Bisnis.com, JAKARTA — Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) PT BCA Finance mengalami penurunan tahun lalu. Sejumlah strategi pun disiapkan guna menggenjot penyaluran kredit pada tahun ini.
Direktur BCA Finance Petrus Karim menyampaikan penurunan kredit kendaraan bermotor BCA Finance sejalan dengan lesunya penjualan industri otomotif pada 2025. Kendati begitu, dia tidak mengungkapkan angka pasti penurunan kredit kendaraan bermotor BCA Finance pada tahun lalu.
“Prinsipnya karena kita adalah pendukung industri, mau tidak mau kita memang ikut juga mengalami penurunan sesuai dengan industrinya. Kan kita enggak bisa biayai mobil yang enggak ditransaksikan. Jadi kita ikut turun memang,” ungkap Petrus di sela-sela BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Di sisi lain, Petrus mengungkap run off BCA Finance cukup tinggi yakni mencapai lebih dari Rp3 triliun, menunjukkan kualitas kredit tetap baik.
Di tengah kondisi ini, Petrus memastikan bahwa BCA Finance tetap memberikan kredit baru agar pertumbuhan tetap terjadi. Salah satu upaya perseroan mengerek kredit kendaraan bermotor (KKB) yakni melalui BCA Expoversary 2026. Melalui perhelatan ini, BCA menawarkan KKB BCA dengan bunga spesial 2,15% flat p.a tenor 3 tahun dan potongan biaya admin hingga Rp900.000.
Selain itu, Petrus mengungkapkan bahwa perseroan memperluas aktivitasnya dengan menjangkau beberapa daerah baru guna dapat menarik lebih banyak permintaan kredit kendaraan bermotor. Kerja sama dengan sejumlah pihak juga diperbanyak dan ditingkatkan.
Kendati enggan mengungkapkan target tahun ini, Petrus optimistis kredit kendaraan bermotor dapat tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Kita optimistis harus lebih baik dari tahun lalu,” ujarnya.
Lesunya permintaan kredit kendaraan bermotor pada tahun lalu tercermin dalam data Analisis Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI).
Melalui laporan itu, BI mengungkapkan bahwa nilai penyaluran kredit kendaraan bermotor mencapai Rp134,6 triliun per Desember 2025, atau turun 6,6% secara tahunan (year on year/YoY). Penurunan ini lebih dalam dibandingkan posisi November 2025 yang turun sebesar 4,8% (YoY).
Di antara kredit konsumsi, kredit kendaraan bermotor bahkan menjadi satu-satunya segmen yang mengalami koreksi, kendati pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna mengalami perlambatan dibandingkan November 2025.
Otoritas moneter mencatat, penyaluran KPR oleh bank umum tumbuh 6,8% (YoY) mencapai Rp840,5 triliun, melambat dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang tumbuh 6,9% (YoY). Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran kredit multiguna yang tumbuh 7,7% (YoY) per Desember 2025, melambat dibandingkan November 2025 yang tumbuh 8,8% (YoY).
Sejalan dengan kondisi itu, total kredit konsumsi turut melambat pada Desember 2025. Tercatat, kredit konsumsi hanya mampu tumbuh 6,4% (YoY), dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,2% (YoY).