Bisnis.com, JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) tetap berjalan normal pasca gangguan infrastruktur akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut pada Senin (6/4/2026).
Manajemen operator bandara pelat merah tersebut secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pada atap di Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 yang sempat mengganggu kenyamanan pengguna jasa.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga debit air melebihi kapasitas sistem drainase pipa di area tersebut.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, penumpang, serta mitra usaha atas ketidaknyamanan ini. Lokasi saat ini sudah disterilkan untuk memastikan aspek keamanan dan pelayanan tetap terjaga," ujar Arie dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada saat kejadian berlangsung pukul 13.47–13.50 WIB, status peringatan kritis telah dikeluarkan. Peringatan tersebut mencakup wind shear warning di seluruh runway dengan kecepatan angin mencapai 30 knot.
Selain itu, terdapat aerodrome warning berupa thunderstorm rain (TSRA) dengan kecepatan angin berkisar 17–30 knot. Kondisi anomali cuaca inilah yang memberikan tekanan beban berlebih pada infrastruktur terminal.
InJourney Airports berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan fasilitas. Manajemen menargetkan perbaikan atap yang mengalami gangguan tersebut akan tuntas paling lambat pada Rabu, 8 April 2026.
"Penyelesaian pekerjaan akan dipercepat, dan kami memastikan perbaikan atap yang mengalami gangguan akan selesai diperkirakan pada 8 April 2026," tegas Arie.
Meskipun terdapat kendala teknis pada satu titik di Terminal 3, InJourney Airports menegaskan bahwa secara umum layanan operasional dan navigasi penerbangan di bandara tersibuk di Indonesia tersebut tetap berjalan lancar tanpa gangguan signifikan.
Sebagai informasi, InJourney Airports merupakan bagian dari Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung (InJourney) yang saat ini mengelola portofolio sebanyak 37 bandara di seluruh Indonesia. Langkah mitigasi infrastruktur kini menjadi fokus utama perseroan guna menghadapi potensi cuaca ekstrem di tengah periode transisi musim.