Bisnis.com,JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), memperkuat ekosistem Compressed Natural Gas (CNG) di Indonesia. Hal tersebut dilakukan demi menekan impor liquefied petroleum gas (LPG).
Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan menyebut, pihaknya mengembangkan pemanfaatan CNG yang memiliki kadar karbon lebih rendah, efisien, dan ekonomis selama 13 tahun belakangan.
Dia menjelaskan, CNG yang merupakan gas bumi hasil proses kompresi memiliki keunggulan dari sisi penyimpanan dan distribusi. Selain itu, CNG juga telah dimanfaatkan oleh berbagai sektor seperti industri, komersial, UMKM, dan transportasi.
"Kami mendukung penuh langkah Pemerintah dalam mengembangkan beragam produk gas domestik untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain CNG, kami juga mengupayakan pemanfaatan Liquefied Natural Gas [LNG] agar jangkauan penggunaan gas bumi semakin luas,” ujar Santiaji melalui keterangan resmi, Kamis (21/10/2025).
Dia merinci, PGN Gagas juga terus memperluas infrastruktur gas bumi. Pada Agustus 2025, perusahaan melakukan groundbreaking LNG Hub di Bandung dengan kapasitas produksi 0,5 MMSCFD.
Sementara pada September 2025, pembangunan Mother Station (MS) CNG Medan berkapasitas 1 MMSCFD dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gas sektor industri, komersial, dan UMKM di Sumatera Utara dengan potensi pemanfaatan hingga 4,48 BBTUD.
Santiaji menambahkan bahwa selain untuk industri, CNG juga dimanfaatkan dalam proyek strategis pemerintah seperti penyediaan energi bagi dapur layanan Makan Bergizi Gratis di Batam, Bogor, dan Boyolali.
Dia menyebut, PGN Gagas turut menyediakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan Mobile Refueling Unit (MRU) bagi transportasi umum seperti bus kota (BRT), bajaj, dan taksi. Saat ini, PGN Gagas mengoperasikan 11 SPBG di 7 provinsi, dengan rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan per hari.
Adapun, salah satu pengguna baru CNG adalah PT Dharma Polimetal Tbk (Dharma Group), yang melakukan konversi energi pada Selasa, (21/10/2025) lalu. Menurut Business Unit Head Dharma Group, Tony Herdian, peralihan ini memberikan manfaat nyata.
“Sejak menggunakan CNG, kami merasakan efisiensi biaya operasional serta kontinuitas produksi yang lebih baik. Dengan kebutuhan gas bumi sekitar 60.000–72.000 meter kubik per bulan, CNG menjadi pilihan energi yang stabil dan berkelanjutan,” ungkap Tony.