Bisnis.com, BANDUNG— Binus University bersiap menyambut usia ke-45 tahun dengan memperkuat visi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia pada tahun 2035.
Direktur Kampus Binus Bandung, Johan Muliadi Kerta menjelaskan, Binus juga saat ini terus mencetak banyak agen perubahan yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat.
Menurut dia, satu upaya tersebut melalui kurikulum inovatif yang mempersiapkan mahasiswa siap kerja dan mencetak wirausahawan handal.
"Visi Binus kita sebut visi 2035 itu menjadi perguruan tinggi berkelas dunia dengan membina dan memberdayakan masyarakat untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Johan kepada Bisnis, belum lama ini.
Ia menambahkan visi tersebut mendorong Binus untuk tidak hanya dikenal sebagai perguruan tinggi Indonesia berstandar global, tetapi juga melalui semua pemangku kepentingannya, terutama dosen dan mahasiswa, agar dapat berkontribusi kepada masyarakat.
Untuk mencapai visi tersebut, Binus University menerapkan konsep kurikulum 2+1+1. Konsep ini membagi masa perkuliahan menjadi dua tahun di kampus asal, satu tahun untuk mobility (mobilitas antar kampus atau program studi sesuai minat) dan satu tahun program enrichment.
Johan memaparkan program enrichment menawarkan tujuh jalur pilihan, meliputi magang di industri, riset di lembaga penelitian, pengabdian masyarakat (community service), atau studi di luar negeri (study abroad).
Konsep ini menurut dia cukup efektif dalam menyiapkan lulusan yang bisa berkompetisi serta memiliki kompetensi.
"Mereka mempraktikkan apa yang sudah mereka dapatkan, makanya kita sebut 2,5 tahun itu siap karier," jelas dia.
Selama menjalani program enrichment, para mahasiswa dipastikan tetap dalam pantauan ketat melalui fakultas supervisor dan site supervisor dari perusahaan atau lembaga mitra.
Lebih jauh, Johan juga menjelaskan saat ini Binus University dikenal sebagai institusi yang banyak melahirkan wirausahawan baru.
Hal ini bukan kebetulan, tapi sudah sejalan dengan salah satu sasaran strategis Binus, yaitu "dua dari tiga lulusan itu bisa berkarya di perusahaan global atau menjadi entrepreneur."
Untuk mencapai tujuan ini, setiap mahasiswa di semua jurusan di Binus wajib mengikuti mata kuliah kewirausahaan yang menggunakan metode design thinking, meliputi ideation, prototyping, dan market testing.
"Binus memfasilitasi, makanya di seluruh jurusan mereka mendapatkan ada namanya mata kuliah entrepreneurship," kata dia.
Ia menyontohkan fenomena di Binus Bandung yang sebagian besar mahasiswanya memilih jurusan bisnis, dengan tren usaha yang banyak diminati mahasiswa saat ini adalah fashion dan foodand beverage.
Adanya Binus Incubator juga turut mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi wirausaha mereka.
“Fokus pada pencetakan wirausaha ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja baru,” kata dia.