Bisnis.com, JAKARTA — Setidaknya S$6.000 telah hilang sejak Oktober akibat penipuan tiket konser palsu terkait tur dunia girl grup K-pop Blackpink yang akan datang di Singapura.
Dilansir The Straits Times, Polisi setempat mengatakan pada 20 November 2025 bahwa setidaknya ada 11 kasus yang dilaporkan terkait tiket konser palsu dari penipu.
Kuartet K-pop ini akan menggelar tiga pertunjukan di Singapura pada 28, 29, dan 30 November, di Stadion Nasional sebagai bagian dari tur dunia Deadline mereka yang sangat dinantikan.
Polisi mengatakan para korban terjebak penipuan setelah merespons iklan atau daftar tiket konser yang dijual di platform daring seperti Telegram, Carousell, Xiaohongshu, Facebook Messenger, dan TikTok.
Beberapa penipu akan memberikan tangkapan layar atau video tiket atau struk palsu untuk meyakinkan korban bahwa tiket tersebut asli.
Penipu juga akan mengklaim bahwa penjualan tiket terbatas waktu atau jumlahnya terbatas dan menjanjikan akan mengirimkan tiket kepada korban setelah pembayaran berhasil.
Ketika para korban mengatakan bahwa mereka tidak menerima tiket konsernya, para penipu akan meminta pembayaran tambahan dengan mengklaim bahwa mereka tidak menerima pembayaran yang dilakukan oleh para korban.
Para korban baru menyadari bahwa mereka telah ditipu ketika para penipu tidak dapat dihubungi atau tidak mengirimkan tiket.
Polisi mengimbau masyarakat atau penggemar yang ingin menonton konser di Singapura untuk hanya membeli tiket konser dari platform tiket resmi, Ticketmaster.
Mereka menambahkan bahwa berdasarkan syarat dan ketentuan penjualan tiket konser Blackpink di Singapura, tiket tersebut tidak dapat dipindahtangankan atau dijual kembali.
Mereka yang terbukti membeli tiket bekas akan ditolak dari konser di Singapore Sports Hub, lokasi Stadion Nasional, tanpa pengembalian uang.
Tiket hanya akan diterbitkan kepada pembeli melalui akun Ticketmaster mereka, biasanya sekitar dua minggu sebelum acara. Kepolisian mengatakan Ticketmaster tidak akan pernah menerbitkan tiket melalui email.
Sesuai dengan kebijakan di bawah Meta, Facebook Marketplace juga tidak mengizinkan konten yang mempromosikan pembelian, penjualan, atau perdagangan tiket acara.
Kepolisian juga telah menghubungi platform seperti Carousell, Facebook Marketplace, dan TikTok untuk menghapus daftar tiket bekas.
Kepolisian Singapura juga menyarankan masyarakat setempat untuk mengunduh aplikasi ScamShield guna melindungi diri dari penipuan. Masyarakat juga dapat melaporkan iklan palsu ke platform media sosial dan e-commerce.
Di Indonesia sendiri tak luput dari penipuan penjualan tiket konser. Meskipun tahun ini belum terungkap, pada konser Blackpink tahun 2023 dilaporkan kerugian penggemar mencapai Rp172 juta.