Bisnis.com, JAKARTA — Inggris menyatakan dukungan penuh atas bergabungnya Timor Leste sebagai anggota penuh ke-11 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean), sekaligus menegaskan komitmen untuk memperluas bantuan teknis serta kerja sama bagi negara tersebut dalam proses integrasi kawasan.
Duta Besar Inggris untuk Asean, Helen Fazey, mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif masuknya Timor Leste sebagai anggota penuh Asean.
Inggris memandang langkah kolektif negara-negara Asean untuk memasukkan Timor Leste sebagai keputusan penting bagi stabilitas dan pembangunan kawasan.
“Kami menyambut bergabungnya Timor Leste sebagai anggota Asean. Selama beberapa tahun terakhir, sejak Timor Leste menjadi anggota pengamat, kami telah melibatkan mereka dalam berbagai program integrasi ekonomi maupun kesehatan,” ujarnya dalam media briefing di Kantor Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, Jakarta pada Jumat (21/11/2025)
Fazey menjelaskan bahwa Inggris telah memberikan dukungan bagi Timor Leste bahkan sebelum negara tersebut resmi menjadi anggota Asen.
Dia menuturkan, dukungan Inggris diberikan melalui program-program Asean dan kerja sama bilateral Inggris–Timor Leste, termasuk bantuan penguatan kapasitas institusional.
Menurut Fazey, Inggris akan melanjutkan kolaborasi jangka panjang dengan Timor Leste dan ASEAN untuk memastikan negara tersebut mampu berpartisipasi efektif sebagai anggota penuh kawasan.
Dia menyebut, Inggris telah menggandeng Timor Leste dalam sejumlah inisiatif strategis dalam dua tahun terakhir. Pada bidang ekonomi, Inggris turut mendampingi Timor Leste mempersiapkan dasar regulasi perdagangan.
Fazey menuturkan, pendampingan tersebut mencakup proses penguatan aturan asal barang (rules of origin), yang menjadi prasyarat penting untuk kelancaran aktivitas perdagangan internasional Timor Leste. Hal ini juga akan membantu proses aksesi Timor Leste ke WTO.
Dia juga menambahkan, penguatan regulasi terkait asal barang menjadi vital bagi kemampuan ekspor dan impor Timor Leste.
“Ini adalah dukungan teknis penting yang dibutuhkan Timor Leste untuk menyiapkan aturan dan regulasi perdagangan, baik dalam rangka bergabung dengan WTO maupun mendukung keanggotaan penuh mereka di Asean,” tutur Fazey.
Kemudian, pada bidang pendidikan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memasukkan Timor Leste ke dalam Southeast Asia Primary Learning Metrics Assessment (SEAPLM).
Fazey menjelaskan, SEAPLM adalah program asesmen pembelajaran regional untuk siswa kelas lima pada bidang menulis, aritmatika, dan membaca, yang dijalankan Sekretariat Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMIO) dan UNICEF. Dia menuturkan, Timor Leste menjadi negara ketujuh yang bergabung pada program itu.
Selain itu, Inggris juga menjalankan program percontohan pengembangan keterampilan bekerja sama dengan kementerian terkait di Timor Leste dan UN Women. Program tersebut berfokus pada pelatihan digital dan kewirausahaan bagi generasi muda.