Bisnis.com, JAKARTA — Emiten industri kemasan plastik PT Berlina Tbk. (BRNA) menargetkan penjualan neto sebesar Rp1,057 triliun pada 2026 meskipun dibayangi gejolak geopolitik global
Presiden Direktur Berlina Pujihasana Wijaya mengatakan perseroan tetap optimistis mencatatkan pertumbuhan kinerja positif meski menghadapi tekanan dinamika global dan volatilitas pasar yang lebih tinggi dibandingkan biasanya.
“Gejolak geopolitik bukan hal baru buat kami sebagai pemain plastik. Ini bagian dari dinamika tersebut, hanya volatilitasnya lebih besar dari biasanya,” ujar Pujihasana dalam paparan publik, Jumat (8/5/2026).
Dia menjelaskan perseroan telah melakukan mitigasi sejak awal melalui penyesuaian dalam kontrak dengan pelanggan sehingga dampak tekanan eksternal dapat dikelola secara normal.
“Apapun yang kami lakukan merupakan kesepakatan bersama dengan pelanggan. Kami melakukan eksekusi secara terukur sesuai kebutuhan pelanggan,” katanya.
Memasuki 2026, BRNA memproyeksikan penjualan neto mencapai Rp1,05 triliun dengan EBITDA sebesar Rp211,4 miliar serta mempertahankan margin EBITDA di level 20%. Target tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat profitabilitas dan menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Pujihasana menuturkan perseroan berharap pembenahan valuasi dapat tercermin setelah perusahaan melewati fase restrukturisasi operasional dan organisasi sejak 2021.
“Kami yakin kinerja 2026 akan membukukan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Pada 2025, Berlina berhasil mencatatkan laba bersih Rp14,9 miliar, berbalik dari kerugian Rp13 miliar pada 2024. Perseroan juga mencatat kenaikan EBITDA sebesar 11,3% meski pertumbuhan penjualan relatif terbatas akibat perubahan portofolio bisnis.
Dari sisi rasio keuangan, margin EBITDA terhadap penjualan neto meningkat dari 18% menjadi 20%, sedangkan rasio laba terhadap ekuitas berbalik dari negatif 1,3% menjadi positif 1,5%. Perseroan menilai perbaikan tersebut mencerminkan penguatan fundamental operasional yang dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Selain memperkuat efisiensi, BRNA juga memfokuskan pengembangan bisnis pada galon air mineral berbahan polyethylene terephthalate (PET) yang dinilai lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan tren keberlanjutan industri kemasan.