PT KAI Divre III Palembang dukung distribusi BBM Sumbagsel saat Lebaran 2026 dengan kereta api, memastikan pasokan aman dan tepat waktu. [773] url asal
Bisnis.com, PALEMBANG - Dalam rangka memastikan kelancaran distribusi energi selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang turut berperan aktif mendukung distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa selama masa Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 13 Maret 2026 hingga 23 Maret 2026, distribusi BBM berjalan dengan aman, lancar, dan tepat waktu.
Distribusi BBM difokuskan dari Integrated Terminal (IT) Palembang atau Kertapati menuju sejumlah Fuel Terminal (FT) strategis di wilayah Sumbagsel, yaitu Baturaja, Lahat, dan Lubuklinggau. Proses distribusi ini memanfaatkan moda kereta api dengan rangkaian gerbong ketel (RTW) yang andal, termasuk adanya penambahan armada guna meningkatkan kapasitas angkut.
“Kereta api menjadi tulang punggung distribusi energi yang efisien dan aman, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Aida.
Distribusi BBM diawali dari Integrated Terminal Palembang yang menerima pasokan melalui jaringan pipa dari Kilang Refinery Unit III Plaju. Selanjutnya, BBM yang terdiri dari Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar didistribusikan ke Fuel Terminal tujuan menggunakan rangkaian kereta api.
Adapun jarak pengiriman dari IT Palembang menuju masing-masing Fuel Terminal yaitu sekitar 173 km ke Baturaja, 190 km ke Lahat, dan 305 km ke Lubuklinggau. Dalam satu kali perjalanan, rangkaian kereta BBM terdiri dari 12 hingga maksimal 18 gerbong ketel, dengan kapasitas angkut mencapai 500 hingga 650 kiloliter atau setara 500.000 hingga 650.000 liter.
Selama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, total kumulatif BBM yang berhasil didistribusikan mencapai 16.986.870 liter, capaian tersebut menunjukkan tren positif dalam pengangkutan BBM menggunakan kereta api, sekaligus membuktikan keandalan moda transportasi ini dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat, khususnya pada periode dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Lebaran.
Selain mampu mengangkut dalam volume besar sekaligus, kereta api juga menawarkan keunggulan berupa ketepatan waktu, bebas dari kemacetan lalu lintas, serta lebih ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
Secara keseluruhan, selama bulan Maret 2026, KAI Divre III Palembang telah mengangkut BBM sebanyak 34.093.436 liter.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar, aman, dan tepat waktu. KAI Divre III Palembang berkomitmen memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi logistik nasional. Dengan terjaganya distribusi energi yang optimal, diharapkan masyarakat dapat menjalani masa Angkutan Lebaran 2026 dengan penuh kebahagiaan saat berkumpul bersama keluarga,” tutup Aida.
Dalam rangka memastikan kelancaran distribusi energi selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang turut berperan aktif mendukung distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa selama masa Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 13 Maret 2026 hingga 23 Maret 2026, distribusi BBM berjalan dengan aman, lancar, dan tepat waktu.
Distribusi BBM difokuskan dari Integrated Terminal (IT) Palembang atau Kertapati menuju sejumlah Fuel Terminal (FT) strategis di wilayah Sumbagsel, yaitu Baturaja, Lahat, dan Lubuklinggau. Proses distribusi ini memanfaatkan moda kereta api dengan rangkaian gerbong ketel (RTW) yang andal, termasuk adanya penambahan armada guna meningkatkan kapasitas angkut.
“Kereta api menjadi tulang punggung distribusi energi yang efisien dan aman, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Aida.
Distribusi BBM diawali dari Integrated Terminal Palembang yang menerima pasokan melalui jaringan pipa dari Kilang Refinery Unit III Plaju. Selanjutnya, BBM yang terdiri dari Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar didistribusikan ke Fuel Terminal tujuan menggunakan rangkaian kereta api.
Adapun jarak pengiriman dari IT Palembang menuju masing-masing Fuel Terminal yaitu sekitar 173 km ke Baturaja, 190 km ke Lahat, dan 305 km ke Lubuklinggau. Dalam satu kali perjalanan, rangkaian kereta BBM terdiri dari 12 hingga maksimal 18 gerbong ketel, dengan kapasitas angkut mencapai 500 hingga 650 kiloliter atau setara 500.000 hingga 650.000 liter.
Selama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, total kumulatif BBM yang berhasil didistribusikan mencapai 16.986.870 liter, capaian tersebut menunjukkan tren positif dalam pengangkutan BBM menggunakan kereta api, sekaligus membuktikan keandalan moda transportasi ini dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat, khususnya pada periode dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Lebaran.
Selain mampu mengangkut dalam volume besar sekaligus, kereta api juga menawarkan keunggulan berupa ketepatan waktu, bebas dari kemacetan lalu lintas, serta lebih ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
Secara keseluruhan, selama bulan Maret 2026, KAI Divre III Palembang telah mengangkut BBM sebanyak 34.093.436 liter.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar, aman, dan tepat waktu. KAI Divre III Palembang berkomitmen memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi logistik nasional. Dengan terjaganya distribusi energi yang optimal, diharapkan masyarakat dapat menjalani masa Angkutan Lebaran 2026 dengan penuh kebahagiaan saat berkumpul bersama keluarga,” tutup Aida.
