Bisnis.com, BOGOR — American & Efird (A&E), produsen benang garmen asal Amerika Serikat (AS) optimistis tarif resiprokal dari Negeri Paman Sam tidak akan menjadi ganjalan untuk perusahaan melakukan ekspansi pada 2026.
Adapun, tarif resiprokal AS untuk Indonesia adalah 19%. Angka itu disepakati setelah negosiasi intens pada Juli 2025, menggantikan tarif awal 32%.
Managing Director South Asia A&E Angelo Leanage menilai Tarif Trump merupakan tantangan yang sudah lewat. Menurutnya, pada tahun ini pihaknya bakal berfokus pada pengembangan pasar.
Dia menyebut A&E Indonesia bakal berfokus menggenjot produksi benang untuk kebutuhan apparel dan sepatu.
"Ketika itu [tarif resiprokal] sudah lewat, Kita akan fokus untuk growth, kita akan fokus untuk tumbuh, Kita memaksimalkan bagaimana caranya di tahun ini itu tumbuh sesuai dengan apa yang kita harapkan. Terutama yang terbesar di footwear dan di aparel," ucap Leanage di Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/1/2026).
Dia menambahkan bahwa A&E bakal mengembangkan fasilitas produksi. Leanage juga menyebut pihaknya memiliki pabrik di 29 negara.
Menurutnya, pengembangan fasilitas produksi tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetap di pabrik-pabrik di negara lain.
"Tiap negara pun pasti akan berlomba-lomba bagaimana caranya buat perform. Terutama di Indonesia setelah kita melalui tahun lalu dengan banyak challenge," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur A&E Sanjay Chandraratna mengatakan pada 2026 pihaknya juga bakal mengembangkan produksi benang untuk kebutuhan footwear atau sepatu.
Dia menjelaskan, produksi benang untuk produsen sepatu sudah dilakukan sejak akhir 2025. Menurutnya, hal itu bakal digalakan pada tahun ini.
Pengembangan itu tak lepas dari pasar AS sebagai pangsa utama A&E yang sedang berekembang. Selain AS, pasar Eropa hingga Jepang pun turut menunjukan potensi.
"Kita kuat tidak hanya di satu divisi, tapi di tiga divisi. Apparel, backpack, dan juga sepatu. Kita sudah mulai sepatu di akhir 2025 dan akan terus tumbuh di tahun 2026," katanya.
A&E sendiri mengadakan Pertemuan Umum 2026 di Bogor, Jawa Barat pada hari ini. Acara itu dihadiri oleh seluruh karyawan beserta tim manajemen dari Indonesia dan kepemimpinan regional Asia Selatan.
Pertemuan Umum ini berfungsi sebagai momentum strategis bagi A&E Indonesia untuk meninjau strategi pertumbuhan dan komitmen industri yang diuraikan pada tahun sebelumnya.
Pertemuan itu sekaligus menetapkan arah yang jelas yang berfokus pada penataan ulang, konsolidasi, dan ekspansi yang ditargetkan di seluruh segmen bisnis utama di tahun mendatang.
Manajemen menekankan bahwa tahun mendatang akan menandai fase kalibrasi strategis, memperkuat bisnis inti, mengoptimalkan operasi, dan memastikan sumber daya selaras dengan penciptaan nilai jangka panjang.
Perusahaan menguraikan rencana untuk merampingkan operasi, meningkatkan efisiensi, dan memperdalam keterlibatan di seluruh segmen inti, sambil terus mempertahankan komitmen terhadap kualitas, keberlanjutan, dan kemitraan industri.