Bisnis.com, JAKARTA -Mengadaptasi novel ke layar lebar selalu menantang, karena sutradara harus memvisualkan imajinasi pembaca yang berbeda-beda. Film Na Willa (2026) menjawab tantangan itu dengan sajian yang menyentuh sekaligus emosional.
Sutradara sekaligus komika Ryan Adriandhy berhasil menampilkan upaya tersebut dalam debut film live-actionnya. Na Willa mengekspresikan dunia anak-anak yang jujur, polos, dan penuh rasa ingin tahu serta tetap setia pada inti emosional novel karya Reda Gaudiamo.
Meski tidak semua detail peristiwa dalam novel dipertahankan, film ini berhasil menonjolkan pertumbuhan Willa dan prosesnya berdamai dengan perubahan hidup. Latar Surabaya era 60-an juga memberikan nuansa nostalgia di tengah gempuranerubahan kota.
Sesuai judulnya, film ini mengajak penonton untuk melihat dunia dari sudut pandang anak kecil. Di dalam buku fragmen keseharian Willa hanya ditulis sebagai catatan kecil, tapi di film diperluas menjadi momen dramatis yang lebih mengikat emosi penonton.
Salah satu adegan intim antara Willa dan Emak terkait kata 'bohong' dan 'bertanggung jawab' menjadi sorotan penting. Momen ini tidak hanya menekankan pesan moral, tetapi juga memberi refleksi bagi orangtua dalam memahami proses tumbuh anak.
Beberapa penggemar novel mungkin merindukan dialog internal Willa dan interpretasi ilustrasi karya Cecilia Hidayat. Di film, imaji tersebut diterjemahkan lebih hidup melalui efek visual, animasi, kostum, dan tata rias yang cukup detail.
Adegan kunjungan Willa ke pasar yang semula deskriptif di novel juga diubah menjadi adegan interaktif penuh warna dan gerak. Perubahan ini memberi energi baru sekaligus visualisasi yang lebih hidup tentang kehidupan kota Surabaya di era 60-an.
Dari sudut pandang Willa, film juga menyoroti perbedaan ras dan agama di masyarakat secara ringan namun hangat. Anak-anak ditampilkan lebih toleran terhadap liyan, tanpa prasangka, sehingga pesan tentang keberagaman tersampaikan dengan sederhana.
Penampilan Luisa Adreena juga cukup menonjol dengan akting yang natural dan spontan. Interaksinya dengan karakter orang tua, yang diperankan Irma Rihi dan Junior Liem, menghadirkan potret keluarga hangat dan ideal bagi penonton lintas usia.
Sebagai tontonan keluarga, Na Willa menawarkan pendekatan yang ramah anak tanpa terasa menggurui. Isu identitas, keberagaman budaya, dan proses tumbuh disampaikan lewat metafora sederhana yang tetap mengena bagi semua generasi.