PT Pertamina Patra Niaga mulai menyalurkan Biosolar B40 Performance di Sumbagsel untuk industri, fokus pada efisiensi dan pembakaran bersih tanpa target penjualan harian. [305] url asal
Bisnis.com, PALEMBANG— PT Pertamina Patra Niaga mulai menyalurkan produk Biosolar B40 Performance di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) untuk segmen konsumen industri. Penyaluran akan dilanjutkan secara bertahap di seluruh terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) di area Sumbagsel.
Region Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Frilo Fitrasali Hutagalung menuturkan produk B40 Performance memiliki potensi pasar yang besar di wilayah tersebut.
Hal ini sejalan dengan karakteristik Sumbagsel yang didominasi berbagai sektor industri, seperti pertambangan batu bara dan perkebunan.
"Untuk Sumbagsel, penggunaan B40 performance sebagai BBM solar itu sangat besar karena di sini banyak sekali industri," ujarnya di Palembang, Senin (26/1/2026).
Pada tahap awal, lanjut Frilo, perseroan belum menetapkan target penjualan harian. Fokus utama saat ini adalah memperkenalkan produk kepada konsumen industri agar dapat mulai menggunakannya.
Dia menjelaskan, B40 Performance dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang lebih bersih. Produk ini mampu mengatasi sifat higroskopis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang kerap menyebabkan korosi, penumpukan pengotor pada jalur BBM, hingga gangguan pada engine dan injector.
"Dari hasil pengujian kami bisa memberikan peningkatan efisiensi 6% dari penggunaan biosolar B40 performance dibanding biosolar biasa," tuturnya.
Frilo menambahkan, saat ini produk tersebut masih difokuskan untuk konsumen industri. Ke depan, peluang perluasan ke segmen lain akan dievaluasi berdasarkan respons pasar serta hasil implementasi di lapangan.
"Kita akan lihat ke depannya apakah ini juga akan bisa applicable di level yang lain," imbuh Frilo.
Sementara itu, Integrated Terminal Manager Palembang M. Ali Ba’bud mengatakan, untuk mendukung produksi B40 Performance, saat ini belum diperlukan pengembangan infrastruktur khusus.
"Untuk penempatan infrastruktur sementara ini belum ada, masih kualitas yang ada kita gunakan saat ini," kata dia.
Ali menyebutkan, rata-rata penyaluran solar di wilayah Sumbagsel, termasuk untuk konsumen industri, ritel, dan depot, mencapai sekitar 4.000 kiloliter per hari.
"Termasuk konsumen retail, dan konsumen depot rata-rata 4.000 kiloliter per hari," pungkasnya.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatra bagian selatan (Sumbagsel) dalam kondisi ... [428] url asal
Kedatangan BPH Migas ini, pertama, memastikan sepanjang periode Natal-tahun baru ini stok BBM di wilayah Sumbagsel aman...,
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatra bagian selatan (Sumbagsel) dalam kondisi aman menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Anggota Komite BPH Migas Hasbi Anshory dalam keterangannya di Jakarta, Kamis mengatakan, pasokan BBM di lima provinsi Sumbagsel yakni Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung, cukup dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa libur panjang.
Pada Rabu (3/12/2025), Hasbi melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas BBM seperti Integrated Terminal (IT) Palembang, Kantor Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga (PPN), dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Palembang, Sumsel.
"Kedatangan BPH Migas ini, pertama, memastikan sepanjang periode Natal-tahun baru ini stok BBM di wilayah Sumbagsel aman. Itu dulu yang pertama. Kemudian, kita akan memonitor Sumbagsel, kita pastikan bahwa stok BBM dalam keadaan aman," ujarnya di salah satu SPBU Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.
Lebih lanjut, Hasbi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang terkait pasokan BBM menjelang Natal-tahun baru ini.
BPH Migas akan menjaga agar BBM tersedia dan siap disalurkan kepada konsumen.
"Kita memastikan, walaupun ada antrean sedikit, tetapi stok (BBM) ada. Jadi, jangan ada panic buying atau panik, nanti membeli dalam jumlah besar. Yang jelas, kami memastikan stok ada di SPBU dalam menghadapi akhir tahun ini," tegasnya.
Hasbi juga mengingatkan pengelola SPBU wajib menyalurkan BBM subsidi dan kompensasi sesuai dengan regulasi agar tepat sasaran kepada pengguna yang berhak.
"BBM subsidi dan kompensasi harus disalurkan sesuai dengan aturan. Agar hal ini dapat mengamankan BBM subsidi dan kompensasi tepat sasaran," sebutnya.
Anggota Komite BPH Migas Hasbi Anshory melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas BBM menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Palembang, Sumsel, Rabu (3/12/2025). ANTARA/HO-Humas BPH Migas
Executive General Manager Regional Sumbagsel PPN Erwin Dwiyanto menjelaskan, Pertamina siap memberikan pelayanan terbaik melalui empat pilar layanan masa Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam mendistribusikan BBM di wilayah Sumbagsel.
"Kami berkomitmen melalui layanan energi, layanan promosi, layanan wilayah atensi, dan layanan tambahan melalui lembaga penyalur untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sebagai bentuk kesiapsiagaan operasional perusahaan, sehingga pasokan dan distribusi BBM berjalan aman dan lancar," ucapnya.
Kunjungan lapangan ini turut dihadiri Region Manager Retail Sales PPN Sumbagsel Ayub Ritto, Region Manager Sales & Distribution Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Rahdian Mahardika, IT Manager Palembang M Ali Ba'bud, dan Sales Area Manager PPN Sumatera Selatan Jimmy Wijaya.
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56