Bisnis.com, JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel (MTEL), perusahaan infrastruktur telekomunikasi, fokus memperkuat efisiensi pengelolaan jaringan perusahaan untuk mendukung transformasi digital nasional, sekaligus menjaga profitabilitas.
Upaya tersebut ditempuh melalui pengembangan berbagai solusi teknologi yang menyasar peningkatan kapabilitas dan efisiensi infrastruktur telekomunikasi di Tanah Air.
Perusahaan menjajaki kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mewujudkan itu, termasuk dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT ZTE Indonesia (ZTE).
Dalam ruang lingkup MoU, Mitratel dan ZTE sepakat melakukan kolaborasi dalam eksplorasi dan kajian teknologi baru, termasuk validasi teknis dan pengembangan solusi yang mendukung peningkatan kualitas layanan serta optimalisasi jaringan.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan inisiatif ini sejalan dengan strategi perseroan untuk terus mendorong inovasi dan efisiensi dalam pengelolaan infrastruktur telekomunikasi.
“Kemitraan strategis antara Mitratel dan ZTE merupakan langkah penting dalam memperluas eksplorasi solusi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan kapabilitas jaringan telekomunikasi di Indonesia,” kata Theodorus dikutip Sabtu (14/3/2026).
Sekadar informasi, Infrastruktur menara dan fiber yang tersebar ribuan titik butuh pengelolaan ketat agar uptime tinggi dan gangguan bisa diminimalkan, karena setiap downtime berarti potensi kehilangan pendapatan dan turunnya kepercayaan operator seluler.
Pengelolaan yang efisien, seperti monitoring terpusat, predictive maintenance, digitalisasi tower, menurunkan biaya operasional, meningkatkan utilisasi aset, dan pada akhirnya memperbaiki profitabilitas.
Hingga kuartal III/2025, Mitratel mengoperasikan sekitar 40.102 menara dengan 61.987 tenant. Tenancy ratio atau rasio penyewa dalam satu menara naik menjadi 1,55 kali dari 1,51 kali tahun sebelumnya, tertinggi di antara tiga emiten menara besar.
Dalam menghadirkan layanan yang lebih efisien, Mitratel juga menggunakan IoT dan platform digital untuk memantau konsumsi energi menara secara real time, mengidentifikasi titik boros, dan mengatur beban operasional secara lebih presisi.
Digitalisasi ini membantu mengurangi kunjungan lapangan, mempercepat respons gangguan, dan pada akhirnya menekan biaya operasional (opex) sekaligus mempertahankan kualitas layanan.
Presiden Direktur ZTE Indonesia, Richard Liang menyampaikan kolaborasi dengan Mitratel sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
“Kedua pihak akan menjajaki peluang kolaborasi di sejumlah area, seperti pengembangan teknologi Radio Access Network (RAN) serta pemanfaatan sumber energi yang lebih efisien untuk mendukung pengelolaan jaringan,” kata Richard.