Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) membukukan laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal III/2025. Angka itu tumbuh 10,6% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,08 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan capaian tersebut berkat konsistensi perseroan menjaga pertumbuhan bisnis utamanya di pembiayaan sektor perumahan dan transaksi keuangan yang beragam agar bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan.
“Upaya ini dilakukan dengan ditopang prinsip kehati-hatian dan perhitungan yang cermat atas kebutuhan di pasar,” kata Nixon dalam keterangannya, Kamis (23/10/2025).
Capaian laba bersih itu ditopang oleh pendapatan bunga kredit yang tumbuh 18,8% YoY menjadi Rp26,57 triliun hingga September 2025, lebih tinggi dari kenaikan beban bunga yang sebesar 2,5% yoy menjadi Rp13,81 triliun.
Kenaikan beban bunga dapat dijaga stabil seiring dengan upaya perseroan menggencarkan perolehan DPK berbiaya murah.
Lebih lanjut, Nixon mengungkapkan bahwa BTN mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal III/2025. Tercatat hingga September 2025, DPK BTN mencapai Rp429,92 triliun, tumbuh 16,0% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp370,75 triliun.
“BTN mencatat pertumbuhan DPK di atas pertumbuhan di industri perbankan yang sebesar 11,18% YoY per akhir September 2025,” ujarnya.
Nixon mengatakan, pertumbuhan DPK pada kuartal III/2025 itu didorong oleh kenaikan di deposito ritel yang berbiaya lebih rendah dibandingkan deposito institusi skala besar.
Selain itu, BTN juga menjaga pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) yang hampir mencapai separuh dari total DPK BTN per kuartal III/2025, termasuk di antaranya dipicu oleh peningkatan transaksi di aplikasi Bale by BTN.
Tercatat, jumlah user Bale by BTN hingga kuartal III/2025 mencapai 3,2 juta tumbuh 66,8% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,9 juta. Jumlah transaksi Bale by BTN meningkat 96,0% menjadi 1,53 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 783,5 juta.
Sementara itu, nilai transaksi di Bale by BTN tercatat tumbuh dibanding periode yang sama tahun lalu. Hingga September 2025, nilai transaksi mencapai Rp71,9 triliun naik 19,6% YoY dari sebelumnya Rp60,1 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan BTN tercatat meningkat. Pada kuartal III/2025, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 7,0% YoY menjadi Rp381,03 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp356,06 triliun.
Kinerja positif itu didorong oleh penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor perumahan yang meningkat 6,4% YoY menjadi Rp322,53 triliun dan sektor non perumahan (non-housing loan) yang tumbuh 10,7% YoY menjadi Rp58,49 triliun.
Di sektor perumahan, BTN hingga kuartal III/2025 membukukan penyaluran KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi yang mencapai Rp186,58 triliun. Angka itu tumbuh 8,0% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
KPR non-subsidi tercatat tumbuh 7,3% menjadi Rp111,33 triliun, berkat strategi perseroan menggandeng para developer top nasional dan mengadakan penawaran bunga promo KPR.
Dengan pertumbuhan positif di sisi pendanaan dan pembiayaan, bank pelat merah itu mencatat loan-to-deposit ratio (LDR) di level 88,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 96,0%.
Sementara itu, total aset BTN mencapai Rp500 triliun sebelum 2025 berakhir seperti yang diproyeksikan sebelumnya, dengan nilai sebesar Rp510,85 triliun hingga September 2025, naik 12,2% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp455,10 triliun.