Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatat annualized premium equivalent (APE) atau premi tahunan setara dari kanal bancassurance mencapai sekitar Rp1,5 triliun hingga kuartal IV/2025.
Untuk diketahui, APE merupakan indikator yang digunakan industri asuransi untuk mencerminkan nilai premi tahunan dari penjualan polis baru.
Country Chief Bancasurrance Officer Allianz Life Indonesia, Ancilla Lily, menyebut pihaknya juga mempertahankan posisi ketiga di pasar bancassurance (Banca Market) sejak kuartal III/2025 dan mencatat pertumbuhan 3,6% (year on year/YoY) dibandingkan dengan kinerja tahun buku 2024.
“Secara keseluruhan, pertumbuhan berjalan stabil, didukung oleh kolaborasi erat dengan mitra perbankan dan fokus pada menyediakan solusi yang relevan bagi nasabah,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (11/3/2026).
Ancilla membeberkan strategi menjaga pertumbuhan itu adalah dengan fokus pada penguatan kompetensi Financial Advisor yang melalui pelatihan terstruktur, penyelarasan komunikasi, dan memastikan kepatuhan di setiap titik layanan.
“Kami percaya kolaborasi dengan mitra perbankan untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dan konsisten akan menjadi fondasi pertumbuhan yang sehat, sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah terhadap nilai perlindungan jangka panjang,” tuturnya.
Untuk ke depannya, lanjutnya, pihaknya juga tetap terbuka terhadap peluang kerja sama dengan mitra yang memiliki visi sejalan, yaitu melindungi masa depan lebih banyak masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, Ancilla melihat bancassurance memiliki prospek yang positif pada 2026. Hal ini diiringi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jangka panjang.
“Dengan dukungan mitra perbankan dan strategi yang adaptif, kami optimis kanal ini akan terus memberikan kontribusi signifikan, baik terhadap perusahaan maupun terhadap industri asuransi jiwa,” tegasnya.
Untuk diketahui, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pada kuartal III/2025, pendapatan premi dari kanal distribusi bancassurance mencapai Rp55,28 triliun. Angka ini turun 4,2% YoY dari Rp57,70 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Ancilla merasa pihaknya tidak bisa menjelaskan kondisi keseluruhan industri. Pasalnya, di Allianz Life kanal bancassurance justru mencatatkan pertumbuhan yang positif.
“Hal ini sejalan dengan penguatan kolaborasi mitra dan perbaikan kualitas proses penjualan,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif AAJI Emira E. Oepangat menilai pergerakan itu utamanya dipengaruhi oleh perubahan komposisi produk yang dipasarkan melalui kanal bancassurance.
“Khususnya berkurangnya premi tunggal yang secara nominal biasanya bernilai besar dan dibayarkan sekaligus di awal,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir terlihat kecenderungan peningkatan porsi premi reguler yang nilainya per transaksi lebih kecil, tetapi bersifat berkelanjutan.
Tidak hanya karena itu, Emira memandang dinamika kondisi pasar investasi dan penyesuaian strategi distribusi perbankan turut memengaruhi capaian premi melalui kanal ini.