Bisnis.com, JAKARTA - Petenis asal Indonesia, Janice Tjen, belakangan mencuri perhatian publik karena capaiannya dalam berbagai ajang tenis internasional. Tahun ini, Janice telah meraih kesuksesan dengan menjadi juara di Chennai Open 2025 dan Jinan Open 2025. Dalam turnamen tersebut, Janice Tjen menjadi petenis putri Indonesia pertama yang memenangkan gelar tunggal WTA dalam 23 tahun. Kemenangannya menjadikannya petenis putri Indonesia pertama yang memenangkan gelar tunggal WTA sejak Angelique Widjaja pada tahun 2002. Dengan capaiannya, Janice mencapai peringkat 53 besar dunia versi Women's Tennis Association (WTA). Berbekal kerja keras, ketekunan dan konsistensi, Janice masih belum berpuas diri dengan prestasinya. Dia berambisi mengejar kemenangan di seluruh kalender turnamen tenis WTA tahun depan. "Harapannya, tahun depan bisa masuk ke Top 30 WTA, dan bisa main di semua tour calendar WTA," ungkapnya usai Talkshow di Jakarta, Sabtu (15/11/2025). Selain dari hasil kerja kerasnya, pencapaiannya tak lepas dari dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari PT Bank Central Asia Tbk. Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengungkapkan komitmen BCA mendukung generasi muda untuk terus maju dan mengharumkan nama Indonesia. "BCA selalu berkomitmen mendorong generasi muda untuk terus maju, termasuk di bidang olahraga tenis. Agar generasi maju, Indonesia bisa terus maju, nama Indonesia bisa lebih baik dan dikenal di dunia internasional," katanya. Ke depan, Vera mewakili BCA juga berharap Janice bisa terus mengikuti berbagai turnamen dan mencetak berbagai prestasi, serta bisa menjadi panutan bagi anak-anak muda sebagai wujud bahwa kerja keras, integritas, dan konsistensi suatu hari akan membuahkan hasil. "Kami sangat bangga kepada Janice, sebagai WNI juga pasti bangga apa lagi bisa bertanding di kancah internasional, di AS, di mana nggak semua orang bisa sampai ke sana. Saya yakin Janice juga bersyukur bisa sampai ke sana. Kita doakan Janice akan kembali lagi ke US Open di tahun-tahun berikutnya. Kalau tetap tekun kami yakin perjalanan Janice akan lebih baik lagi ke depannya," imbuh Vera.
Kiprah Janice Tjen
Sebelum menduduki peringkat 53 besar dunia versi Women's Tennis Association (WTA), Janice telah banyak mengukir prestasi. Atlet tenis kelahiran Jakarta, 6 Mei 23 tahun lalu itu sudah berhasil meraih emas tunggal (dan perak ganda) di ASEAN School Games 2019 di Semarang. Pada tahun yang sama, Janice juga mendominasi sirkuit junior Indonesia, meraih sembilan gelar. Di 2019 juga, Janice memulai debutnya di sirkuit International Tennis Federation (ITF) sebagai wildcard di W25 Jakarta, namun gagal di babak pertama. Pada tahun 2024, ia mengakhiri karier kuliahnya dengan peringkat No.1 ganda dan No. 35 tunggal dalam peringkat Intercollegiate Tennis Association (ITA). Pada tahun tersebut, ia juga memenangkan gelar tunggal ITF pertamanya dari 7 gelar dan 2 gelar ganda ITF tahun itu di W15 Monastir; dan memiliki rekor W-L 39-3 tahun itu, dengan dua kali memenangkan 15 pertandingan berturut-turut. Ke depan, Janice masih akan berfokus pada tenis, di tengah gempuran kemunculan berbagai tren cabang olahraga seperti padel. Dia yakin masih akan mengukir banyak prestasi lainnya sebagai atlet tenis.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56