Bisnis.com, JAKARTA — Inggris angkat bicara terkait potensi pembuatan perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) dengan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Asean).
Duta Besar Inggris untuk Asean Helen Fazey menuturkan pihaknya saat ini belum membuka pembicaraan resmi Asean terkait pembentukan free trade agreement (FTA).
Dia mengatakan, kemitraan ekonomi dengan negara-negara Asia Tenggara akan difokuskan melalui Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), blok perdagangan yang baru saja diikuti Inggris.
“Inggris telah menjadi anggota CPTPP dan itu akan menjadi fokus utama kami dalam kerja sama perdagangan bebas di kawasan Asean,” ujarnya dalam media briefing di Kantor Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, Jakarta pada Jumat (21/11/2025).
Adapun, Inggris juga menyambut positif keterlibatan beberapa negara Asean yang juga menjadi anggota CPTPP.
Sebagai informasi, saat ini negara-negara Asean yang telah menjadi anggota CPTPP adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Sementara itu, Indonesia tengah mengurus proses aksesi ke blok perdagangan tersebut.
Fazey menuturkan, keanggotaan Inggris dalam CPTPP merupakan salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pasar di kawasan Asia-Pasifik, di tengah meningkatnya dinamika perdagangan global.
“Kami sangat senang bahwa sejumlah negara anggota Asean telah bergabung dalam CPTPP,” katanya.
Selain itu, kerja sama ekonomi antara kedua pihak juga dilakukan melalui Program Integrasi Ekonomi Asean-Inggris atau Asean-UK Economic Integration Programme (EIP).
Fazey menjelaskan, program tersebut merupakan inisiatif lima tahun dengan anggaran sebesar £25 juta yang berfokus pada penguatan hubungan ekonomi antara Inggris dan kawasan Asia Tenggara.
Dia menjelaskan, program tersebut memiliki tiga aspek utama, reformasi regulasi, layanan keuangan, dan perdagangan terbuka, termasuk perdagangan digital. Adapun, dia menuturkan program integrasi ini telah berjalan selama sekitar dua tahun.
"Sekitar £5 juta dari total dana sebesar £25 juta sudah digunakan. Saat ini kami juga sedang menyusun rencana untuk tiga tahun berikutnya," tambahnya.
Adapun, data Sekretariat Asean mencatat, nilai perdagangan barang dua arah antara Asean dan Inggris mencapai US$38,79 miliar pada 2024. Sementara itu, investasi asing langsung atau foreign direct investment dari Inggris ke Asean mencapai US$18,75 miliar pada rentang waktu yang sama.
Pada periode tersebut, Inggris menjadi mitra dagang terbesar kedelapan bagi Asean dan sumber investasi terbesar keempat ke kawasan tersebut.