Bisnis.com, JAKARTA — PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai maksimal Rp200 miliar di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, demi menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan fundamental dan kinerja perseroan.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada otoritas dan Bursa Efek Indonesia (BEI), buyback dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juli hingga 1 September 2026. Pendanaan aksi korporasi tersebut akan berasal dari saldo laba ditahan perseroan.
Manajemen Allo Bank menyatakan bahwa buyback dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dengan fundamental perusahaan sekaligus mempertahankan kepercayaan para pemegang saham dan pemangku kepentingan terhadap prospek pertumbuhan perseroan.
Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham tresuri sesuai ketentuan yang berlaku.
Perseroan menegaskan alokasi dana sebesar Rp200 miliar atau sekitar 1,35% dari total aset tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan usaha maupun likuiditas. Hal itu karena perusahaan masih memiliki modal kerja dan arus kas yang dinilai memadai untuk mendukung operasional sekaligus membiayai aksi buyback.
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Maret 2026, laba bersih perseroan diperkirakan turun tipis dari Rp104,06 miliar menjadi Rp101,96 miliar setelah memperhitungkan pelaksanaan buyback.
Sementara itu, laba per saham (earning per share/EPS) diproyeksikan turun dari Rp19,21 menjadi Rp18,99. Adapun, return on asset (ROA) turun tipis dari 3,50% menjadi 3,48%, sedangkan return on equity (ROE) justru naik dari 5,62% menjadi 5,66%.
Di sisi permodalan, jika seluruh dana buyback digunakan, total aset dan ekuitas perseroan masing-masing berpotensi berkurang Rp200 miliar.
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) secara proforma diperkirakan turun sekitar 1,95 poin persentase, dari 72,45% menjadi sekitar 70,50%. Kendati demikian, manajemen menilai posisi permodalan tersebut masih sangat kuat dan tidak akan mengganggu ekspansi bisnis perusahaan.
Perseroan juga menyebut pembelian kembali saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia menggunakan satu anggota bursa dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen, sesuai ketentuan regulator.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.