Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melepas ekspor rajungan sebanyak 16 ton produksi transmigran di sejumlah wilayah Indonesia dengan tujuan Amerika ... [551] url asal
Gresik, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melepas ekspor rajungan sebanyak 16 ton produksi transmigran di sejumlah wilayah Indonesia dengan tujuan Amerika Serikat (AS) sebagai upaya mendorong produk unggulan kawasan transmigrasi menembus pasar global.
Viva Yoga mengatakan rajungan yang diekspor berasal dari sejumlah kawasan transmigrasi di Sorong, Papua, Pasangkayu, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, serta wilayah pantura Gresik dan Lamongan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan perusahaan swasta PT Aruna.
"Jadi kita ekspor ke Amerika Serikat, karena di kawasan transmigrasi sekarang ini bukan hanya menjadi petani, tapi juga ada yang menjadi pekebun, pekebun kopi, pekebun durian dan juga menjadi nelayan," kata Viva Yoga ditemui usai melepas ekspor komoditas tersebut di Gresik, Jawa Timur, Senin.
Menurutnya, rajungan memiliki nilai ekonomi tinggi dibandingkan komoditas perikanan lainnya sehingga berpotensi menjadi produk unggulan baru kawasan transmigrasi selain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan kopi, dan durian.
Kementerian Transmigrasi, lanjutnya, terus melakukan pembinaan, pemberdayaan, serta kolaborasi dengan berbagai mitra agar hilirisasi dan industrialisasi hasil perikanan berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan pendapatan nelayan dan masyarakat setempat.
Dia mengapresiasi peran perusahaan swasta karena telah menjadi offtaker dari produk rajungan para transmigran di sejumlah wilayah, yang kemudian diekspor ke Amerika Serikat dalam dua kali per bulan. Adapun pengiriman kali ini mencapai sekitar 16 ton dengan nilai ekonomi satu kontainer berkisar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.
Ia menegaskan seluruh produk rajungan yang dikirim telah memenuhi standar internasional setelah melalui proses pengolahan yang ketat sehingga mampu menembus pasar Amerika Serikat secara berkelanjutan.
Menurutnya, proses pengolahan rajungan masih mengandalkan tenaga kerja padat karya karena membutuhkan ketelitian tinggi sehingga turut menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Gresik.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (tengah) didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberi keterangan kepada awak media usai melepas ekspor rajungan sebanyak 16 ton produk transmigran di sejumlah Indonesia dengan tujuan Amerika Serikat (AS) di Gresik, Jawa Timur, Senin (29/6/2026). ANTARA/Harianto
Ia menilai permintaan rajungan di Amerika Serikat masih sangat besar sehingga pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produktivitas nelayan kawasan transmigrasi melalui pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.
Ia menambahkan kegiatan ekspor tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat karena hasil tangkapan dibeli dengan harga lebih tinggi melalui skema industri, sehingga kesejahteraan nelayan dan warga kawasan transmigrasi terus meningkat.
Di tempat yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap ekspor rajungan terus meningkat dari satu menjadi lima kontainer sebagai bukti penguatan daya saing produk perikanan daerah.
Bupati mengatakan keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menunjukkan produk berbahan baku lokal dari Gresik, Lamongan, Tuban, serta kawasan transmigrasi Indonesia timur memiliki potensi ekspor sangat besar.
Menurutnya, posisi strategis Kabupaten Gresik memudahkan pasokan bahan baku rajungan dari wilayah pantura maupun kawasan transmigrasi di Indonesia timur sehingga kesinambungan produksi tetap terjaga.
Ia menambahkan industri pengolahan rajungan merupakan sektor padat karya yang mengandalkan keterampilan pekerja, didominasi perempuan berusia di atas 40 tahun, untuk memenuhi standar pasar ekspor.
Pemerintah Kabupaten Gresik, lanjut Yani, siap mendukung pelatihan vokasi bersertifikat bagi pekerja industri pengolahan rajungan agar peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi berbicara dalam pelepasan ekspor rajungan sebanyak 16 ton produk transmigran di sejumlah Indonesia dengan tujuan Amerika Serikat (AS) di Gresik, Jawa Timur, Senin (29/6/2026). ANTARA/Harianto
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56