JAKARTA, KOMPAS.com - Gilarsi Wahju Setijono kini menjadi Direktur Utama atau CEO PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang fokus mengelola komoditas tanah jarang dan mineral kritis lainnya.
Hal ini terkonfirmasi dari rilis terbaru Danantara yang berjudul "Perminas, New Energy Metals, dan Danantara Mendukung Kerjasama Terintegrasi Logam Tanah Jarang yang Menghubungkan Sektor Hulu Gabon dengan Sektor Hilir Indonesia" dan dipublikasikan pada 17 Februari 2026.
"Perminas berkomitmen untuk mendukung tujuan strategis Indonesia dalam bidang mineral kritis dan industrialisasi hilir. MoU ini menciptakan jalur terstruktur untuk mengevaluasi peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir, sejalan dengan tata kelola yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang,” sebut Gilarsi dalam siaran pers.
Di sisi lain, Gilarsi tercatat sebagai Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.
Hal ini merujuk pada Laporan Kepemilikan Saham Oleh Direksi dan Komisaris per 31 Januari 2026 yang dipublikasikan di Keterbukaan Bursa Efek Indonesia pada 5 Februari 2026.
Dalam laporan tersebut, Gilarsi yang menjabat sebagai Direktur Utama, juga memiliki 12,5 juta saham VKTR atau sekitar 0,03 persen dari total saham VKTR yang beredar di publik.
Lantas seperti apa profil Gilarsi Wahju Setijono?
Berikut yang dirangkum Kompas.com dari laman resmi VKTR.
Profil Gilarsi
Gilarsi yang kini berusia 62 tahun telah meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1987.
Berbekal pendidikannya itu, Gilarsi telah berpengalaman lebih dari 35 tahun di berbagai industri termasuk otomotif, logistik, investasi, teknik, manufaktur, dan elektronik.
Sebelum diangkat menjadi Direktur Utama Perminas, Gilarsi telah menjabat sebagai Direktur Utama VKTR sejak 2022 dan Komisaris Independen PT Satria Antaran Prima Tbk sejak 2021.
Sebelum bergabung dengan VKTR, Gilarsi menjabat sebagai Chief Executive Officer di PT Pos Indonesia (Persero) selama 2015 hingga 2020.
Gilarsi juga pernah menduduki posisi Chief Executive Officer di Adyawinsa Autobody selama 2012 hingga 2015.
Sebelum itu, dia menjabat sebagai Chief Executive Officer di Shafira Corporation pada 2008 hingga 2012, lalu pada 2012 hingga 2015 juga menjabat sebagai Komisaris di perusahaan yang sama.
Sebelum itu, Gilarsi menjabat sebagai Managing Director Psi Technologies Inc. dan Merrill Lynch Investment dari 2006 hingga 2008.
Beliau juga pernah menjabat beberapa posisi di Philips, antara lain Direktur Philips Lighting Electronics Asia Pasifik (2005-2006), Direktur Philips Lighting Luminaires ASEAN dan Pasifik (2004-2005), Direktur Restrukturisasi Bisnis Philips Lighting Luminaires ASEAN dan Pasifik (2002-2004), GM dan Manajer Operasi Philips Lighting (1997-2002).
Sebelumnya beliau menjabat sebagai Plant Manager di KDI Ceramic Tile Manufacture pada 1995 hingga 1997, sebagai Senior Manager di PT Bakrie and Brothers Tbk pada 1991 hingga 1994, dan sebagai Production Manager di Upprindo Utama pada 1987 hingga 1991.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang