Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA menghadirkan layanan Poket Rupiah di aplikasi myBCA agar nasabah dapat membagi dan mengatur dana untuk berbagai tujuan dalam satu rekening.
Peluncuran Poket Rupiah merupakan bagian dari upaya BBCA menghadirkan inovasi layanan perbankan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Melalui Poket Rupiah di myBCA, nasabah dapat memiliki hingga 20 kantong atau poket dalam satu rekening.
Kebutuhan tersebut misalnya untuk dana pendidikan anak, liburan akhir tahun, pembelian gadget, hingga dana darurat. Setiap poket dapat dipersonalisasi dengan nama, pemilihan kategori, hingga target, serta setoran rutin untuk mencapai tujuan nasabah. Dengan adanya fitur ini, nasabah dapat mengelola keuangan secara lebih sistematis dan personal.
Executive Vice President Transaction Banking Product Development BCA Jan Hendra menyampaikan Poket Rupiah di myBCA menjadi salah satu inovasi yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan nasabah akan pengaturan dana yang fleksibel, aman, dan mudah diakses dalam satu aplikasi.
“Poket Rupiah juga dirancang untuk mendukung perencanaan keuangan nasabah melalui fitur Kunci Poket. Melalui fitur ini, nasabah dapat mengunci dana pada kantong/poket tertentu agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain, khususnya untuk tujuan tabungan jangka menengah hingga panjang,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).
Nasabah juga dapat mengatur target dana serta periode setoran rutin secara mandiri, sehingga proses menabung menjadi lebih terarah dan konsisten. Fitur Kunci Poket dapat dibuka kapan pun tanpa penalti melalui ATM atau kantor cabang BCA.
Seluruh mutasi dalam Poket Rupiah tercatat dalam e-Statement yang terkonsolidasi dengan rekening induk, sehingga memudahkan nasabah memantau kondisi keuangan secara menyeluruh. Poket Rupiah dapat digunakan nasabah pemilik rekening Tahapan, Tahapan Gold, Tapres, dan Tahapan Xpresi.
Seluruh transaksi bersumber dari atau ditujukan ke Poket Rupiah dilakukan melalui aplikasi myBCA, guna memastikan kontrol dan keamanan transaksi tetap optimal.
KINERJA BCA
Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, BBCA membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp52,66 triliun per November 2025. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, raihan laba tersebut meningkat 4,35% secara tahunan (year on year/YoY). Pada November 2024, laba BCA tercatat mencapai Rp50,47 triliun.
Pertumbuhan laba bank milik Djarum Group ini terdorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang tumbuh 4,10% YoY menjadi Rp73,03 triliun per November 2025.
Raihan pendapatan bunga bersih ini ditopang oleh pendapatan bunga BCA yang tumbuh 4,32% YoY menjadi Rp84,30 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga meningkat 5,74% YoY menjadi Rp11,27 triliun.
Kemudian dari sisi pendanaan, BCA meraup dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.199,74 triliun hingga bulan kesebelas tahun ini. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian itu meningkat 8,14% YoY dari sebelumnya Rp1.109,45 triliun.
Pendanaan BCA pada periode tersebut ditopang dana murah (current account saving account/CASA) yang naik 10,74% YoY menjadi Rp1.013,13 triliun dari November 2024 sebesar Rp914,85 triliun.