Bisnis.com, JAKARTA— PT Sari Kreasi Boga Tbk. (RAFI) atau SKB Food berencana memacu lini bisnis sektor agrifood sebagai penopang utama pendapatan.
Direktur Utama SKB Food Eko Pujianto mengatakan arah strategis perusahaan memperkuat bisnis eksisting sehingga secara fundamental semakin kokoh. Pada 2026, SKB Food akan melakukan digitalisasi dan penggunaan sistem IT dalam perluasan jaringan distribusi dan rantai pasok, mencakup produk pangan dan non-pangan.
Perseroan juga akan membangun lebih banyak brand seperti Rafi Express, Rafina (produk beras), EsKabeh (Seafood), dan Sedap Kesayangan Boenda (Sekeboen) yang merupakan produk makanan siap santap (ready to eat).
”Arah strategis ini merupakan pilar untuk mencapai visi besar SKB Food sebagai integrated food company baik untuk agrifood maupun seafood. Perseroan menempatkan diri sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan nasional,” ujar Eko Pujianto dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).
Secara umum, perseroan menjelaskan fokus utama pada penguatan fundamental, efisiensi operasional, serta pengembangan lini usaha baru di sektor agrifood dan peternakan. Perseroan melihat peluang signifikan pada komoditas buah-buahan lokal melalui perbaikan proses pascapanen, standardisasi kualitas, dan integrasi distribusi.
Pada saat yang sama, rencana pengembangan sektor unggas diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pasokan daging ayam dan mendukung ketahanan pangan nasional. Manajemen SKB Food melihat hasil peternakan di Indonesia terutama unggas memiliki potensi besar di tengah tekanan komoditas impor.
Inisiatif ini pada satu sisi merupakan langkah strategis perseroan untuk memperkuat kapasitas dalam menyediakan bahan pangan berkualitas, memperluas rantai pasok, serta meningkatkan aspek profitabilitas perusahaan.
Meski begitu, Eko Pujianto menjelaskan bahwa di sisi lain ada aspek yang tidak kalah penting yaitu meningkatkan daya saing komoditas lokal. SKB Food berinisiatif menjadi bagian dari upaya ini yang diharapkan menciptakan nilai dan dampak positif secara lebih luas.
Sementara itu, sepanjang 2025, Eko Pujianto menilai bahwa industri makanan, minuman, dan waralaba masih menghadapi dinamika biaya dan permintaan yang mempengaruhi kinerja hingga kuartal III/2025. Meskipun demikian, SKB Food tetap menjaga stabilitas operasional melalui konsolidasi bisnis inti, optimalisasi rantai distribusi, dan penataan portofolio usaha.
Pendapatan SKB Food sampai dengan kuartal III/2025 mencapai Rp135,035 miliar dan masih mencatatkan rugi bersih Rp23,010 miliar. Kontributor utama pendapatan terutama adalah dari komoditas ikan Rp69,899 miliar, komoditas beras Rp46,003 miliar, penjualan melalui Lazizaa Rahmat Semesta (LRS) Rp12,689 miliar, dan bahan baku – kebab Rp3,832 miliar.
”SKB Food percaya bahwa ketangguhan bisnis bukan hanya diukur dari kinerja jangka pendek melainkan dari kemampuan beradaptasi dan memberikan manfaat lebih luas. Dengan memasuki agrifood dan peternakan, SKB Food mengakselerasi transformasi dari sekadar berbasis trading dan operator F&B menjadi perusahaan pangan terintegrasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi petani, peternak, dan konsumen,” ujar Eko Pujianto.
SKB Food melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024 di Jakarta pada Jumat (28/11/2025). Perseroan menetapkan nomenklatur direksi dan formasi direksi baru seiring pengesahan atas pengunduran diri Aditya Permono selaku Direktur Keuangan & Bisnis.
Susunan Direksi-Komisaris SKB Food menjadi sebagai berikut:
Dewan Direksi
Direktur Utama : Eko Pujianto
Direktur Keuangan : Dede Yati Rosmiati
Direktur Manajemen Risiko & Kepatuhan : Rizki Rahmat R.
Direktur Bisnis & Operasional : Noval
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Eko Mujianto
Komisaris : Raden Iskandar Hidayat
”Perubahan nomenklatur dan susunan direksi ini merupakan upaya Perseroan untuk menjalankan tema ‘More Impactful and More Valuable’ menuju visi besar SKB Food sebagai perusahaan terintegrasi untuk agrifood dan seafood. Perseroan terus berupaya memperkuat fundamental bisnis agar terjadi pertumbuhan secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ucap Eko Pujianto.
Selain agenda tersebut, RUPST SKB Food juga mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan tahun buku 2024, penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk tahun buku 2025, dan menyepakati tidak terdapat dividen dari hasil kinerja tahun buku 2024.