Bisnis.com, SEMARANG - Sektor pariwisata di koridor Jawa Tengah mulai bergeliat sepanjang momen mudik Lebaran 2026. Salah satunya Dusun Semilir, yang secara resmi meluncurkan rangkaian program promosi bertajuk “Dusem In Harmony” yang mengombinasikan atraksi dengan optimalisasi fasilitas rest area wisata bagi pemudik.
Manajemen Dusun Semilir memproyeksikan lonjakan kunjungan pada periode libur panjang tahun ini. Berdasarkan data internal, perusahaan menetapkan target kunjungan sebanyak 60.000 orang selama masa operasional khusus Lebaran. Angka ini didasarkan pada tren mobilitas masyarakat yang diprediksi akan terkonsentrasi di wilayah penyangga Semarang akibat konektivitas tol yang semakin efisien.
Guna mencapai target okupansi tersebut, manajemen memperkenalkan Flyboard Show sebagai daya tarik utama mulai 21-29 Maret 2026. Pertunjukan akrobatik air ekstrem ini merupakan yang pertama di wilayah Kabupaten Semarang. Langkah ini menjadi upaya diferensiasi produk untuk memenangi persaingan pasar di tengah menjamurnya destinasi wisata serupa di Jawa Tengah.
Head of Sales Marketing Dusun Semilir, Haryo Priambodo, menegaskan peran strategis lokasi tersebut bagi kelancaran arus mudik tahun ini. "Kami memahami bahwa perjalanan mudik bisa sangat melelahkan. Oleh karena itu, Dusun Semilir hadir bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga fasilitas beristirahat yang nyaman," ungkap Haryo, Rabu (25/3/2026).
Dari sisi model bisnis, manajemen juga melakukan strategi up-selling dengan menawarkan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Selain menonton pertunjukan, wisatawan diberikan kesempatan mencoba aktivitas flyboard secara langsung dengan biaya tambahan sebesar Rp125.000.
Secara tematik, Dusun Semilir mengadopsi konsep Eid Moroccan Night yang diaplikasikan pada area Alun Eropa melalui dekorasi estetik dan festival kuliner Oase Rasa Semilir. Diversifikasi produk juga terlihat dari peluncuran tiket khusus "Dusem Wonderlight" seharga Rp30.000 untuk kunjungan sore hari. Strategi ini diharapkan dapat meratakan beban kapasitas pengunjung agar tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.
Selain fokus pada sisi atraksi, Dusun Semilir juga memperkuat posisi tawar secara logistik. Lokasinya yang berdekatan dengan pintu tol Bawen dimanfaatkan secara optimal sebagai "Rest Area Wisata" yang representatif bagi para pemudik lintas provinsi. Fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas serta infrastruktur ibadah yang mumpuni menjadi instrumen pendukung dalam menangkap peluang pasar transit yang sangat besar.
Haryo menambahkan bahwa kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama di tengah target kunjungan yang besar. "Dengan area parkir luas, fasilitas ibadah yang bersih, serta ragam kuliner Nusantara, pemudik bisa mengisi energi kembali sebelum melanjutkan perjalanan, sekaligus menikmati Flyboard Show yang spektakuler," tambahnya.
Dengan jam operasional mulai pukul 08.00-20.00 WIB dan harga tiket masuk reguler mulai dari Rp 50.000, Dusun Semilir optimistis mampu mengonversi potensi arus mudik menjadi pendapatan yang signifikan. Sinergi antara kenyamanan fasilitas transit dan eksklusivitas hiburan menjadi kunci utama manajemen dalam menjaga loyalitas konsumen pada musim Lebaran tahun ini.