Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi pelat merah PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) tengah berupaya memperluas layanan terapistem cellke sejumlah wilayah di Indonesia. Teranyar, Kimia Farma bekerja sama dengan Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk memperluas jangkauan terapi regeneratif itu.
Sebelumnya, KAEF telah bekerja sama dengan RSUP Dr. Kariadi Semarang dan RSUD Siti Fatimah Palembang untuk memperluas layanan terapi melaluistem cell. Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam, menerangkan, upaya ini dilakukan dalam rangka memperluas akses terapistem cellbagi masyarakat di seluruh Indonesia.
“Dan ke depannya, terapistem celltidak berhenti di sini. Kalau kita sudah punya proses baku, ya kita bisa kembangkan di mana pun tempatnya,” kata Djagad saat ditemui di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Adapun untuk diketahui, Kimia Farma bersama RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan FK UI telah menjalin kerja sama untuk pengembanganstem cellsejak 2011untuk kasus tulang sendi. Baru pada tahun 2014 dilanjutkan uji klinis pada pasien osteoartritis lutut serta luka bakar dalam.
Kini, fasilitas produksistem cellKAEF dengan RSCM juga telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2024 lalu.
Ke depan, Kimia Farma turut menargetkan izin edar dari BPOM terhadap layananstem celluntuk kulit, saraf, hingga neurologi. Saat ini, proses uji klinis terhadap layanan tersebut tengah berlangsung dan manajemen KAEF menargetkan izin edar akan terbit pada 2026 mendatang.
Selain itu, ke depannya, Kimia Farma juga bakal menargetkan kerja sama dengan rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia, dalam rangka perluasan layanan terhadap terapi sel punca ini. Rencana kerja sama itu bakal kembali gencar dijalankan KAEF pada 2026.
“Dan tentunya bukan hanya terbatas di ortopedi saja, tetapi bisa dikembangkan lebih banyak, sehingga lebih besar [jangkauannya],” tegas Djagad.
Dalam pengembangan layananstem cell, Djagad menegaskan bahwa pihaknya masih akan berfokus pada peningkatan standarisasi dalam layanan dan produksistem cell, hingga mencari klaim-klaim baru dalam penggunaan layanan ini. KAEF enggan membeberkan target pendapatan dari proses layanan yang tengah berlangsung ini.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.