Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebut generasi muda, terutama Gen Z dan milenial kini menjadi motor penggerak utama pertumbuhan pariwisata.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyebut, dunia pariwisata kini tengah mengalami pergeseran tren signifikan yang dapat mengubah lanskap industri dan membuka peluang baru bagi Indonesia.
Menurut Widiyanti, terdapat tiga tren utama yang akan membentuk arah masa depan pariwisata, yakni pergeseran sumber wisatawan, perubahan demografi, dan perubahan pola pemilihan destinasi.
Dalam aspek demografi, Widiyanti menyebut Gen Z dan milenial menjadi motor baru pertumbuhan pariwisata dunia.
“Gen Z dan milenial kini menjadi motor baru pertumbuhan pariwisata dunia dengan minat berwisata paling tinggi, karena itu kita perlu menghasilkan pengalaman yang sesuai dengan preferensi mereka,” kata Widiyanti dalam acara Indonesia Tourism Outlook 2026, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Widiyanti menyebut, setidaknya ada dua hal yang membedakan Gen Z dan milenial dari generasi sebelumnya, yakni dalam hal mencari informasi dan alasan berwisata.
“Dari sisi pencarian informasi, mereka [Gen Z dan milenial] mencari inspirasi dari media sosial, menonton konten dari kreator perjalanan, dan bahkan melalui penggunaan generatif AI untuk merencanakan liburan,” tuturnya.
Selain itu, sambung Widiyanti, riset juga menunjukkan sebanyak 52% Gen Z rela mengeluarkan uang lebih untuk berpengalaman pariwisata jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Sejalan dengan pergeseran tren pariwisata, Widiyanti menilai pendekatan promosi pariwisata Indonesia juga harus lebih digital, personal, dan berbasis pengalaman.
“Dengan pendekatan digital yang terarah dan berbasis pengalaman, kita bisa menjangkau pasar global dengan cara yang lebih efisien dan lebih personal,” imbuhnya.
Apalagi, menurutnya, sektor pariwisata merupakan mesin pertumbuhan ekonomi dunia yang vital dengan dampak sosial yang luas.
Adapun data UN Tourism pada 2023 menunjukkan, pariwisata menyumbang sekitar 10% terhadap produk domestik bruto (PDB) global dan menjadi lapangan kerja bagi 330 juta pekerja di dunia.
Sementara di Indonesia, lanjut dia, Bank Mandiri memperkirakan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional sebesar 4,9% pada semester I/2025 dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 25,88 juta orang.