Bisnis.com, BANDUNG— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau seluruh penumpang untuk menjaga dan memperhatikan barang bawaan pribadi selama berada di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api.
Peningkatan imbauan ini dilakukan menyusul tingginya jumlah barang yang tertinggal dengan taksiran total nilai mencapai Rp1.488.126.287 sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa menjaga barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan di seluruh titik perjalanan, mulai dari ruang tunggu hingga di dalam gerbong kereta.
“Kami terus mengingatkan agar pelanggan selalu waspada dan tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan, baik di ruang tunggu, peron, maupun di dalam kereta. Kewaspadaan pelanggan menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar Kuswardojo, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.
KAI Daop 2 Bandung menganjurkan pelanggan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, seperti rak bagasi dan tempat penyimpanan di atas tempat duduk, untuk menempatkan barang secara tertib. Selain itu, pelanggan diimbau tidak membawa barang berlebihan yang berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Sebagai bentuk layanan tambahan, KAI menyediakan layanan Lost and Found bagi pelanggan yang kehilangan atau ketinggalan barang di area stasiun maupun di dalam kereta. Meskipun demikian, Kuswardojo kembali mengingatkan peran aktif pelanggan.
"Layanan Lost and Found ini merupakan bentuk kepedulian KAI terhadap pelanggan. Namun demikian, kami tetap menekankan bahwa menjaga barang bawaan pribadi merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan,” jelas Kuswardojo.
Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, KAI Daop 2 Bandung telah mengamankan total 2.805 barang tertinggal milik pelanggan. Barang yang ditemukan mencakup makanan, barang-barang umum (seperti tas, buku, pakaian, helm), dan barang berharga (seperti ponsel, laptop, dan uang tunai).
Dari ribuan barang tersebut, sebanyak 756 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, 38 barang dimusnahkan karena berupa makanan yang sudah tidak layak konsumsi, dan 1.092 barang diserahkan ke panti sosial karena sudah lama tidak diambil oleh pemiliknya. Hingga saat ini, sebanyak 919 barang lainnya masih tersimpan dan belum diambil.
Kuswardojo menambahkan, apabila pelanggan menemukan atau kehilangan barang, mereka wajib segera melaporkannya kepada petugas KAI terdekat di stasiun atau kondektur di dalam kereta api.
Hal ini bertujuan agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin sesuai prosedur yang berlaku. KAI Daop 2 Bandung pun kata dia berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan.