Bisnis.com, JAKARTA - Game franchise open world Grand Theft Auto (GTA IV) menjadi salah satu game yang diproduksi dengan biaya paling mahal di dunia.
Melansir dari Screenrant, Rockstar diperkirakan mengeluarkan biaya mencapai US$3 miliar untuk memproduksi game franchise legendaris tersebut.
Sejak diumumkan pada tahun 2022, para analis telah memperkirakan bahwa Rockstar North selaku studio yang memproduksi akan mengeluarkan biaya yang lebih mahal dari game franchise lainnya yang telah dibuat seperti Call of Duty: Modern Warfare II dan Red Dead Redemption 2, di mana keduanya menelan biaya mencapai US$370 juta dan US$450 juta.
Rockstar North Studio saat ini bisa dibilang sebagai salah satu studio paling sukses dalam memproduksi game-game franchise seperti GTA dan lainnya.
Kesuksesan Rockstar tentunya tak lepas dari peran pendiri studio tersebut yaitu Sam Houser.
Berikut Bisnis merangkum profil dan perjuangan Houser mengembangkan Rockstar.
Sam Houser lahir pada 3 November 1971 di London, Inggris. Houser merupakan founder sekaligus produser eksekutif di Rockstar Games yang didirikan bersama saudaranya Dan Houser, Jamie King, Gary Foreman, dan Terry Donovan.
Sebelum berkecimpung di dunia game, Sam Houser sempat bergabung dengan Bertelsmann Music Group pada tahun 1990, dengan bekerja di bagian pengiriman pos perusahaan.
Houser bekerja di BMG hingga tahun 1996 dengan jabatan terakhir sebagai kepala pengembangan di BMG Interactive.
Sam Houser bersama saudaranya, Dan Houser mendirikan Rockstar Studios yang sebelumnya bernama DMA Design pada tahun 1998 berbekal pengalaman kerjanya di bidang digital.
Rockstar merilis sekuel game franchise pertama mereka yakni Grand Theft Auto (GTA) pada awal tahun 2000-an.
Lalu, sekuel selanjutnya GTA III pada tahun 2001, diikuti GTA Vice City di tahun 2002, GTA: San Andreas di tahun 2004 yang menjadi salah satu game tersuksesnya.
Grand Theft Auto semakin laris di pasaran sehingga membuat Rockstar terus merilis sekuel berikutnya yakni GTA IV dan GTA V pada tahun 2013.
Hingga saat ini, Rockstar tengah membuat proyek ambisius sejak 2022 lalu mengenai sekuel selanjutnya dari Grand Theft Auto yakni GTA VI yang diprediksi akan dirilis November mendatang.
Selain Grand Theft Auto, Rockstar juga berhasil mengembangkan dua game franchise lainnya yakni Red Dead Redemption dan Call of Duty.