Kediri (ANTARA) - Asosiasi Benih Nusantara (Asbenas) di Kediri, Jawa Timur, mengirimkan 200 ton jagung kualitas pangan atau jagung industri untuk diserap Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia (P3JI) dan industri pangan lainnya di Indonesia.
Wakil Ketua Asbenas di Kediri Dedy Supriadi mengatakan pengiriman jagung untuk pangan ini adalah perdana yang dilakukan oleh Asbenas.
"Untuk jagung spesifikasi pangan notabene selama ini jagung pangan itu hampir 100 persen didatangkan dari impor, karena memang standar kualitas itu berbeda antara jagung pakan dengan jagung pangan. Hari ini perdana ini kami coba kirim sekitar 200 ton," katanya ditemui usai pengiriman di Kediri, Jawa Timur, Selasa.
Ia mengatakan jagung itu dikirimkan ke sejumlah daerah di antaranya Cilegon, Wonogiri, kemudian Pasuruan, Krian, dan sejumlah daerah lainnya.
Dirinya menyebut, permintaan jagung pangan sebenarnya cukup bagus, per tahun antara 1 juta ton hingga 1,5 juta ton di Indonesia untuk anggota P3JI.
"Jumlah itu, juga masih lebih rendah ketimbang jagung untuk pakan yang kebutuhannya hingga 15 juta ton per tahun. Kalau produksi nasional tahun 2025 mencapai 16 juta ton jagung," katanya.
Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan untuk jagung pangan masih minim. Selain industri yang juga masih terbatas dengan hanya beberapa perusahaan besar, juga secara bahan baku hingga kini hampir 100 persen bahan baku dari impor.
"Bisa juga faktor demand, karena jagung pangan ini tidak hanya disuplai dari jagungnya itu sendiri, tapi juga ada industri setengah jadi. Jadi mereka juga bisa impor tepung jagung misalkan, impor dextrose, maltose langsung. Jadi itu mungkin juga sebagai faktor lain kenapa industrinya masih stagnan di kebutuhan 1,5 juta ton," kata dia.
Pihaknya menyebut, saat ini ada 14 perusahaan dalam negeri yang ikut mengirimkan jagung pangan secara perdana dengan varietas jagung yang bermacam-macam.
"Untuk kualitas jagung tetap sesuai standar, karena sebelum pengiriman juga sudah dilakukan uji standar mutu kandungan di jagung, baik kandungan pati, protein, dan lainnya sehingga sudah memenuhi syarat," katanya.
Menurut dia, pengiriman 200 ton jagung pangan tersebut merupakan langkah konkret Asbenas dalam mendukung pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor jagung pangan.
Selain itu, Asbenas juga ingin memastikan dari hulu benih, budi daya petani, hingga hilirisasi industri dapat berjalan mandiri dan berkualitas dengan menjadikan proses benih sebagai role model untuk menghasilkan jagung dengan kualitas jagung pangan.
Dia menambahkan adanya sinergi dengan perusahaan industri pangan dan dukungan dari Kementerian Pertanian menjadi kunci keberlanjutan program ini.
Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani Retno Widowati mengatakan pemerintah melakukan koordinasi dengan para produsen benih dan pemangku kebijakan lainnya untuk mengambil produk jagung pangan.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan bagian pengujian produk sehingga koordinasi yang terjalin kuat antarpemangku kebijakan ini membuat jagung untuk pangan makin bagus ke depannya.
"Kami berkoordinasi dengan para produsen benih, khususnya, kemudian dengan P3JI agar ada koordinasi yang kuat antara stakeholder ini," ujarnya.
Dalam pemberangkatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) RI, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kediri, TNI-Polri serta jajaran pengurus Asbenas.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026