Jeddah Tower di Arab Saudi, milik Pangeran Alwaleed Bin Talal, akan menyaingi Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi dunia dengan ketinggian 1.001 meter. [679] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Tak lama lagi gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa yang ada di Dubai akan punya pesaing. Jeddah Tower yang berdiri di Arab Saudi diperkirakan akan menyalipnya menjadi nomor satu.
Jeddah Tower adalah gedung pencakar langit megatall, sebuah bangunan dengan ketinggian lebih dari 600 meter, yang saat ini sedang dibangun di kota pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. Setelah selesai, gedung ini akan menjadi gedung tertinggi di dunia.
Gedung ini juga dikenal juga sebagai Burj Jeddah dan sebelumnya disebut Kingdom Tower.
Meskipun ketinggian akhirnya belum diumumkan, tetapi gedung pencakar langit ini direncanakan setidaknya 1.001 meter, menjadikannya gedung pertama di dunia dengan ketinggian satu kilometer.
Dengan ketinggian 1.000 meter, gedung ini memenuhi syarat sebagai gedung pencakar langit megatall. Saat ini hanya ada tiga gedung pencakar langit seperti ini di seluruh dunia, termasuk Burj Khalifa setinggi 830 meter di Dubai, gedung tertinggi di dunia saat ini.
Jeddah Tower akan melampaui ketinggian Burj Khalifa setidaknya 173 meter. Adapun, total lantainya diperkirakan akan mencapai 167 lantai di atas tanah, empat lantai lebih tinggi dari 163 lantai di gedung tertinggi di dunia saat ini.
Sebuah situs web yang didedikasikan untuk gedung ini bahkan menyatakan akan ada 252 lantai secara total, meskipun belum dikonfirmasi berapa banyak di antaranya yang akan berada di atas tanah dan berapa banyak yang akan berada di bawah tanah.
Gedung ini dirancang oleh arsitek Adrian Smith, yang memimpin studio spesialis pencakar langit Adrian Smith + Gordon Gill Architecture di Chicago, AS dan merupakan kepala arsitek Burj Khalifa.
Jeddah Tower nantinya akan memiliki siluet tiga sisi yang meruncing, terbuat dari beton bertulang dan baja, serta dilapisi kaca. Menurut Smith, bentuk bercabang tiga ini dimaksudkan untuk mereplika daun palem.
Selaku pemilik, Kingdom Holding Company mengumumkan bahwa proyek gedung tertinggi yang telah lama tertunda ini ditaargetkan selesai pada tahun 2028.
Pembangunan gedung yang memecahkan rekor ini dimulai pada tahun 2013, dua tahun setelah desainnya pertama kali diungkap. Awalnya, gedung ini berencana diluncurkan dan dibuka pada tahun 2020.
Sosok Pemilik Jeddah Tower
Di balik gedung tinggi dan ambisius ini ada nama putra kerajaan Arab Saudi, Pangeran Alwaleed Bin Talal Alsaud, seorang pengusaha miliarder Arab Saudi, dan investor, dengan kekayaan US$16 miliar atau setara dengan Rp266,4 triliun menurut Forbes.
Mengutip Forbes, Al Waleed adalah pendiri, kepala eksekutif (CEO) dan pemilik 95% dari Kingdom Holding Company, perusahaan konglomerat Saudi.
Al Waleed adalah cucu Abdulaziz, raja pertama Arab Saudi, dan Riad Al Solh, perdana menteri pertama Lebanon. Al Waleed bin Talal lahir di Jeddah pada 7 Maret 1955 dari pasangan Pangeran Talal bin Abdulaziz dan Mona El Solh.
Al Waleed menempuh pendidikan tinggi dengan berkuliah di Pinewood College di Beirut dan sempat menempuh pendidikan di King Abdulaziz Military Academy di Riyadh.
Pada tahun 1974, dia kembali ke Lebanon, kuliah di Choueifat School dan kemudian Manor School. Al Waleed juga menerima gelar sarjana administrasi bisnis dari Menlo College di California pada tahun 1979, dia menyelesaikannya dalam dua setengah tahun. Dia juga meraih gelar master dengan pujian dalam ilmu sosial dari Maxwell School of Citizenship and Public Affairs di Syracuse University pada tahun 1985, gelar yang dia selesaikan hanya dalam waktu 11 bulan.
Selesai menempuh pendidikan di Menlo, Al Waleed memulai kariernya, kembali ke Arab Saudi pada antara 1974-1975 untuk membuka perusahaan rintisan di bidang konstruksi dengan modal US$30.000 dari ayahnya. Dia membangun Kingdom Establishment pada 1980.
Pada tahun 2013, perusahaan tersebut memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$18 miliar. Dia juga memiliki Four Seasons Hotel George V di Paris dan sebagian dari Plaza Hotel di New York.
Secara pribadi dan melalui Kingdom Holding, Al waleed juga telah berinvestasi di X (sebelumnya Twitter) dan perusahaan terkait milik Elon Musk, xAI.
Di luar Kingdom Holding, dia juga memiliki properti di Arab Saudi, perusahaan film dan musik berbahasa Arab Rotana, dan sekitar 1,5% saham di perusahaan media sosial Snap.
Forbes sempat menghapus nama Al waleed dan miliarder Saudi lainnya dari daftar pada tahun 2018 setelah penahanan Al waleed dan lainnya selama beberapa bulan oleh pemerintah Saudi pada tahun 2017.
Namun, pada tahun 2025, Forbes kembali memasukkan Alwaleed dan warga Saudi lainnya ke dalam daftar miliarder tahunan.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56