Bisnis.com, JAKARTA — PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk. (WEHA) memperkirakan mengalami lonjakan penumpang khususnya dari segmen intercity shuttle DayTrans selama momentum Ramadan hingga arus mudik Idulfitri 2026.
Direktur Finance & Accounting WEHA Edgar Surjadi mengatakan secara historis bulan Ramadan memberikan dinamika tersendiri bagi perusahaan transportasi tersebut.
Pada satu sisi, permintaan armada bus pariwisata White Horse biasanya mengalami penurunan karena banyak sekolah maupun perusahaan menunda kegiatan wisata atau outing selama bulan puasa. Namun di sisi lain, penurunan tersebut biasanya dikompensasi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang mudik Lebaran.
“Secara historis, Ramadan memberikan dinamika dua sisi bagi WEHA. Permintaan bus pariwisata memang menurun, tetapi biasanya diimbangi secara signifikan oleh peningkatan permintaan shuttle antarkota menjelang mudik Lebaran,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Khusus untuk periode mudik Lebaran 2026, dia memproyeksikan tingkat keterisian penumpang pada segmen shuttle antarkota DayTrans akan meningkat sekitar 5% - 7%.
Untuk mencapai target tersebut, perusahaan telah melakukan berbagai persiapan operasional sejak awal tahun.
“Menjelang arus mudik dan arus balik, kami melakukan optimalisasi jadwal keberangkatan serta memastikan kesiapan armada dan kru melalui training intensif sejak Februari 2026,” kata Edgar.
Secara keseluruhan, WEHA menargetkan pertumbuhan pendapatan atau top line dan laba bersih bottom line sekitar 10% pada 2026.
Pertumbuhan tersebut diproyeksikan didorong oleh penguatan beberapa lini bisnis, mulai dari transportasi shuttle, penyewaan armada kontrak hingga jasa wisata. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, manajemen menilai momentum Lebaran tahun ini memiliki prospek mobilitas yang lebih kuat.
Pada 2025, periode Ramadan berlangsung penuh pada Maret atau kuartal I/2025 yang berdekatan dengan libur panjang Natal dan Tahun Baru, sehingga daya beli masyarakat untuk traveling belum sepenuhnya pulih.
Sebaliknya, pada 2026 jarak antarperiode liburan dinilai lebih ideal sehingga mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat. Selain itu, WEHA juga telah memperkuat kapasitas armada melalui belanja modal dalam dua tahun terakhir.
Sepanjang 2024–2025, perusahaan menambah puluhan unit armada baru mulai dari medium bus, luxury big bus hingga Hiace untuk layanan DayTrans, sehingga kapasitas angkut tahun ini lebih besar dibandingkan periode Lebaran sebelumnya.
Strategi Diversifikasi Bisnis
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, WEHA juga menjalankan strategi diversifikasi untuk menjaga stabilitas kinerja.
Salah satunya melalui penyewaan armada untuk antar-jemput karyawan perusahaan dan sekolah yang berbasis kontrak jangka panjang. Segmen ini dinilai memberikan arus kas yang lebih stabil dan relatif rendah risiko.
Selain itu, lini bisnis DayTrans juga terus membuka rute baru serta memperkuat integrasi transportasi dari sejumlah bandara strategis di Pulau Jawa.
Di sektor pariwisata, WEHA melalui platform Explorer.id juga mulai menyasar pasar korporasi dengan menawarkan paket outing karyawan dan perjalanan grup perusahaan.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.