Bisnis.com, SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melaporkan sejumlah wilayah dikabarkan terdampak banjir.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, membeberkan sejumlah wilayah yang masih tergenang banjir di antaranya adalah Kabupaten Lamongan, Sidoarjo, Pasuruan, Gresik, dan Jombang.
"Wilayah yang genangannya masih cukup luas adalah di Lamongan. Sementara daerah lain kondisinya cenderung menurun dan sebagian sudah surut," kata Satriyo Nurseno, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir tersebut dipicu oleh dampak dari meluapnya sungai besar seperti Bengawan Solo.
Selain itu, sistem drainase yang disebut sudah tidak sanggup untuk menampung debit air usai hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi.
Satriyo membeberkan, Lamongan menjadi wilayah yang paling signifikan terdampak banjir, di mana sebanyak 6 kecamatan dilaporkan masih tergenang.
Antara lain adalah Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, dan sebagian wilayah Kota Lamongan.
Satriyo menjelaskan, pihaknya mencatat total sebanyak 2.031 rumah warga tergenang dengan ketinggian air mulai dari 5-59 centimeter. Selain melanda wilayah pemukiman, satu fasilitas umum yakni RSUD Soegiri juga terdampak banjir.
"Status tanggap darurat di Lamongan sudah diperpanjang sampai 26 Januari 2026. Pompa di Rumah Pompa Kalitengah masih dioperasikan untuk mengurangi debit air Bengawan Jero," bebernya.
Kemudian di Sidoarjo, banjir juga melanda Desa Kedungbanteng dan Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 25 centimeter. Sementara wilayah lain seperti Waru, Candi, dan Sidoarjo Kota dilaporkan sudah mulai surut.
Banjir di Pasuruan pun menyebabkan genangan banjir di Kecamatan Beji. Beberapa dusun di Desa Kedungringin masih tergenang setinggi 10 hingga 30 centimeter, tetapi kondisinya dikabarkan mulai berangsur menurun.
"Kecamatan lain seperti Gempol, Bangil, Kraton, Rembang, dan Pohjentrek sudah dinyatakan surut," katanya.
Lebih lanjut, di Gresik, banjir masih terpantau di Kecamatan Cerme, khususnya di Desa Dungus, Pandu, dan Morowudi.
Ratusan rumah, persawahan, tambak, serta sejumlah fasilitas umum terdampak genangan meski secara umum tren mulai menurun.
Terakhir, di Jombang, genangan tersisa berada di Kecamatan Ngusikan, Desa Ketapangkuning, dengan ketinggian sekitar 5 hingga 10 centimeter dan kondisinya sudah berangsur menurun.
Satriyo menyatakan bahwa tidak terdapat laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. BPBD Jawa Timur bersama jajaran terkait tetap bersiaga melakukan pemantauan tinggi muka air sungai serta menyiagakan peralatan kedaruratan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai karena potensi hujan masih ada," ucap dia.