 dan Rp302,1 miliar pada 2028.
Dari sisi profitabilitas, perseroan menargetkan laba kotor Rp68,49 miliar pada 2026, meningkat menjadi Rp75,34 miliar pada 2027 dan Rp82,87 miliar pada 2028. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan mencapai Rp14,33 miliar pada 2026, kemudian naik menjadi Rp16,48 miliar pada 2027 dan Rp18,13 miliar pada 2028.
Ardi menjelaskan PTMP akan memperluas penetrasi pasar pada sektor makanan dan minuman, farmasi, serta produk konsumsi yang dinilai memiliki pertumbuhan permintaan stabil.
Selain itu, perseroan juga memperkuat solusi teknologi melalui pengembangan sistem coding and marking, labeling, hingga sistem inspeksi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan industri terhadap sistem pengemasan modern dan efisien.
Menurut Ardi, PTMP ingin memosisikan diri sebagai mitra strategis pelanggan dalam mendukung tren otomatisasi dan digitalisasi industri manufaktur.
“Pertumbuhan industri kemasan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi perseroan di pasar,” katanya.
Di samping penguatan bisnis inti sebagai distributor mesin pengemasan dan suku cadang industri, PTMP juga mulai menambah portofolio produk alat medis sekali pakai sebagai bagian dari diversifikasi usaha. Perseroan turut memperluas jaringan penjual resmi guna memperkuat penetrasi pasar domestik.
PTMP menilai prospek industri kemasan masih positif seiring pertumbuhan sektor manufaktur, ritel, dan e-commerce yang terus mendorong permintaan solusi pengemasan dan identifikasi produk di Indonesia.
Ke depan, PTMP akan memperluas jangkauan pasar melalui penguatan penjualan dan layanan purna jual di Semarang dan Surabaya. Perseroan juga melanjutkan inovasi produk yang sejalan dengan tren kemasan ramah lingkungan.
“Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha perseroan,” katanya.
Dalam operasional bisnis, PTMP terus memperluas penetrasi pasar melalui penambahan produk baru pada lini product inspection, product identification, hingga specialty packaging.
Pada lini product inspection, perseroan menambah portofolio dengan menggandeng merek premium asal Jerman, Bizerba, serta sistem inspeksi dari China guna menyasar pelanggan yang lebih sensitif terhadap harga.
Sementara itu, pada lini product identification, PTMP bekerja sama dengan principal Markem-Imaje untuk menyediakan solusi otomatisasi dan integrasi coding and marking dengan sistem manajemen produksi pelanggan.
Manajemen menyebut solusi tersebut telah diterapkan di sejumlah pelanggan seperti Chandra Asri Petrochemical dan Nutricia milik Danone Indonesia.
Adapun, pada segmen specialty packaging, PTMP memperluas portofolio melalui kerja sama dengan ULMA Packaging, produsen mesin pengemasan asal Spanyol. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi di industri pengemasan dan otomasi manufaktur yang terus berkembang.
Selain memperluas produk, PTMP juga mengedepankan layanan pra-penjualan dan purna jual melalui konsultasi, instalasi dan commissioning, layanan pemeliharaan berkala, hingga pelatihan produk dan seminar bagi pelanggan.