Bisnis.com, JAKARTA — Perawatan kecantikan mata terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap tampilan bulu mata yang lebih lentik dan tebal. Namun, di balik tren tersebut, kesehatan kelopak mata menjadi isu yang mulai mendapat perhatian medis.
Salah satu gangguan yang kerap dikaitkan dengan perawatan mata adalah blefaritis, yakni peradangan pada tepi kelopak mata. Kondisi ini memang tidak menular dan jarang menyebabkan gangguan penglihatan permanen, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan.
Blefaritis umumnya dipicu oleh pertumbuhan bakteri berlebih atau gangguan kulit seperti ketombe dan dermatitis seboroik. Produksi minyak yang berlebihan di kelenjar sekitar kelopak mata menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang.
Blefaritis terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu blefaritis infeksi dan blefaritis alergi. Blefaritis alergi kerap dipicu oleh paparan debu, asap, bahan kimia, hingga penggunaan produk kosmetik mata.
Salah satu produk kosmetik yang kini banyak disorot adalah eyelash extension atau ekstensi bulu mata. Prosedur ini dilakukan dengan menempelkan bulu mata buatan ke bulu mata asli menggunakan lem berbahan dasar cyanoacrylate.
Secara estetika, eyelash extension berfungsi memperpanjang, menebalkan, dan melentikkan bulu mata. Namun secara medis, prosedur ini berpotensi mengganggu keseimbangan alami kelopak mata bila kebersihan tidak terjaga.
Bulu mata memiliki peran penting sebagai pelindung alami mata dari debu, udara, dan iritan eksternal. Selain itu, bulu mata juga membantu mendistribusikan air mata dan menjaga kesehatan tepi kelopak mata.
Masalah muncul ketika ekstensi bulu mata dipakai dalam jangka waktu lama tanpa perawatan yang tepat. Lem dan bulu mata palsu dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri, terutama jika area mata jarang dibersihkan.
Dalam beberapa kasus, penggunaan eyelash extension juga memicu blefaritis alergi. Penelitian menunjukkan sebagian besar keluhan muncul akibat reaksi alergi terhadap bahan lem bulu mata.
Lem eyelash extension umumnya mengandung bahan seperti lateks, amonia, dan senyawa yang melepaskan formaldehida. Zat-zat tersebut dikenal sebagai iritan yang dapat menyebabkan peradangan dan reaksi alergi pada mata.
Gejala blefaritis biasanya muncul secara bertahap dan bersifat kambuhan. Keluhan sering kali terasa lebih berat pada pagi hari setelah bangun tidur.
Gejala Blefaritis yang Umum Dirasakan:
- Kelopak mata merah dan bengkak
- Mata terasa gatal, perih, atau terbakar
- Bulu mata saling menempel dan berkerak
- Mata kering dan sensitif terhadap cahaya
- Rasa mengganjal seperti ada benda asing di mata
Pada kondisi tertentu, blefaritis juga dapat menyebabkan kelopak mata tidak menutup sempurna saat tidur. Hal ini membuat permukaan mata lebih rentan terhadap debu, udara, dan mikroorganisme.
Jika tidak ditangani dengan baik, blefaritis dapat memicu komplikasi lanjutan. Penglihatan bisa menjadi kabur dan berfluktuasi sepanjang hari akibat gangguan pada lapisan air mata.
Secara patofisiologi, blefaritis terjadi akibat kolonisasi bakteri di tepi kelopak mata. Racun dan enzim yang dihasilkan bakteri dapat merusak jaringan sekitar dan melemahkan sistem pertahanan lokal mata.
Risiko kondisi ini meningkat pada individu dengan gangguan kelenjar meibom atau dermatitis seboroik. Penggunaan eyelash extension yang berkepanjangan turut memperbesar risiko tersebut.
Selain blefaritis, sebagian besar pengguna eyelash extension juga melaporkan efek samping ringan. Keluhan seperti mata gatal, kemerahan, nyeri, dan rasa berat pada kelopak mata cukup sering terjadi.
Dilansir dari Healthline, terdapat sekitar 73 persen pengguna mengalami gangguan mata setelah pemasangan eyelash extension. Meski tidak selalu berkembang menjadi blefaritis, kondisi ini tetap perlu diwaspadai.
Untuk meminimalkan risiko, kebersihan area mata menjadi kunci utama. Membersihkan wajah dan mata secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri.
Tips Mencegah Blefaritis Akibat Eyelash Extension:
- Cuci tangan sebelum menyentuh area wajah dan mata
- Bersihkan wajah dan mata minimal dua kali sehari
- Hindari penggunaan kosmetik mata berlebihan
- Ganti maskara secara rutin dan gunakan produk yang belum kadaluarsa
- Pastikan eyelash extension dilakukan oleh tenaga profesional berlisensi