Bisnis.com, JAKARTA — Firma riset keamanan ESET menemukan 28 aplikasi penipuan di Google Play Store yang menjanjikan akses data pribadi secara ilegal. Seluruh aplikasi tersebut tercatat telah diunduh sebanyak 7,3 juta kali oleh pengguna Android di berbagai negara.
Kampanye penipuan ini dinamakan "CallPhantom" oleh para peneliti keamanan. Aplikasi tersebut mengklaim mampu memberikan akses kepada pengguna untuk melihat riwayat panggilan, log SMS, hingga riwayat panggilan WhatsApp dari nomor telepon mana pun.
Google telah menghapus seluruh aplikasi yang tercantum dalam laporan ESET dari Google Play Store. Pembersihan ini dilakukan setelah adanya konfirmasi aplikasi tersebut melanggar kebijakan dan merugikan pengguna secara finansial.
Peneliti keamanan ESET mengatakan pengguna diminta membayar sejumlah uang untuk mendapatkan informasi yang ternyata palsu. Data yang diterima pengguna bukanlah data valid, melainkan informasi yang dihasilkan secara acak oleh sistem.
Pihak pengembang menawarkan berbagai paket langganan kepada korban, mulai dari durasi mingguan hingga tahunan. Biaya yang dipatok berkisar antara US$6 hingga US$80 atau sekitar Rp95.000 hingga Rp1,27 juta per pengguna.
"Analisis kami menunjukkan bahwa data 'riwayat panggilan' yang disediakan oleh aplikasi ini sepenuhnya dibuat-buat," ujar pihak ESET dilansir dari TechRadar, Selasa (12/5/2026).
ESET menjelaskan aplikasi tersebut menghasilkan nomor telepon acak dan mencocokkannya dengan nama, waktu, serta durasi panggilan yang sudah tertanam dalam kode program. Hal ini membuat informasi yang ditampilkan seolah-olah terlihat nyata bagi pengguna awam.
Salah satu aplikasi yang teridentifikasi berjudul "Call History of Any Number" yang mencatut nama pengembang "Indian gov.in". Meskipun menggunakan nama menyerupai instansi resmi, aplikasi tersebut tidak memiliki kaitan dengan pemerintah India.
Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas korban penipuan ini berada di India yang merupakan pasar ponsel pintar terbesar kedua di dunia. ESET mencatat sebanyak 53,7% dari total deteksi CallPhantom di seluruh dunia ditemukan di negara tersebut.
Banyak dari aplikasi ini telah menyediakan kode negara +91 secara otomatis untuk menargetkan pengguna lokal. Selain itu, aplikasi tersebut mendukung sistem pembayaran Unified Payments Interface (UPI) yang lazim digunakan di India.
Google dilaporkan mengalami kesulitan dalam mengatur pengembalian dana (refund) kepada para korban. Hal ini terjadi karena beberapa aplikasi berhasil menghindari sistem penagihan resmi milik Google Play Store dalam menjalankan transaksinya.
Temuan ini bermula dari unggahan di platform Reddit pada November (2025) yang membahas aplikasi mencurigakan. ESET kemudian melakukan investigasi lebih lanjut setelah menyadari keberadaan aplikasi tersebut di toko aplikasi resmi pada Desember (2025).
Sebagai mitra dari App Defense Alliance, ESET memiliki kewajiban untuk melaporkan temuan kerentanan dan penipuan langsung kepada Google. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap aplikasi berbahaya yang lolos dari pemindaian awal.
Pengguna diimbau untuk selalu meninjau kolom komentar dan ulasan sebelum memasang aplikasi dari pengembang yang tidak dikenal. Peringatan dari pengguna lain di kolom komentar seringkali menjadi indikator awal adanya praktik penipuan dalam sebuah aplikasi.