Bisnis.com, BALIKPAPAN — Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) resmi beroperasi sebagai bank devisa setelah mengantongi izin yang diperlukan.
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin meresmikan operasional bank devisa sebagai simbol dimulainya era layanan valuta asing, sekaligus membuka rekening valuta asing pertama dalam denominasi dolar Amerika Serikat.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyatakan peresmian ini sejatinya telah dijadwalkan lebih awal, yakni pada 17 Juni 2026. Namun, agenda tersebut digeser menyesuaikan jadwal gubernur yang tengah menjalankan tugas luar daerah.
"Alhamdulillah, hari ini beliau berkenan meluncurkan operasional bank devisa dan mengimbau seluruh masyarakat untuk mendukung keberadaan Bank Kalsel sebagai bank devisa. Ini merupakan bentuk upaya kita dalam mendukung perkembangan ekonomi daerah di Kalimantan Selatan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).
Fachrudin menyebut, layanan ekspor-impor, remitansi, hingga simpanan dalam bentuk valuta asing akan menjadi produk unggulan yang ditawarkan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
"Harapan kami, masyarakat Kalimantan Selatan dapat mendukung keberadaan Bank Devisa ini. Nantinya kegiatan ekspor-impor, layanan remitansi, serta simpanan dalam bentuk valuta asing bisa kami layani dengan baik," katanya.
Dia menuturkan transformasi kelembagaan ini memang menjadi angin segar bagi para pelaku usaha lokal yang selama ini harus berpaling ke bank-bank nasional untuk memenuhi kebutuhan transaksi internasional.