Kebakaran melanda pabrik briket PT Kokomaya di Cirebon, Rabu (25/2/2026), diduga akibat oven overheat. Dua ton bahan baku hangus, tidak ada korban jiwa. [488] url asal
Bisnis.com, CIREBON - Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah pabrik briket milik PT Kokomaya, Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/2/2026) malam.
Api diduga berasal dari oven produksi yang mengalami panas berlebih saat proses pembuatan briket berlangsung. Peristiwa ini menghanguskan sekitar 308 meter persegi bangunan dari total luas 1.000 meter persegi.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 18.26 WIB. Dua menit berselang, Regu 1 Sektor Weru langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Menurut Eno, armada tiba di lokasi pada pukul 18.43 WIB dan mendapati api telah membesar di area produksi. Kobaran api terlihat melahap bahan baku briket yang tersimpan di dalam oven serta menjalar ke bagian atap bangunan yang terbuat dari kayu, sehingga mempercepat penyebaran api.
Petugas kemudian meminta bantuan tambahan dari Sektor Sumber dan Sektor Palimanan guna memperkuat suplai air dan mempercepat proses pemadaman. Total tiga unit pancar dan satu unit water supply diterjunkan untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Lokasi kebakaran berada di sisi timur yang berdampingan dengan gudang rotan dan perumahan warga. Prioritas kami saat itu adalah mencegah api meluas dan melindungi bangunan lain,” ujar Eno, Kamis (26/2/2026).
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.45 WIB setelah upaya penyemprotan intensif selama lebih dari satu jam. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 20.40 WIB guna memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Eno menjelaskan, berdasarkan keterangan karyawan di lokasi, saat kejadian tengah berlangsung, aktivitas produksi menggunakan tiga oven yang berjajar. Oven nomor satu dari arah timur diduga mengalami overheat atau panas berlebih sehingga memicu percikan api yang menyambar bahan baku di sekitarnya.
“Satu oven berisi kurang lebih dua ton bahan baku briket. Material yang mudah terbakar itulah yang mempercepat pembesaran api sebelum akhirnya menjalar ke struktur atap,” katanya.
Dari hasil pendataan sementara, luas bangunan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 308 meter persegi, sementara sekitar 692 meter persegi lainnya berhasil diselamatkan dari amukan api. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, kerugian materiil hingga kini masih dalam proses perhitungan pihak pemilik pabrik. Petugas juga melakukan pengecekan menyeluruh pada area terdampak guna memastikan kondisi benar-benar aman sebelum meninggalkan lokasi.
Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala berupa kerumunan warga yang mendekat ke area kebakaran. Kondisi tersebut sempat mengganggu manuver armada pemadam yang membutuhkan ruang gerak yang cukup untuk penyemprotan dan suplai air.
Eno menambahkan, pihaknya mengimbau pelaku industri untuk melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi produksi, terutama peralatan yang beroperasi pada suhu tinggi. Ia menegaskan pentingnya sistem pengawasan suhu dan standar keselamatan kerja guna meminimalkan risiko kebakaran serupa di masa mendatang.
“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Kami mengingatkan setiap pengelola usaha yang menggunakan oven atau mesin bersuhu tinggi agar memastikan sistem pendingin dan pengaman berfungsi optimal,” tuturnya.
1772060073_0b198959-acee-4382-a693-4bd9b029875d.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56