Bisnis.com, JAKARTA — PT KMI Wire and Cable Tbk. (KBLI) menandatangani perjanjian kredit senilai total Rp750 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).
Direktur KMI Wire and Calbe Ilham menyampaikan penandatanganan fasilitas kredit itu dilaksanakan pada 8 Oktober 2025.
Pinjaman yang diperoleh KBLI terdiri atas kredit investasi refinancing sebesar Rp600 miliar dan kredit investasi baru (sub limit LC) senilai Rp150 miliar.
“Tujuan penggunaan fasilitas kredit investasi refinancing sebesar Rp600 miliar untuk tambahan modal kerja industri produksi kabel,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (11/10/2025).
Sementara itu, KBLI akan menggunakan kredit investasi baru sebesar Rp150 miliar dari Bank Mandiri untuk pembelian mesin dan peralatan beserta instalasi dan pembayaran atas LC jatuh tempo untuk pembayaran mesin dan peralatan yang dibiayai oleh fasilitas LC.
Ilham menjelaskan fasilitas kredit investasi refinancing dari Bank Mandiri memiliki jangka waktu selama 87 bulan dari tanggal penandatanganan perjanjian. Sementara itu, tenor fasilitas kredit investasi baru selama 72 bulan.
Untuk mendapatkan fasilitas kredit itu, KBLI menjaminkan aset berupa tanah bangunan, mesin peralatan, persediaan dan piutang usaha kepada Bank Mandiri.
“Pinjaman tersebut akan memperkuat kondisi keuangan perseroan, terutama untuk modal kerja dan kecepatan serta efisiensi proses produksi dalam rangka meningkatkan kinerja perseroan,” paparnya.
Hingga 30 Juni 2025, KBLI tercatat memiliki total aset Rp3,19 triliun. Adapun, total liabilitasnya mencapai Rp380,1 miliar dan total ekuitas KBLI sebesar Rp2,81 triliun.
Perseroan membukukan pendapatan Rp1,71 triliun pada semester I/2025 atau naik dari Rp1,56 triliun pada paruh pertama 2024. Meski demikian, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk KBLI turun dari Rp105,16 miliar pada semester I/2024 menjadi Rp84,16 miliar pada 6 bulan pertama 2025.