Bisnis.com, PADANG - Hasil kolaborasi PT Pegadaian (Persero) dengan Universitas Andalas (Unand) berupa alat pendeteksi dini (early warning) gempa bumi menjadi hasil riset yang memberikan dampak positif bagi Provinsi Sumatra Barat.
Wakil Rektor III Unand Kurnia Warman mengatakan Sumbar yang menjadi wilayah yang memiliki potensi gempa bumi megathrust, penting untuk memiliki sebuah inovasi untuk mendeteksi terjadinya gempa bumi, sehingga dapat menjadi informasi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi megathrust.
“Berkat adanya kolaborasi dan dukungan dari PT Pegadaian, akhirnya lahir sebuah hasil riset yang bermanfaat bagi Sumbar yakni berupa alat pendeteksi dini gempa bumi. Alat tersebut kedepannya akan menjadi sebuah hal yang akan memberikan dampak panjang bagi masyarakat,” katanya di sela CEO Talks yang diselenggarakan di Unand, Senin (29/6/2026).
Dia menyampaikan perguruan tinggi saat ini dituntut melampaui fungsi pendidikan dan penelitian, dimana perguruan tinggi dituntut untuk harus mampu menjadi pusat lahirnya inovasi yang berdampak dan menjawab berbagai tantangan pembangunan.
"Universitas Andalas meyakini bahwa riset yang baik adalah riset yang memberi manfaat. Riset harus keluar dari laboratorium, hadir di tengah masyarakat, dan menjadi dasar lahirnya kebijakan, inovasi, maupun teknologi yang meningkatkan kualitas kehidupan,” sebutnya.
Oleh karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha merupakan kebutuhan strategis agar inovasi berkembang lebih cepat dan memberikan dampak yang lebih luas, seperti halnya untuk alat pendeteksi dini tersebut.
Menurutnya masa depan perguruan tinggi akan sangat ditentukan oleh kemampuannya membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Universitas, pemerintah, industri, termasuk media massa, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan bangsa.
“Jadi kami berharap kemitraan dengan PT Pegadaian terus berkembang melalui riset strategis, penguatan literasi dan inklusi keuangan, transformasi digital, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, hingga pemberdayaan UMKM,” pinta Kurnia Warman.
Di kesempatan itu, Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas bahwa adanya hasil penelitian kolaboratif Universitas Andalas dan PT Pegadaian itu, merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Pusat Studi Bencana UNAND bersama Program Studi Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana tersebut, merupakan bagian dari riset pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang.
Dia melihat riset tersebut tidak hanya menghasilkan perangkat teknologi, tetapi juga mengembangkan model mitigasi berbasis masyarakat yang mengintegrasikan sistem deteksi dini, prosedur evakuasi, edukasi kebencanaan, pemanfaatan masjid sebagai pusat informasi dan shelter, serta simulasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir.
“Kami berharap hasil riset ini benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Melalui kolaborasi dengan Unand itu, Ismail Ilyas juga mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi.
Artinya mahasiswa selain tengah menuntut ilmu untuk menyiapkan masa depan yang baik untuk dunia kerja, tapi juga bisa mempersiapkan finansial, dengan cara memahami cara pengelolaan keuangan yang baik.
"Kemampuan mengelola keuangan dan berinvestasi merupakan bekal penting bagi generasi muda. Semakin cepat memulai, semakin besar peluang untuk memperoleh manfaat di masa depan,” tutup dia.