Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah mulai menata pengungsian korban longsor Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masih dipadati warga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Herman Suryatman mengatakan selain memberikan kompensasi kontrakan senilai Rp10 juta, saat ini petugas akan memulangkan warga yang rumahnya berada di zona hijau. Warga di zona hijau bencana saat ini turut memadati posko penampungan korban longsor Desa Pasirlangu.
"Untuk zona hijau kembali (ke rumah) dan zona merah boleh mengungsi di sini," ucap Herman Suryatman di Kantor Desa Pasirlangu, KBB, Senin (26/1/2026).
Rencananya petugas akan menggandeng Badan Geologi untuk memetakan wilayah terdampak longsor mulai dari radius rawan hingga aman. Pemetaan ini penting agar warga di zona hijau tidak ikut khawatir akan terkena bencana.
"Hari ini akan hadir dari Badan Geologi untuk memetakan zona merah dan zona hijau. Karena banyak sekali warga datang mengungsi karena khawatir. Sehingga kami perlu menghadirkan pendekatan sains dengan menghadirkan Badan Geologi," ungkapnya.
Menurutnya korban yang terverifikasi secara berkala akan mendapatkan bantuan tunai dari Gubernur Jabar sebesar Rp10 juta. Terutama bagi mereka yang rumahnya terkena sapuan longsor.
"Kita melaksanakan sinkronisasi agar manajemen penanganan bencana bisa efektif dan semua bidang bisa bekerja optimal terutama pengelolaan pengungsi. Sebagian warga zona merah juga didata oleh Pak Gubernur mendapat uang kontrak dan kehidupan sehari-hari Rp10 juta," katanya.
Selagi mendata, warga yang belum mendapatkan santunan atau kompensasi akan tinggal di pengungsian. Herman memastikan logistik di pengungsian sudah memadai untuk melayani warga.
"Nanti yang belum dapat santunan akan di-handle dulu di sini kita buatkan dapur umum untuk 750 orang, toilet umum portabel, kesehatan, kami pastikan hari ini tersedia," katanya.
Sebelumnya, Tim evakuasi berhasil menemukan 25 jenazah korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan dari 25 kantung, petugas telah berhasil mengidentifikasi 17 jenazah.
"Dari 25 bodpack, infomasi pagi ini, 17 sudah teridentifikasi dan sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing, dan 8 bodpack masih proses identifikasi," katanya di kantor Desa Pasirlangu, Senin (26/1/2026).
Tim SAR juga kembali mendapatkan tambahan 3 alat berat telah berada di area longsor guna mempercepat proses pencarian.
"3 ekskavator, kecil ya dari BPBD provinsi, dari Bina Marga Provinsi, dan BBWS, kalau kurang kami tambah lagi, nanti Basarnas yang menentukan kebutuhan lapangan," ungkapnya.